GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kyai Ini Nyeleneh tapi Gus Dur sampai Sungkem dan Cium Tangan, Dialah Sosok Gus Miek yang Punya Karomah Unik sejak Kecil

KH. Hamim Tohari Djazuli, atau lebih dikenal sebagai Gus Miek, adalah salah satu tokoh besar dalam dunia pesantren dan dakwah Islam di Indonesia. Gus Dur pun sampai takzim
Jumat, 16 Mei 2025 - 16:04 WIB
Kyai Ini Nyeleneh tapi Gus Dur sampai Sungkem dan Cium Tangan, Dialah Sosok Gus Miek yang Punya Karomah Unik sejak Kecil
Sumber :
  • Tangkapan layar

tvOnenews.com, Jakarta - KH. Hamim Tohari Djazuli, atau lebih dikenal sebagai Gus Miek, adalah salah satu tokoh besar dalam dunia pesantren dan dakwah Islam di Indonesia. Gus Dur pun sampai takzim dan mencium tangannya.

Lahir pada 17 Agustus 1940, Gus Miek merupakan putra dari ulama kharismatik sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al-Falah Mojo Kediri, KH. Djazuli Utsman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikenal karena pendekatan dakwahnya yang unik dan sering kali dianggap "nyeleneh", Gus Miek tetap dikenang sebagai sosok yang berkarisma, berilmu tinggi, dan memiliki karomah luar biasa.

Ia wafat pada 5 Juni 1993, namun jejak dakwah dan spiritualitasnya masih terasa hingga kini.

Kyai Ini Nyeleneh tapi Gus Dur sampai Sungkem dan Cium Tangan, Dialah Sosok Gus Miek yang Punya Karomah Unik sejak Kecil
Kyai Ini Nyeleneh tapi Gus Dur sampai Sungkem dan Cium Tangan, Dialah Sosok Gus Miek yang Punya Karomah Unik sejak Kecil
Sumber :
  • Tangkapan layar

 

Tanda-Tanda Karomah Sejak Dalam Kandungan

Karomah Gus Miek konon telah tampak bahkan sebelum ia dilahirkan. Banyak ulama yang meyakini bahwa Gus Miek adalah waliyullah atau kekasih Allah yang sudah membawa tanda-tanda kewalian sejak dalam kandungan. Hal ini pernah disampaikan oleh KH. Mubasyir Mundzir, sahabat sekaligus gurunya.

Ayahnya sendiri, KH. Djazuli, juga menyadari bahwa Gus Miek kelak akan menjadi sosok luar biasa. Sejak kecil, Gus Miek tumbuh sebagai anak yang pendiam dan senang mengamati kehidupan.

Ia sering menghabiskan waktu di pasar atau duduk memperhatikan para pemancing di belakang pesantren. Konon, para pemancing sangat senang ketika Gus Miek datang, karena saat itu ikan-ikan akan lebih mudah didapat.

Salah satu karomah yang paling terkenal adalah ketika Gus Miek dilaporkan tenggelam di sungai. Namun ketika santri dan keluarganya datang, mereka menemukan beliau duduk tenang di pinggir sungai, dalam keadaan kering.

Saat ditanya, Gus Miek hanya menjawab, “Saya tadi dibawa oleh Nabi Khidir.” Cerita ini makin memperkuat kepercayaan masyarakat akan kewalian beliau.

Kyai Ini Nyeleneh tapi Gus Dur sampai Sungkem dan Cium Tangan, Dialah Sosok Gus Miek yang Punya Karomah Unik sejak Kecil
Kyai Ini Nyeleneh tapi Gus Dur sampai Sungkem dan Cium Tangan, Dialah Sosok Gus Miek yang Punya Karomah Unik sejak Kecil
Sumber :
  • Tangkapan layar

 

Dakwah Jalanan hingga Kelab Malam

Tak seperti ulama kebanyakan, Gus Miek memilih jalur dakwah yang tak biasa. Ia lebih senang menyampaikan Islam di tempat-tempat yang jauh dari suasana religius seperti kelab malam, terminal, warung kopi, hingga perempatan jalan.

Baginya, orang-orang yang sedang lalai adalah mereka yang paling membutuhkan sentuhan spiritual. Gaya berpakaiannya pun tak seperti umumnya kyai. Ia sering terlihat mengenakan jeans, kaos oblong, dan kacamata hitam saat berdakwah.

Ternyata kacamata itu bukan untuk gaya semata, tapi untuk menutupi air matanya yang sering mengalir saat melihat umat Islam yang jauh dari agama. Gus Miek dikenal berhati lembut dan mudah tersentuh.

