Ikut Pelatihan Olahan Komoditas Lokal, bu-ibu di Kerinci Dilatih Jadi Pelaku UMKM
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Puluhan ibu-ibu di Kabupaten Kerinci, Jambi mengikuti pelatihan pembuatan olahan komoditas lokal berupa kue kering gluten free dan rendah kalori.
Tercatat sebanyak 95 peserta yang berasal dari kelompok ibu-ibu mengikuti pelatihan yang digagas Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan Rumah Kreatif Nekno dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kegiatan ini ditujukan untuk pemberdayaan kaum perempuan agar mampu mandiri secara ekonomi.
Sebab, kata Sandiaga, kegiatan ini juga upaya membangun jejaring pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mendorong penjualan berkelanjutan serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Pelatihan ini bertujuan membuka peluang usaha rumahan melalui produk makanan berupa kue kering gluten free dan rendah kalori. Selain itu, para peserta juga dibekali keterampilan membuat produk makanan yang saat ini tengah diminati pasar,” ujar Sandiaga, Jakarta, Senin (16/2/2026).
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci, Zainal Efendi mengungkap workshop tersebut bukan sekadar pelatihan teknis.
Pasalnya, kata Zainal, pelatihan melainkan langkah konkret dalam menjawab tantangan kesehatan, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Ketahanan pangan saat ini tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga kualitas, keamanan, nilai gizi, dan keberlanjutan. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat turut mendorong kebutuhan produk gluten free dan rendah kalori,” ungkapnya.
Zainal menjelaskan sektor ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam mengolah bahan pangan lokal seperti jagung dan umbi-umbian menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Ia berharap pelatihan ini dapat melahirkan produk inovatif hingga wirausaha baru di bidang pangan sehat, serta jejaring kolaborasi antar pelaku usaha dan pemangku kepentingan.
Zainal juga menekankan jika Pemerintah Kabupaten Kerinci turut berkomitmen mendukung penguatan sektor pangan dan ekonomi kreatif agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
"Saya berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berkolaborasi, dan terus berinovasi demi meningkatkan kesejahteraan keluarga," tutupnya.(raa)
Load more