News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Krisis Kesehatan: Surabaya Duduki Peringkat 1 Kasus HIV Baru Se-Jawa Timur

Kota Surabaya kini menghadapi tantangan kesehatan yang sangat serius setelah data Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) menunjukkan Kota Pahlawan menempati peringkat pertama kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) di seluruh provinsi.
Kamis, 4 Desember 2025 - 04:03 WIB
Ais Shafiyah Asfar, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Kota Surabaya kini menghadapi tantangan kesehatan yang sangat serius setelah data Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) menunjukkan Kota Pahlawan menempati peringkat pertama kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) di seluruh provinsi. Lonjakan signifikan ini memicu seruan keras dari legislatif agar Pemerintah Kota Surabaya segera merombak strategi penanganan yang ada.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ais Shafiyah Asfar, menegaskan bahwa tingginya angka kasus baru ini merupakan alarm keras yang tidak boleh lagi diabaikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data Pemprov Jatim, akumulasi total Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) yang tersebar di wilayah Jatim telah mencapai 65.238 orang sepanjang tahun 2025 berjalan.

Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah tren pada Triwulan Pertama (Q1) 2025, di mana sebanyak 2.599 kasus baru terdeteksi di seluruh Jatim. Dalam peta sebaran kasus baru ini, Surabaya menduduki peringkat pertama tertinggi.

Kota metropolitan ini diikuti oleh empat wilayah penyangga dan sekitarnya, yaitu Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Jember, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Pasuruan.

“Lonjakan kasus HIV/AIDS di Kota Surabaya menjadi alarm keras yang tidak boleh dibiarkan. Kita tidak boleh menutup mata lagi,” tegas Ais Shafiyah Asfar, politisi muda dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, Selasa (2/12/2025).

Ning Ais menjelaskan, lonjakan kasus ini mengindikasikan bahwa penularan HIV di Surabaya masih sangat aktif, meluas, dan menyusup ke berbagai lapisan masyarakat. Kondisi ini sangat membahayakan, terutama karena data kasus baru ini merepresentasikan nyawa dan masa depan warga, khususnya generasi produktif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pola penularan di Surabaya masih didominasi oleh hubungan seksual berisiko (baik heteroseksual maupun homoseksual), dengan persentase kecil dari penggunaan jarum suntik tidak steril.

Di sisi lain, tingginya angka temuan kasus baru juga menunjukkan bahwa sistem deteksi dan pelaporan kesehatan di Surabaya mulai membaik, mampu mengungkap kasus-kasus tersembunyi. Namun, terlepas dari perbaikan deteksi, kondisi ini tetap dianggap sebagai lampu merah bagi kota dengan tingkat mobilitas dan interaksi sosial yang tinggi seperti Surabaya.(chm)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ini yang Harus Dilakukan Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok Hingga Letter C Tahun 1967-1997 yang Tak Berlaku Lagi Sejak 2 Februari 2026

Ini yang Harus Dilakukan Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok Hingga Letter C Tahun 1967-1997 yang Tak Berlaku Lagi Sejak 2 Februari 2026

Kabar terbaru untuk pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997. Kini semua itu sudah mulai tidak berlaku lagi pada 2 Februari 2026.
Raih Rising Star MCN Award, HDA Kelola Lebih Dari 7000 Kreator

Raih Rising Star MCN Award, HDA Kelola Lebih Dari 7000 Kreator

Torehan Haluan Digital Agency (HDA) sebagai peraih Rising Star MCN Award dalam ajang Indonesia Summit 2026 yang digelar oleh Tokopedia dan TikTok Shop, menjadi bukti nyata keberhasilan pendekatan berbasis sistem dan kolaborasi tim.
Publik Belanda Murka, Jordi Cruyff dan Manajemen Ajax Disebut Serampangan Usai Rekrut Maarten Paes

Publik Belanda Murka, Jordi Cruyff dan Manajemen Ajax Disebut Serampangan Usai Rekrut Maarten Paes

Gelombang kritik tengah menghantam Ajax. Publik Belanda geram dengan Jordi Cruyff dan manajemen yang 'asal-asalan' pilih pemain usai datangkan Maarten Paes.
BoP Belum Jatuhkan Sanksi ke Israel, Menlu Sugiono: Statement Bersama Sudah Jadi Sikap Kolektif

BoP Belum Jatuhkan Sanksi ke Israel, Menlu Sugiono: Statement Bersama Sudah Jadi Sikap Kolektif

Menlu RI, Sugiono menegaskan hingga kini BoP belum mengambil tindakan institusional maupun menjatuhkan sanksi resmi terhadap Israel, meski serangan ke Jalur Gaza terus berlanjut setelah pembentukan dewan tersebut.
Kasus 'Goreng Saham' IPO PIPA, Ini Profil dan Jajaran Direksinya

Kasus 'Goreng Saham' IPO PIPA, Ini Profil dan Jajaran Direksinya

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka usai melakukan penggeledahan di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).
Isu Kesiapan Sistem jadi Sorotan dalam Pameran Bisnis IFBEX 2026

Isu Kesiapan Sistem jadi Sorotan dalam Pameran Bisnis IFBEX 2026

Sejumlah pelaku industri menilai, banyak bisnis yang berfokus pada ekspansi penjualan dan pembukaan cabang, namun belum sepenuhnya menyiapkan fondasi sistem kerja yang memadai

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Kasus dugaan penelantaran anak yang menyeret nama artis Denada menjadi sorotan publik. Kini sudah mengakui Ressa sebagai anak.
Insiden Memalukan di Liga Italia, Bintang Inter Milan Blak-blakan Minta Maaf ke Emil Audero

Insiden Memalukan di Liga Italia, Bintang Inter Milan Blak-blakan Minta Maaf ke Emil Audero

Insiden memalukan mewarnai lanjutan pekan ke-23 Serie A. Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada kiper Emil Audero menyusul aksi pelemparan kembang api dari tribun pendukung Nerazzurri yang mengarah langsung ke sang penjaga gawang.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT