News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dibekali Ducati Motor Pabrikan, Alex Marquez Target Ulang Prestasi di MotoGP 2026

Alex Marquez, menyadari bahwa ekspektasi terhadap dirinya akan meningkat pada MotoGP 2026.
Senin, 2 Februari 2026 - 23:27 WIB
Alex Marquez diminta amankan posisi runner-up MotoGP 2025
Sumber :
  • Instagram/Alex Marquez

Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap BK8 Gresini Racing, Alex Marquez, menyadari bahwa ekspektasi terhadap dirinya akan meningkat pada MotoGP 2026. Hal tersebut tak lepas dari statusnya yang musim ini akan menunggangi Desmosedici GP26, motor dengan spesifikasi pabrikan terbaru.

Meski demikian, peraih dua gelar juara dunia itu menegaskan bahwa tekanan tersebut tidak ia anggap sebagai beban. Sebaliknya, Alex melihatnya sebagai dorongan ekstra untuk tampil kompetitif, dengan target minimal mampu menyamai pencapaiannya musim lalu sebagai runner-up.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Marc Marquez dan Alex Marquez
Marc Marquez dan Alex Marquez
Sumber :
  • Reuters

"Saya tidak merasa punya lebih banyak beban. Saya rasa jadi pembalap pabrikan adalah motivasi tambahan. Tahun lalu, kami beruntung karena tak punya masalah dan kemajuan para pesaing kami datang terlambat," ujar Alex, dikutip dari GPOne.

Alex juga menilai bahwa menggunakan motor lama sebenarnya bukan persoalan besar. Namun, kehadiran motor terbaru memberi keuntungan tersendiri karena pembalap bisa langsung memperoleh pengembangan dan solusi teknis dari pabrikan.

"Jika Anda memulai musim seperti pada tahun 2023, mengetahui bahwa Anda memiliki masalah, Anda tahu Anda akan memiliki motor ini sepanjang musim, dan itu sulit diterima oleh seorang pembalap," tuturnya.

"Dengan motor pabrikan, di sisi lain, Anda tahu bahwa Anda akan memiliki banyak hal yang perlu ditingkatkan, solusi, dan itu memberi Anda pikiran yang lebih tenang sebagai pembalap," lanjut rider berusia 29 tahun tersebut.

Di sisi lain, Alex menilai keberadaannya di atas motor pabrikan pada musim ini menjadi sangat penting, terutama menjelang perubahan regulasi besar MotoGP pada 2027. Pada musim tersebut, kapasitas mesin akan diturunkan dari 1.000 cc menjadi 850 cc, sementara pemasok ban juga berganti dari Michelin ke Pirelli.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Punya motor pabrikan selalu diperlukan, tidak peduli tahun berapa pun. Namun, mungkin tahun ini akan lebih penting lagi. Akan menarik untuk melihat seberapa banyak peningkatan yang dilakukan para rival kita," ucapnya.

"Penting untuk melihat seberapa besar mereka ingin berinvestasi lagi di musim terakhir dengan aturan saat ini. Tampaknya Honda dan KTM mengalami kemajuan, Yamaha mencoba banyak hal, semua orang ingin setara dan berada di posisi teratas," pungkas Alex.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Jakarta LavAni meraih kemenangan meyakinkan pada laga pembuka Final Four Proliga 2026 atas Jakarta Garuda Jaya dengan skor 3-0 (25-17, 25-20, 25-17).
Terungkap, Isi Pembahasan Pertemuan Seskab Teddy dengan Wapres Gibran

Terungkap, Isi Pembahasan Pertemuan Seskab Teddy dengan Wapres Gibran

Terungkap, isi pembahasan pertemuan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. 
Aksi Sigap Dedi Mulyadi Saat Diajak Melanie Subono Bahas Nasib Gajah Sumatera di Bandung Zoo Tuai Pujian

Aksi Sigap Dedi Mulyadi Saat Diajak Melanie Subono Bahas Nasib Gajah Sumatera di Bandung Zoo Tuai Pujian

Respons cepat Dedi Mulyadi saat diajak Melanie Subono bahas nasib gajah Sumatera di Bandung Zoo menuai pujian. Fokus pada perbaikan kesejahteraan satwa.
Uang DP Dinyatakan Hangus Akibat Gagal Bayar Cicilan, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam?

Uang DP Dinyatakan Hangus Akibat Gagal Bayar Cicilan, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam?

Dalam praktik jual beli di agama Islam, Buya Yahya menyebut hukum uang muka (uang DP) hangus dan diambil pihak penjual karena gagal bayar cicilan adalah haram.
Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Persib Bandung terus menunjukkan ambisinya dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Dengan komposisi skuad yang dinilai mewah, Maung Bandung diprediksi
Meski Tanpa Penyerang Timnas Indonesia, Persija Jakarta Diguyur Angin Segar Jelang Lawan Bhayangkara FC

Meski Tanpa Penyerang Timnas Indonesia, Persija Jakarta Diguyur Angin Segar Jelang Lawan Bhayangkara FC

Persija Jakarta mendapat angin segar menjelang lawan Bhayangkara FC. Walau tidak ada penyerang Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, dua pemainnya beri kabar baik.

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) lontarkan jawaban menohok saat ditanya terkait perkembangan terbaru soal permohonan keadilan restoratif atau restorative
Uang DP Dinyatakan Hangus Akibat Gagal Bayar Cicilan, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam?

Uang DP Dinyatakan Hangus Akibat Gagal Bayar Cicilan, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam?

Dalam praktik jual beli di agama Islam, Buya Yahya menyebut hukum uang muka (uang DP) hangus dan diambil pihak penjual karena gagal bayar cicilan adalah haram.
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Persib Bandung terus menunjukkan ambisinya dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Dengan komposisi skuad yang dinilai mewah, Maung Bandung diprediksi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Selengkapnya

Viral