News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Arief Rahman Hakim

Saya kira, baik jika setiap Februari kita merevitalisasi makna gugurnya pahlawan Ampera Arief Rahman Hakim bagi kemajuan bangsa ini. Karena sejujurnya, kita adalah bangsa yang mudah lupa.
Selasa, 24 Februari 2026 - 21:38 WIB
Arief Rahman Hakim ditahbiskan sebagai Pahlawan Ampera atau Amanat Penderitaan Rakyat
Sumber :
  • Istimewa

“Tiga anak kecil, 
dalam langkah malu-malu,
datang ke Salemba. 

Sore itu,
ini dari kami bertiga,
pita hitam pada karangan bunga,
sebab kami turut berduka,
bagi kakak yang ditembak mati,
siang tadi.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

APA peristiwa yang biasanya diperingati dan dirayakan di bulan Februari? Banyak orang mungkin dengan mudah akan menyebut Valentine Day atau Hari Kasih Sayang yang biasanya dirayakan di 14 Februari. Tapi saya yakin sangat sedikit dari kita yang paham ada tokoh martir, syuhada penting perubahan politik yang lahir dan gugur di hari yang sama, 24 Februari, yakni Arief Rahman Hakim (ARH).

Arief ditahbiskan sebagai Pahlawan Ampera atau Amanat Penderitaan Rakyat karena jadi bagian dari gelora perjuangan rakyat mengakhiri kepengapan politik pada periode 1960-an. Siapa yang menembak mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini hingga kini masih misteri. 

Yang jelas, gugurnya putra Padang ini justru makin meningkatkan eskalasi unjuk rasa. Pada Jumat Berdarah itu, iring-iringan yang mengantar jenazah ARH mengular dari pemakaman umum Blok P di Kebayoran Baru ekornya masih di Salemba, Jakarta Pusat.  Jaket kuning ARH diarak demonstrans di depan Istana Negara. Sejak itu posisi Presiden Soekarno semakin terjepit.

Saya mengenali perjuangan mahasiswa Angkatan 1966 justru dari sastra Indonesia. Puisi Taufik Ismail jadi cara terbaik untuk merasakan degup perjuangan dan kedekatan semangat yang digelorakan oleh Arief Rahman Hakim dkk, dengan rakyat. Selain puisi yang membuka essay ini, salah satu puisi lain yang membekas bagi saya karena pernah saya deklamasikan di muka kelas adalah puisi Seorang Tukang Rambutan pada Istrinya.

Puisi berkisah tentang keharuan Tukang Rambutan pada perjuangan mahasiswa yang berteriak di jalanan, mengecam gaya hidup mewah pejabat negara, memprotes harga harga yang melambung tinggi, dan ekonomi yang seret. 

Tukang Rambutan bercerita pada istrinya betapa tersentuh dengan perjuangan ARH dan kawan kawannya yang disebut “Mereka kehausan dalam panas bukan main Terbakar muka di atas truk terbuka”. 

Rasa haru yang memancing Tukang Rambutan untuk melemparkan sejumlah dagangannya ke mobil bak terbuka yang mengangkut para mahasiswa ke Istana. “Mereka berteriak-teriak kegirangan dan berebutan. Seperti anak-anak kecil “’Hidup tukang rambutan! Hidup tukang rambutan! 
Dan menyoraki saya. Betul bu, menyoraki saya”.

Saya melihat potret perjuangan yang tulus, gerakan moral yang murni, seruan nurani dari mahasiswa tanpa keinginan untuk menggantikan atau jadi bagian kelompok yang berkuasa. Saya kira lambang lain dari barisan ini adalah rekan Arief, Soe Hoe Ghie yang bersikap “lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan”.