Metode dakwahnya ini disebut sebagai suluk jalan terabas atau dakwah langsung menyentuh hati umat, tak selalu melalui pendekatan formal dan struktural.

Kyai Ini Nyeleneh tapi Gus Dur sampai Sungkem dan Cium Tangan, Dialah Sosok Gus Miek yang Punya Karomah Unik sejak Kecil
Kyai Ini Nyeleneh tapi Gus Dur sampai Sungkem dan Cium Tangan, Dialah Sosok Gus Miek yang Punya Karomah Unik sejak Kecil
Sumber :
  • Tangkapan layar

 

Majelis Dzikrul Ghofilin dan Kontroversi

Tak hanya berdakwah di jalanan, Gus Miek juga membangun kekuatan spiritual umat lewat majelis dzikir Dzikrul Ghofilin yang lebih dikenal dengan nama Jantiko Mantab. Nama ini berarti jamaah anti putus asa, ditujukan kepada mereka yang sering lalai dan merasa tak layak untuk dekat dengan Allah.

Namun, pendekatannya yang terbuka bagi siapa saja, bahkan para pendosa, menuai kritik dari kalangan ulama, terutama dari sebagian tokoh NU kala itu.

Sebagian menganggap metode dzikir dan pendekatan Gus Miek terlalu longgar dan tak sesuai dengan jalur tradisional pesantren.

Bahkan KH. Ahmad Siddiq, tokoh besar NU, pernah secara terbuka menyatakan ketidaksepakatannya terhadap metode dakwah Gus Miek.

Namun Gus Miek tidak membalas dengan perdebatan. Ia memilih diam dan terus melanjutkan dakwahnya tanpa membenci ataupun menyalahkan yang berbeda pendapat dengannya.

Lambat laun, banyak kyai yang akhirnya melihat ketulusan dan hasil nyata dari majelis dzikir yang dibentuk Gus Miek.

Beberapa bahkan ikut menyelenggarakan Dzikrul Ghofilin di lingkungan pesantren mereka sebagai bentuk penghormatan dan dukungan moral.

Wafatnya Sang Pecinta Umat

Gus Miek wafat pada tanggal 5 Juni 1993, tepat pada bulan Dzulhijjah dalam penanggalan Hijriyah, di Rumah Sakit Budi Mulya, Surabaya. Ia meninggalkan seorang istri dan lima orang anak.

Wafatnya beliau disambut duka mendalam, bukan hanya oleh santri dan keluarga, tapi juga oleh ribuan masyarakat dari berbagai lapisan yang pernah tersentuh oleh dakwah dan kasih sayangnya.

Ribuan orang berbondong-bondong hadir di pemakamannya. Banyak ulama yang mengakui bahwa Gus Miek, meskipun berbeda jalur, adalah mujahid dakwah yang ikhlas, dan bahwa kehadirannya telah membangkitkan semangat Islam di kalangan yang sebelumnya tak tersentuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga hari ini, Jantiko Mantab masih aktif dan berkembang. Majelis ini menjadi tempat berkumpulnya berbagai kalangan dari ulama, santri, hingga masyarakat umum untuk berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah.

Gus Miek telah tiada, namun jejak spiritual dan dakwah nyelenehnya terus hidup. Ia mengajarkan bahwa untuk menyentuh hati manusia, terkadang kita harus keluar dari pakem, turun ke jalan, menyatu dengan mereka yang tersesat, bukan untuk menghakimi tapi untuk merangkul dan membimbing.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ratusan Massa LIRA Demo Pemprov Jatim, Tuntut Penuntasan Kasus Dana Hibah

Ratusan Massa LIRA Demo Pemprov Jatim, Tuntut Penuntasan Kasus Dana Hibah

Ratusan massa dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jawa Timur bersama perwakilan DPD LIRA se-Jatim menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Kamis (12/2/2026).
19 SHM Terbit di Kawasan Hutan, Kejari Bengkulu Selatan Geledah BPN dan Rumah Mantan Bupati

19 SHM Terbit di Kawasan Hutan, Kejari Bengkulu Selatan Geledah BPN dan Rumah Mantan Bupati

Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan menggeledah Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), rumah seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta kediaman mantan Bupati Bengkulu Selatan berinisial GM. Penggeledahan ini terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) di kawasan hutan.
Akselerasi Ekonomi Kerakyatan melalui Penyaluran Bansos, Bank Mandiri Jangkau Lebih 7,45 Juta Penerima Sepanjang 2025

Akselerasi Ekonomi Kerakyatan melalui Penyaluran Bansos, Bank Mandiri Jangkau Lebih 7,45 Juta Penerima Sepanjang 2025

