GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wakil Ketua DPRD Minta Jam Malam Untuk Anak di Surabaya Diperpanjang, Setidaknya Hingga Akhir Tahun

Langkah Pemerintah Kota Surabaya memberlakukan jam malam bagi anak-anak di bawah usia 18 tahun, mendapat sorotan positif dari Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni.
Jumat, 11 Juli 2025 - 15:54 WIB
Arif Fathoni, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Langkah Pemerintah Kota Surabaya memberlakukan jam malam bagi anak-anak di bawah usia 18 tahun, mendapat sorotan positif dari Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni. Kebijakan yang dituangkan dalam Surat EdaranWali Kota Nomor 400.2.4/12681/436.7.8/2025 menetapkan, jam malam dimulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB bertujuan untuk melindungi anak dari potensi bahaya pada malam hari.

“Jika di tahun-tahun sebelumnya, jam malam hanya berlaku pada saat liburan saja. Kali ini, diharapkan kebijakan jam malam diterapkan setidaknya hingga akhir 2025, guna mencegah kenakalan anak di surabaya. Selain itu, peraturan ini juga dapat menjadi reminder untuk orang tua, agar lebih mengawasi anak-anaknya, minimal orang tua selalu khawatir dan mencari anak-anaknya jika belum pulang sampai pukul 10 malam.“

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fathoni menegaskan, pendekatan dalam penerapan jam malam ini haruslah bersifat humanis dan edukatif, bukan represif. Menurutnya, anak-anak yang melanggar tidak boleh langsung dikenakan tindakan hukum, melainkan diberi pembinaan secara sosial dan psikologis.

“Penerapan jam malam ini bisa bermakna ganda, satu sisi bisa mengurai potensi pergumulan remaja yang akan melakukan tindakan negatif. Kemudian remaja yang terjaring, kami berharap ditempatkan di liponsos untuk membantu member makan lansia atau odgj. Biar mereka diajarkan nilai-nilai humanisme sejak dini,” ujar Arif Fathoni, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya saat ditemui usai wawancara talkshow dengan TvOne.

Selain itu, dirinya juga mengharapkan keterlibatan TNI terutama dalam hal pembinaan karakter dan kedisiplinan anak-anak yang terbukti melanggar secara berulang.

“Surabaya sebagai ibukota jawa timur, markasnya TNI. Anak-anak yang terjaring razia lebih dari satu kali, dikumpulkan di dalam satu kegiatan, kemudian biarkan teman-teman TNI yang akan melatih kedisiplinan remaja ini meningkatkan nilai-nilai kebangsaan. Sehingga outputnya ketika mereka keluar dari itu, mereka bias menjadi pribadi yang bertanggung jawab,” tambahnya.

tvonenews

Tidak hanya anak-anak yang terjaring razia saja yang harus dibina oleh TNI. Anak-anak yang berprestasi pun juga hendaknya mendapatkan apresiasi dari pemerintah, agar bias menjadi motivasi juga bagi anak-anak yang lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Siswa-siswa berprestasi di masing-masing sekolah di Surabaya ini, diajak melakukan pelayaran kebangsaan. Nah selama proses naik kapal perang itu, diajari tentang geopolitik, kepemimpinan, dan nilai-nilai kebangsaan, sehingga bias menjadi stimulant bagi remaja yang terlibat dalam pergaulan yang keliru itu untuk berubah kearah yang lebih baik, karena melihat teman-temannya yang berprestasi bias melakukan pelayaran kebangsaan,” imbuhnya.

Fathoni berharap, pemerintah kota Surabaya benar-benar hadir dalam melindungi masa depan generasi muda kita. Serta memperhatikan keberimbangan antara pemberian punisment dan reward yang seimbang bagi anak-anak.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dihadiri Kaesang Pangarep, Caketum BPP HIPMI Reynaldo Gelar Malam Kolaborasi Daerah Hingga Sampaikan Hal Ini

Dihadiri Kaesang Pangarep, Caketum BPP HIPMI Reynaldo Gelar Malam Kolaborasi Daerah Hingga Sampaikan Hal Ini

Caketum BPP HIPMI Masa Bakti 2026-2029 Reynaldo Bryan, menggelar malam kolaborasi daerah dengan ketum-ketum BPD HIPMI, tim sukses, serta para senior HIPMI, bertempat di Plataran Senayan
Harga Emas dan Buyback Antam Turun Gocap Jadi Rp2,76 Juta per Gram

Harga Emas dan Buyback Antam Turun Gocap Jadi Rp2,76 Juta per Gram

Koreksi tajam ini membuat pasar kembali mencermati arah pergerakan emas, terutama setelah reli panjang yang sempat mendorong harga logam mulia mencetak rekor tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Sebut Juri LCC MPR RI Tak Perlu Minta Maaf, Ahmd Muzani Digeruduk Warganet Singgung Anggaran hingga Korupsi

Sebut Juri LCC MPR RI Tak Perlu Minta Maaf, Ahmd Muzani Digeruduk Warganet Singgung Anggaran hingga Korupsi

Ketua MPR RI Ahmad Muzani ikut terseret buntut polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR di Pontianak, Kalimantan Barat. Ini kata Ahmad Muzani soal..
Tiba di Nganjuk, Prabowo Bakal Resmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah

Tiba di Nganjuk, Prabowo Bakal Resmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah

Dalam agenda tersebut, Prabowo turut disambut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea.
Meski Masuk Grup Neraka, John Herdman Tunjukkan Mental Baja dan Siap Bawa Timnas Indonesia Bersaing di Piala Asia 2027

Meski Masuk Grup Neraka, John Herdman Tunjukkan Mental Baja dan Siap Bawa Timnas Indonesia Bersaing di Piala Asia 2027

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai kehadiran skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027 bukan sekadar pelengkap. Garuda menurutnya jadi lawan berat.
Niat Lindungi Pacar, Pria di Grogol Tewas Dikeroyok Belasan Orang dan Didorong dari Lantai 2 Tempat Biliar

Niat Lindungi Pacar, Pria di Grogol Tewas Dikeroyok Belasan Orang dan Didorong dari Lantai 2 Tempat Biliar

Polda Metro Jaya kini menyelidiki informasi yang menyebut korban sempat dijatuhkan dari lantai dua lokasi hiburan tersebut sebelum akhirnya ditemukan tak sadarkan diri.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
Selengkapnya

Viral