Ngebet Bela Garuda? Danilson Soares Silva Tunggu Panggilan Timnas Indonesia di Tengah Godaan Piala Dunia 2026
- instagram danil.ss10
tvOnenews.com - Nama Danilson Soares Silva perlahan masuk radar publik sepak bola nasional. Gelandang berusia 23 tahun itu secara terbuka menyatakan ketertarikannya untuk membela Timnas Indonesia, meski di saat yang sama memiliki peluang membela Cape Verde yang sudah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.
Sikap tersebut memunculkan kesan kuat bahwa Danilson tidak sekadar melempar wacana, melainkan benar-benar menunggu kesempatan berseragam Merah Putih.
Di tengah pencapaian Timnas Indonesia yang berhasil menembus ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, pernyataan Danilson terasa datang di momentum yang tepat.
Garuda tengah memasuki fase transisi penting: memperkuat kedalaman skuad, menjaga daya saing, dan mempersiapkan regenerasi jangka panjang. Dalam konteks ini, ketertarikan pemain diaspora seperti Danilson menjadi bahan diskusi serius.
Darah Bandung dan Identitas Ganda Danilson
Danilson Soares Silva lahir di Belanda pada 6 Maret 2002. Ia tumbuh dalam sistem sepak bola Eropa, namun memiliki latar belakang multikultural.
Darah Cape Verde mengalir dari ayahnya, sementara garis keturunan Indonesia berasal dari sang nenek dari pihak ibu yang lahir dan besar di Bandung, Jawa Barat.
Dalam perbincangan di kanal YouTube Yussa Nugraha pada Jumat (2/1/2026), Danilson menjelaskan asal-usul keluarganya secara terbuka.
Ia mengungkapkan bahwa neneknya pindah ke Belanda sejak usia remaja, namun ikatan keluarga dengan Indonesia tetap terjaga. Faktor inilah yang membuat opsi membela Timnas Indonesia memiliki nilai emosional tersendiri baginya.
“Saya sangat terbuka membela Timnas Indonesia. Dengan kualitas yang saya miliki, saya yakin bisa memberikan kontribusi positif,” ujar Danilson dalam wawancara tersebut.
Ia juga menyebut seluruh pertandingan yang ia jalani bersama Bruno’s Magpies disiarkan langsung, sehingga memudahkan pemantauan oleh tim teknis PSSI.
Piala Dunia 2026 atau Menunggu Panggilan Garuda
Situasi Danilson menjadi semakin menarik karena datangnya tawaran dari Federasi Sepak Bola Cape Verde. Negara Afrika itu baru saja memastikan kelolosan ke Piala Dunia 2026 pada Oktober 2025 dan mulai aktif menjaring pemain diaspora untuk memperdalam skuad.
Danilson mengakui telah dihubungi pihak Cape Verde sejak menandatangani kontrak bersama Bruno’s Magpies di Liga Gibraltar.
Proses administrasi paspor pun mulai dibahas. Namun, ia menegaskan kepada agennya agar tetap membuka jalur komunikasi dengan Indonesia.
“Saya sudah bilang ke agen saya bahwa saya juga ingin kontak dengan Timnas Indonesia,” katanya. Hingga kini, Danilson belum memberikan jawaban final kepada Cape Verde, menandakan bahwa peluang Indonesia masih terbuka.
Apa Artinya Danilson bagi Timnas Indonesia?
Dari sisi teknis, Danilson berposisi sebagai gelandang serang, area yang semakin krusial bagi Timnas Indonesia di level kompetisi tinggi. Pada ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, Garuda dituntut tampil lebih variatif dalam membongkar pertahanan lawan dan menjaga transisi permainan.
Kehadiran gelandang dengan latar pendidikan akademi Feyenoord berpotensi menambah dimensi kreativitas dan kontrol tempo.
Secara fisik dan usia, Danilson juga sesuai dengan kebutuhan regenerasi. Di usia 23 tahun, ia bisa menjadi investasi jangka menengah hingga panjang, sejalan dengan target menjaga konsistensi prestasi Timnas Indonesia setelah menembus fase lanjutan kualifikasi.
Pengalaman Danilson di beberapa negara, mulai dari Yunani bersama Thesprotos FC, Portugal bersama Olhanense, hingga kini di Gibraltar, membentuk mental adaptif yang dibutuhkan pemain internasional.
Meski jam terbangnya bersama Bruno’s Magpies masih terbatas, proses adaptasi ini justru bisa berkembang lebih jauh jika mendapat lingkungan kompetitif di Timnas.
Kini, keputusan ada di tangan PSSI dan tim pelatih. Apakah Danilson Soares Silva akan menjadi bagian dari proyek lanjutan Timnas Indonesia pasca ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, atau justru memilih panggung Piala Dunia bersama Cape Verde? Situasi ini menjadi dinamika menarik dalam peta diaspora Garuda. (udn)
Load more