Viral, Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul, Sultan HB X Lontarkan Komentar Menohok
- tim tvOne - Nuryanto
Jogja, tvOnenews.com - Viral di media sosial terkait postingan bernarasi adanya pembubaran ibadah di salah satu gereja di Sewon, Bantul oleh sekelompok orang. Sontak, insiden itu langsung membuat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X (Sultan HB X) lontarkan komentar menohok.
Kata Sultan HB X, saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Jogja, Senin (25/5/2026), "Yang namanya manusia itu perbedaan itu ada. Tapi tidak memahami bahwa Allah itu memang menciptakan memang rasnya ya berbeda, agama ya berbeda, asal-usulnya juga dari yang berbeda."
"Jadi sebetulnya perbedaan itu keniscayaan, memang ciptaan-Nya begitu. Bukan dia yang paling bener sendiri, enggak ada," jelasnya.
Sebelumnya mencuat di media sosial terkait postingan bernarasi adanya pembubaran ibadah di salah satu gereja di Sewon, Bantul oleh sekelompok orang ramai di media sosial (medsos).
"Lagi dan lagi, hari ini saya mendapatkan laporan tentang adanya pembubaran ibadah paksa yang dialami oleh Jemaat Gereia GMS Bantul oleh oknum-oknum Intolerans. bahkan sampai memakai kekerasan. tolong diatensi broku @yudhawk157," tulis akun Instagram @davidherson_official seperti dilihat tvOnenews.com, Selasa (26/5/2025).
"Apa mereka lupa bahwa Negara ini menjamin sesuai dengan Pasal 29:1&2 Undang-undang dasar 1945 bahwa setiap negara berhak untuk beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Mohon perhatiannva dan tindak secara tegas oknum-oknum intolerans tersebut @kapolri_indonesia @pemkabbantul @kemenag_ri @polresbantuldiy @poldajogja," lanjut akun tersebut.
Plt Kepala Kesbangpol Bantul, Yulius Suharta membenarkan adanya kejadian tersebut. Kata Yulius, kejadian itu terjadi kemarin, Minggu (24/5).
"Kebangpol tidak hanya pada posisi menunggu laporan, tapi dari informasi kemarin ketika berkembang akan ada penolakan terkait kegiatan GMS, kami sudah mengkoordinasikannya," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (25/5/2026).
Bahkan, Yulius menyebut jika Kesbangpol telah mencoba untuk melakukan antisipasi terkait pergerakan tersebut. Akan tetapi, kejadian tersebut akhirnya tetap terjadi.
"Kami sudah mencoba untuk mengantisipasi, tapi memang faktanya kemarin terjadi pergerakan di tempat kegiatan GMS seperti itu," ucapnya.
Sementara itu Forum Jihad Islam (FJI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengaku peristiwa itu terkait dengan perizinan.Â
Load more