Pemerintah Beri Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Alam di Pidie Jaya
- Istimewa
tvOnenews.com - Pagi itu, Nurhayati (43) berdiri di antara ratusan warga di Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya. Di tangannya tergenggam map plastik berisi dokumen keluarga yang selamat dari banjir besar beberapa waktu lalu.
Rumahnya sempat terendam, perabot rusak, dan usaha kecil yang menjadi sumber penghasilan keluarga berhenti total selama berminggu-minggu.
“Yang paling kami harapkan sekarang adalah bisa memulai lagi kehidupan seperti dulu,” ujarnya pelan.
Harapan seperti yang diucapkan Nurhayati itulah yang menjadi alasan pemerintah hadir langsung di Pidie Jaya, Jumat (6/3/2026). Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyerahkan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.
Nilai bantuan yang disalurkan pemerintah mencapai Rp241.616.150.000,- yang terdiri dari berbagai program bantuan untuk pemulihan kehidupan masyarakat.
Bantuan tersebut meliputi jaminan hidup bagi 66.629 jiwa, bantuan isi hunian sementara bagi 18.839 kepala keluarga, serta bantuan stimulan sosial ekonomi untuk jumlah keluarga yang sama. Selain itu, pemerintah juga memberikan santunan kepada 56 ahli waris korban meninggal dunia dan bantuan bagi 23 korban luka akibat bencana tersebut.
Bagi masyarakat Pidie Jaya, bantuan itu bukan sekadar angka. Ia adalah titik awal untuk bangkit kembali.
Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari langkah cepat pemerintah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Alhamdulillah hari ini kita menyerahkan bantuan kepada masyarakat korban bencana. Bantuan ini untuk membantu kebutuhan dasar sekaligus pemulihan ekonomi keluarga,” ujar Tito.

- Istimewa
Tito menjelaskan, bantuan ini merupakan bagian dari paket bantuan nasional untuk wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera yang nilainya mencapai hampir Rp900 miliar.
Pidie Jaya sendiri menjadi salah satu daerah yang menerima bantuan terbesar. Menurut Tito, hal itu terjadi karena pemerintah daerah mampu menyampaikan data korban secara cepat dan lengkap kepada pemerintah pusat.
“Dari hampir Rp900 miliar bantuan tahap pertama, sekitar separuhnya untuk Aceh. Dan dari yang di Aceh, lebih dari Rp200 miliar disalurkan ke Pidie Jaya karena datanya paling cepat dan paling lengkap,” kata Tito.
Pendataan korban menjadi faktor penting dalam proses penyaluran bantuan. Pemerintah memastikan setiap bantuan disalurkan berdasarkan data yang diverifikasi berlapis mulai dari desa hingga kementerian.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga membantu warga kembali menjalankan aktivitas ekonomi.
Pertama, jaminan hidup (jadup) sebesar Rp450.000 per orang yang diberikan selama tiga bulan untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat. Kedua, bantuan isi hunian sementara sebesar Rp3 juta per keluarga untuk mengganti kebutuhan rumah tangga yang rusak akibat bencana. Ketiga, bantuan stimulan sosial ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga yang ditujukan agar masyarakat dapat memulai kembali usaha atau aktivitas ekonomi mereka.
“Tujuan utamanya adalah membantu masyarakat bangkit kembali,” kata Saifullah Yusuf.
Ia menambahkan bahwa bantuan sosial adaptif kebencanaan dirancang agar masyarakat tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki peluang untuk memulihkan ekonomi keluarga setelah bencana.
Di balik proses penyaluran bantuan tersebut, terdapat peran penting PT Pos Indonesia (Persero) sebagai mitra pemerintah dalam distribusi bantuan kepada masyarakat. Dalam kegiatan penyerahan bantuan di Pidie Jaya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Pos Indonesia, Haris, turut hadir bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah.
Kehadiran Pos Indonesia menjadi bagian dari sistem distribusi bantuan sosial yang telah lama digunakan pemerintah untuk menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Dengan jaringan layanan yang menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia, Pos Indonesia memiliki kemampuan logistik dan sistem pembayaran yang memungkinkan bantuan negara disalurkan secara langsung kepada masyarakat penerima.
Plt Direktur Utama Pos Indonesia Haris menegaskan bahwa Pos Indonesia siap memastikan bantuan pemerintah dapat diterima masyarakat secara cepat dan tepat sasaran. Menurut Haris, jaringan kantorpos dan petugas lapangan Pos Indonesia telah lama menjadi bagian dari sistem distribusi bantuan sosial nasional.
“Pos Indonesia memiliki jaringan hingga pelosok daerah. Kami memastikan bantuan negara dapat diterima masyarakat secara langsung, aman, dan tepat sasaran,” ujar Haris.
Di tengah luka dan duka akibat bencana, hadirnya negara, melalui bantuan sosial, koordinasi lintas kementerian, dan distribusi yang menjangkau hingga desa, menjadi simbol bahwa harapan masih ada.(chm)
Load more