Ketimpangan pengeluaran masyarakat per September 2025 yang diukur melalui Gini Ratio berada di level 0,363 atau turun 0,012 poin. Hal ini tunjukkan perbaikan.
Cara Bayar Listrik Dapat Cashback 10 Persen Lewat BRImo

Cara Bayar Listrik Dapat Cashback 10 Persen Lewat BRImo

Begini cara bayar listrik dapat cashback 10 persen lewat BRImo.
Polres Dumai Tangkap Dua Perambah Hutan Konservasi, Gunakan Ekskavator untuk Buka Kebun Sawit

Polres Dumai Tangkap Dua Perambah Hutan Konservasi, Gunakan Ekskavator untuk Buka Kebun Sawit

Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang menjelaskan, keduanya terciduk di RT 012 Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, pada Senin (10/2/2026).
Panji Minta Maaf dan Jalani Peradilan Adat Toraja Buntut Menghina Adat, Didenda 1 Ekor Babi dan 5 Ayam

Panji Minta Maaf dan Jalani Peradilan Adat Toraja Buntut Menghina Adat, Didenda 1 Ekor Babi dan 5 Ayam

Pandji Pragiwaksono hadir di Tongkonan Layuk Kaero, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, pada Selasa (10/02/2026) untuk menghadapi peradilan adat dan meminta maaf.

Trending

Timnas Indonesia U-17 Kalah Dua Kali dari China, Nova Arianto Resmi Diganti Jelang Piala Asia U-17 2026

Timnas Indonesia U-17 Kalah Dua Kali dari China, Nova Arianto Resmi Diganti Jelang Piala Asia U-17 2026

Nova Arianto resmi diganti sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17 menjelang Piala Asia U-17 2026. Dia hanya ditunjuk untuk sementara dalam dua laga uji coba melawan China.
Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Berikut teks khutbah Jumat 13 Februari 2026 spesial jelang Ramadhan 2026/1447 H "Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira".
Sebentar Lagi Eligible Dinaturalisasi! 3 Pemain Ini Bisa Jadi Duet Mengerikan Ole Romeny di Timnas Indonesia, Nomor 2 Pernah Tolak Persib

Sebentar Lagi Eligible Dinaturalisasi! 3 Pemain Ini Bisa Jadi Duet Mengerikan Ole Romeny di Timnas Indonesia, Nomor 2 Pernah Tolak Persib

Tiga pemain asing Super League hampir eligible dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia. John Herdman berpeluang mendapat tandem tajam bagi Ole Romeny di depan.
Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Kunci Timnas Indonesia Datangkan Bek Belgia Berdarah Surabaya, John Herdman Tertarik?

Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Kunci Timnas Indonesia Datangkan Bek Belgia Berdarah Surabaya, John Herdman Tertarik?

Dalam arahan John Herdman, pencarian bek tangguh kembali mengarah ke Eropa. Kali ini radar Timnas Indonesia tertuju ke rekan setim Ragnar Oratmangoen di Belgia.
Pantas Saja Namanya Mendunia, Amalan Sunnah ini yang Selalu Dibawa Megawati Hangestri Setiap Bertanding

Pantas Saja Namanya Mendunia, Amalan Sunnah ini yang Selalu Dibawa Megawati Hangestri Setiap Bertanding

Ada satu amalan sunnah selalu dibawa Megawati Hangestri. Bisa menjadi contoh yang baik.
Jokowi Diperiksa di Polresta Solo terkait Tudingan Ijazah Palsu, Ditanya 10 Pertanyaan Salah Satunya soal Alur Pembuatan Skripsi

Jokowi Diperiksa di Polresta Solo terkait Tudingan Ijazah Palsu, Ditanya 10 Pertanyaan Salah Satunya soal Alur Pembuatan Skripsi

Jokowi diperiksa di Polresta Solo pada Rabu (11/2/2026) sore terkait laporan Jokowi ke Polda Metro Jaya soal dugaan pencemaran nama baik atas kasus dugaan ijazah palsu.
Pelaku yang Buang Bayi di Apartemen Bekasi Jalani Persalinan Mandiri Sambil Lihat Tutorial di YouTube, Bayi Dinyatakan Meninggal Dunia

Pelaku yang Buang Bayi di Apartemen Bekasi Jalani Persalinan Mandiri Sambil Lihat Tutorial di YouTube, Bayi Dinyatakan Meninggal Dunia

Pelaku yang membuang bayi di salah satu apartemen di Bekasi ternyata menjalani persalinan mandiri. Dia menjalani persalinan mandiri sambil melihat tutorialnya di YouTube.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT