GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Program JKN Jadi Penyelamat Sutaji Jalani Hemodialisis

Program JKN memberikan perlindungan hampir seluruh jenis penyakit, termasuk penyakit kronis yang membutuhkan biaya tinggi dan perawatan jangka panjang.
Rabu, 27 Agustus 2025 - 21:19 WIB
Sutaji (53), warga Kel. Pakunden Kota Kediri, menjadi salah satu peserta JKN dengan segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) mengaku merasakan langsung kemudahan dan manfaat layanan kesehatan yang diberikan melalui Program JKN.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali membuktikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program JKN memberikan perlindungan hampir seluruh jenis penyakit, termasuk penyakit kronis yang membutuhkan biaya tinggi dan perawatan jangka panjang.

Sutaji (53), warga Kelurahan Pakunden Kota Kediri, menjadi salah satu peserta JKN dengan segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) mengaku merasakan langsung kemudahan dan manfaat layanan kesehatan yang diberikan melalui Program JKN. Pria paruh baya yang saat ini sedang mengalami gangguan kesehatan mengharuskan dirinya menjalani pemeriksaan dan pengobatan rutin di rumah sakit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya sudah menjadi peserta JKN sejak enam tahun lalu. Awalnya, mengalami tekanan darah tinggi, tapi karena merasa tidak terlalu parah, saya tidak memeriksakannya ke dokter. Saya hanya membeli obat di warung saja. Namun, seiring waktu, kondisi saya justru semakin memburuk,” ujar Sutaji saat dijumpai.

Sutaji yang saat ini didiagnosis mengidap gagal ginjal mengharuskan dirinya menjalani prosedur hemodialisis atau cuci darah. Untuk diketahui, hemodialisis dilakukan karena fungsi ginjal yang sudah tidak lagi bekerja dengan baik dan dilakukan dengan cara menyaring darah untuk membuang zat-zat sisa, racun, serta kelebihan cairan yang seharusnya disaring oleh ginjal.

Kondisi ini merupakan hasil dari penyakit tekanan darah tinggi yang dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat selama bertahun-tahun. Kini, Sutaji harus rutin dua kali dalam seminggu untuk menjalani cuci darah.

“Sebenarnya saya tidak tahu pasti apa yang menyebabkan saya gagal ginjal. Saya hanya ingat dulu sering mengonsumsi obat warung tanpa resep dokter. Mungkin karena itu penyebabnya sehingga saat ini saya harus rutin melakukan cuci darah secara rutin,” pungkasnya.

Ditemui tengah terbaring di ruang perawatan rumah sakit, Sutaji yang sedang menjalani cuci darah mengaku sangat bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN. Baginya, memiliki perlindungan kesehatan sangatlah penting, terutama di tengah kondisi fisik dan ekonomi yang kini semakin terbatas.

“Kalau tidak ada JKN, saya benar-benar tidak tahu bagaimana bisa bertahan menjalani pengobatan ini. Biaya untuk berobat gagal ginjal sangat besar, belum lagi saya harus menjalani cuci darah dua kali setiap minggu. Tanpa bantuan dari JKN, mungkin saya dan keluarga akan kewalahan menanggung semua biaya. Alhamdulillah sekarang semuanya ditanggung, saya hanya perlu fokus untuk sembuh,” ucapnya.

tvonenews

Sebelum didiagnosis mengidap gagal ginjal, Sutaji adalah seorang pekerja aktif di sebuah usaha rental mobil. Namun sejak kesehatannya memburuk, ia harus berhenti bekerja. Tubuhnya tidak lagi sekuat dulu, dan jadwal cuci darah yang padat membuatnya tak mungkin kembali ke dunia kerja.

“Saya tidak bisa bekerja lagi seperti dulu. Sekarang hanya fokus berobat dan jaga kondisi. Untungnya semua biaya perawatan ditanggung JKN. Saya benar-benar merasa tertolong,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sutaji menyadari bahwa memiliki perlindungan kesehatan sangat penting. Terlebih jika sudah mengalami sakit yang cukup berat dan memerlukan pengobatan rutin dengan biaya yang tinggi. Kini, melalui pengalamannya, Sutaji berharap masyarakat bisa lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini. Ia menekankan bahwa menjadi peserta aktif JKN bukan hanya untuk mereka yang sudah sakit, tapi justru sebagai langkah antisipasi ketika tubuh masih sehat. Menurutnya, jangan sampai seseorang baru menyadari pentingnya perlindungan kesehatan ketika sudah terlambat.