Kita agaknya perlu bersyukur punya tradisi perjuangan angkatan muda yang kental dalam setiap babakan sejarah. Arief dan Soe Hok Gie adalah wajah pemuda Indonesia yang berulang kali muncul dalam sejarah: wajah yang terlalu muda untuk mati, tetapi terlalu sadar untuk diam, sejak 1928, revolusi 1945, Angkatan 1966 hingga Angkatan 1998.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tinggal kita-lah yang memaknai gugurnya pemuda seperti ARH. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa mengambil pelajaran, ibrah dari sejarah. Iran misalnya menjadi negeri besar karena menghormati para syuhada, martir yg kebanyakan pemuda. Wajahnya dipajang di pinggir pinggir jalan seperti baliho, ada banyak acara, kegiatan, upacara untuk mengenang kembali kiprah dan jasa para syuhada. Bagi bangsa yang mudah lupa akan dikutuk mengulangi kesalahan serupa. Tak heran jika pada 1998, kita kembali terantuk lubang sejarah yang sama: empat mahasiswa kembali gugur tertembak peluru yang dibeli warganya sendiri.

Saya kira, baik jika setiap Februari kita merevitalisasi makna gugurnya ARH bagi kemajuan bangsa ini. Karena sejujurnya, kita adalah bangsa yang mudah lupa. Ecep Suwardaniyasa

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Super League Hari Ini, Sabtu 11 April 2026: Big Match Persija vs Persebaya Nanti Malam!

Jadwal Super League Hari Ini, Sabtu 11 April 2026: Big Match Persija vs Persebaya Nanti Malam!

Persija Jakarta akan menjamu Persebaya Surabaya dalam laga klasik sarat gengsi pada lanjutan Super League di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) malam ini.
Info Transjakarta: Rute B11 Kini Kembali Berhenti di Summarecon Bekasi

Info Transjakarta: Rute B11 Kini Kembali Berhenti di Summarecon Bekasi

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) kembali mengoperasikan kembali titik pemberhentian di kawasan Summarecon Bekasi untuk rute B11 (Summarecon Bekasi-Cawang) mulai hari ini, Sabtu.
Sopir Ngantuk, Truk Pasir 2 Ton Terguling di Tebet Bikin Macet Panjang

Sopir Ngantuk, Truk Pasir 2 Ton Terguling di Tebet Bikin Macet Panjang

Pengemudi truk, Nur Syaefudin, mengakui rasa kantuk menjadi penyebab utama insiden tersebut.
Percuma Main 6 Kali, Maarten Paes Tetap Dikritik Habis-habisan oleh Pengamat Belanda

Percuma Main 6 Kali, Maarten Paes Tetap Dikritik Habis-habisan oleh Pengamat Belanda

Meski tampil reguler bersama Ajax Amsterdam, Maarten Paes tetap dihujani kritik tajam pengamat Belanda usai performa naik-turun dan dinilai belum konsisten.
Motor Listrik Mau Disubsidi Lagi? Ini Bocoran Menkeu Purbaya

Motor Listrik Mau Disubsidi Lagi? Ini Bocoran Menkeu Purbaya

Sinyal insentif baru ini dinilai penting bagi industri kendaraan listrik nasional, terutama untuk menjaga tren pertumbuhan penjualan motor listrik
Link Live Streaming Semifinal Kejuaraan Asia 2026 Hari Ini: Dua Wakil Indonesia Main di Sesi Sore

Link Live Streaming Semifinal Kejuaraan Asia 2026 Hari Ini: Dua Wakil Indonesia Main di Sesi Sore

Berikut link live streaming semifinal Kejuaraan Asia 2026 yang akan berlangsung pada Sabtu (11/4/2026).

Trending

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Mantan Presiden Jokowi lontarkan respons menohok ke Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla terkait pernyataan JK soal meminta Jokowi untuk menunjukkan
Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Berbeda dengan Piala AFF, FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026, menawarkan keuntungan strategis yang sulit diabaikan.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
Prabowo Geram ke Pengusaha Tambang yang Nakal, Presiden Beri Perintah Jaksa Agung: Pidanakan!

Prabowo Geram ke Pengusaha Tambang yang Nakal, Presiden Beri Perintah Jaksa Agung: Pidanakan!

Presiden Prabowo Subianto geram ke pengusaha tambang yang nakal atau tidak taat pada aturan hukum. Pasalnya, masih terdapat sejumlah pengusaha nakal yang tetap
Selengkapnya

Viral