Viral Oknum Guru PNS Diduga Bawa Murid SD agar Disodomi Suami, Warga Desak Polisi Hukum Pelaku
- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Tanjungbalai, tvOnenews.com - Sebuah video memperlihatkan seorang oknum guru perempuan berstatus pegawai negeri sipil (PNS) diamuk warga viral di media sosial. Oknum guru tersebut diduga menyerahkan salah satu murid SD laki-laki kepada sang suami.
Ironisnya, suami dari guru PNS tersebut diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak tersebut. Kabar ini mendadak ramai diperbincangkan setelah video guru itu dieksekusi warga viral.
Dilansir dari unggahan akun Facebook Vita Mutiara, Kamis (23/7/2026), sebuah video memperlihatkan ratusan warga menggeruduk rumah terduga pelaku di Jalan Burhanuddin, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut).
Warga langsung mendesak agar sepasang suami istri tersebut keluar. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan hukuman akibat melecehkan murid SD dari salah satu sekolah di Kota Tanjungbalai.
"Ini masih hukum dunia, belum hukum Allah. Naudzubillah, merinding," tulis Vita.
- Facebook/Vita Mutiara
Dalam video viral tersebut, sepasang suami istri langsung diamuk massa. Sementara, pihak kepolisian menggiring mereka ke dalam mobil polisi untuk langsung diamankan ke Polres Tanjungbalai.
Dalam unggahan lainnya, oknum guru SDN disebut berinisial D itu ditarik paksa oleh warga. Kondisinya sudah sangat pasrah akibat perbuatannya sehingga membuat polisi menjaga ketat dan langsung mengamankan terduga pelaku.
Diketahui, awal mula video viral tersebut muncul karena adanya kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang siswa SD berinisial A dari salah satu sekolah di Tanjungbalai.
Ironisnya, korban merupakan anak yatim piatu diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh D yang dikabarkan sebagai suami dari seorang guru ASN. Awal mula peristiwa tindakan pelecehan diduga terjadi sekitar Mei 2026.
Lokasi dugaan tindakan pelecehan seksual terhadap A diduga terjadi di rumah terduga pelaku di Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.
Berdasarkan keterangan dari koordinator aksi, Kacak di Polres Tanjungbalai, ia menyampaikan kasus ini mulai terendus pasca korban tidak masuk sekolah. Hal ini berlangsung selama sekitar dua pekan.
Di saat itu, sekolah juga tengah menggelar pelaksanaan ujian. Sementara, korban tidak hadir sehingga membuat warga semakin curiga.
Load more