Menteri Transmigrasi Soroti Riset Lapangan dan Beasiswa Patriot, Apresiasi Komitmen ITB
- Istimew
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Transmigrasi RI, M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengapresiasi komitmen ITB dalam kontribusi kampus untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi melalui Program Transmigrasi Patriot.
Apresiasi tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi ketima membuka Pameran Program Ekspedisi Patriot yang digelar di Gedung CADL, Kampus Ganesha ITB, Kota Bandung, Senin (23/2/2026).
Agenda yang berlangsung hingga 27 Februari 2026 ini menjadi panggung bagi berbagai capaian riset dan pengabdian masyarakat di kawasan transmigrasi seluruh Indonesia.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Eksekutif Multi Kampus (DEMK) bersama Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB. Pameran menampilkan hasil pemetaan potensi wilayah, solusi atas persoalan strategis, hingga pengembangan produk unggulan berbasis kawasan transmigrasi.
Acara pembukaan turut dihadiri Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Rektor ITB Prof Tatacipta Dirgantara, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof Lavi Rizki Zuhal, Ketua Senat Akademik Prof Edy Tri Baskoro, serta jajaran pimpinan ITB dan kementerian terkait.
Dalam sambutannya, Menteri Transmigrasi menyampaikan apresiasi atas konsistensi ITB mendukung pengembangan kawasan transmigrasi melalui pendekatan ilmiah dan inovatif.
“Kami dari Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia memberikan apresiasi bukan saja atas pelaksanaan Program Transmigrasi Patriot yang telah berjalan dengan sangat baik, tetapi juga atas inisiatif menyelenggarakan pameran ini. Pameran ini menjadi bukti bahwa transmigrasi saat ini berkembang sebagai program pembangunan kawasan yang berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa transformasi transmigrasi kini tidak lagi sekadar pemindahan penduduk, melainkan pengembangan kawasan berbasis potensi lokal dan dukungan keilmuan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dinilai menjadi fondasi penting bagi pembangunan yang berkelanjutan.
Rektor ITB, Prof Tatacipta Dirgantara, menekankan bahwa Ekspedisi Patriot adalah representasi nyata dari kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.
“Ekspedisi Patriot menunjukkan komitmen ITB untuk menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan nasional. Inovasi membutuhkan empati, dan solusi yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kemitraan serta kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat,” ujar Rektor ITB.
Program Ekspedisi Patriot ITB 2025 menjadi salah satu kolaborasi berskala besar yang melibatkan 57 dosen dari 12 fakultas dan sekolah di ITB, serta 228 mahasiswa aktif dan alumni. Selama 3,5 bulan, tepatnya 26 Agustus hingga 9 Desember 2025, tim turun langsung ke 29 kawasan transmigrasi yang tersebar di 21 provinsi.
Wilayah yang disasar mencakup Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Kegiatan lapangan dilakukan melalui diskusi kelompok, observasi, serta wawancara mendalam guna memetakan potensi dan kebutuhan spesifik setiap daerah.
Antusiasme tinggi pun diberikan oleh civitas dengan menggaet lebih dari 700 dosen terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari kolaborasi strategis dengan pemerintah.
Hasilnya tidak hanya berupa rekomendasi penguatan infrastruktur dan pengembangan komoditas unggulan, tetapi juga penerapan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan karakteristik lokal. Seluruh capaian tersebut divisualisasikan dalam pameran sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada publik.
Ke depan, sinergi antara ITB dan Kementerian Transmigrasi akan diperkuat melalui rencana peluncuran Program Beasiswa Patriot pada 2026. Program ini dirancang untuk mendorong mahasiswa melakukan riset terapan sekaligus terlibat langsung dalam pembangunan kawasan transmigrasi.
Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi peneliti dan inovator muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati sosial dan komitmen terhadap pembangunan nasional. Ekspedisi Patriot menjadi bukti bahwa riset lapangan dan kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan solusi konkret bagi Indonesia yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.
Load more