“Saya berharap orang-orang tidak menunggu jatuh sakit dulu seperti saya. Lebih baik menjaga dan mempersiapkan diri dari sekarang. Program JKN sangat membantu ketika kita benar-benar membutuhkannya,” tutup Sutaji.(chm)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Momen heboh Dedi Mulyadi dikerumuni warga, saat mendatangi pedagang kaki lima untuk ditertibkan.
Link Live Streaming SBY Cup 2026, Kamis 14 Mei: LavAni vs Semarang Bank Jateng, Surabaya Samator Hadapi Sukun Badak

Link Live Streaming SBY Cup 2026, Kamis 14 Mei: LavAni vs Semarang Bank Jateng, Surabaya Samator Hadapi Sukun Badak

Link live streaming SBY Cup 2026 hari ini, di mana dua tim putra papan atas yakni LavAni akan berhadapan dengan Semarang Bank Jateng dan Surabaya Samator akan kembali unjuk gigi melawan Sukun Badak.
‎Tinggalkan Timnas Indonesia U-17 dan Thailand, Vietnam Jadi Satu-satunya Wakil ASEAN di Piala Dunia 2026

‎Tinggalkan Timnas Indonesia U-17 dan Thailand, Vietnam Jadi Satu-satunya Wakil ASEAN di Piala Dunia 2026

Vietnam menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara atau ASEAN yang berhasil lolos ke Piala Dunia U-17 2026. Kepastian itu didapat setelah Vietnam sukses menembus babak perempat final Piala Asia U-17 usai menang dramatis atas Uni Emirat Arab, Rabu (13/5).
Polda Metro Dipimpin Bintang Tiga, Kompolnas Minta Diimbangi Peningkatan Pelayanan Masyarakat

Polda Metro Dipimpin Bintang Tiga, Kompolnas Minta Diimbangi Peningkatan Pelayanan Masyarakat

Sebab, menurut Anam, Polda Metro Jaya memiliki dinamika sosial hingga politik yang berbeda dengan Polda wilayah lainnya.
35 Tahun Lamanya Trotoar Kota Bandung Dipenuhi Kios Liar, Dedi Mulyadi: Kita Tidak Bisa Terus Membiarkan Kekumuhan Ini

35 Tahun Lamanya Trotoar Kota Bandung Dipenuhi Kios Liar, Dedi Mulyadi: Kita Tidak Bisa Terus Membiarkan Kekumuhan Ini

35 Tahun lamanya trotoar di Kota Bandung dipenuhi kios liar. Melihat hal ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak tinggal diam.
Dedi Mulyadi: Uang Rakyat yang Dibayarkan Lewat Pajak Harus Terdistribusi Merata

Dedi Mulyadi: Uang Rakyat yang Dibayarkan Lewat Pajak Harus Terdistribusi Merata

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara tegas soal pentingnya distribusi pajak yang transparan.

Trending

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas ketika dihampiri seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar tetapi tidak menerima gaji, apa kata KDM?
Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI akhirnya buka suara usai menuai kritik dari publik usai aksinya yang menganulir jawaban dari peserta SMAN 1 Pontianak.
TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

Belakangan ini media sosial diramaikan dengan berbagai isu viral. Mulai dari polemik lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat, hingga kebijakan Dedi Mulyadi.
Reaksi Tak Terduga Sherly Tjoanda soal Ocha, Salut dengan Siswi SMAN 1 Pontianak itu Punya Cita-cita Tinggi

Reaksi Tak Terduga Sherly Tjoanda soal Ocha, Salut dengan Siswi SMAN 1 Pontianak itu Punya Cita-cita Tinggi

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda ikut berkomentar soal isu yang lagi viral. Ocah yang jadi salah satu peserta cerdas cermat empat pilar disorot
Selengkapnya

Viral