Hari Perempuan Internasional: Kisah Pekerja Migran Indonesia Bangun Masa Depan Lewat Pendidikan Finansial
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Upaya memperkuat kemandirian pekerja migran Indonesia kembali didorong oleh organisasi Aidha melalui kampanye BersamaBerdaya.
Inisiatif ini menekankan pentingnya literasi keuangan, pembelajaran antarpekerja migran, serta dukungan komunitas agar para pekerja domestik asal Indonesia mampu membangun masa depan yang lebih stabil.
Kampanye tersebut juga diluncurkan sebagai bagian dari peringatan International Women’s Day 2026.
Dalam program ini, Aidha mengangkat berbagai cerita inspiratif dari pekerja migran yang berupaya memperbaiki kehidupan melalui pendidikan finansial dan penguatan jejaring komunitas.
Program yang telah dimulai sejak Desember 2025 itu melibatkan para lulusan pelatihan Aidha sebagai Duta Berdaya.
Para duta ini mendapatkan pembekalan komunikasi digital, akses hibah, serta wadah untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan pekerja migran lainnya.
Salah satu kisah datang dari Fitria Hendrawati, yang harus menjadi penopang utama keluarganya setelah krisis ekonomi melanda. Ia memanfaatkan pengetahuan keuangan yang diperoleh dari program tersebut untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
“Tidak ada hasil instan, semuanya butuh waktu dan proses,” ujar Fitria dalam keterangan resmi, Minggu (8/3/2026).
Cerita lain datang dari Siti Mujiati, yang memilih bekerja di luar negeri demi masa depan dua anaknya. Ia menilai pendidikan dan perencanaan keuangan menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
“Dengan keberanian dan pendidikan, saya bisa mengubah hidup saya dan masa depan anak-anak,” kata Siti.
Sementara itu, Nur Bayani sempat mengalami masa sulit setelah kehilangan tabungannya akibat penipuan. Melalui program Aidha, ia kemudian memperkuat kemampuan literasi keuangan sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa.
“Sekarang bahasa Inggris saya lebih baik dan saya lebih percaya diri dalam mengambil keputusan,” ujar Nur.
Melalui kampanye ini, Aidha berharap semakin banyak pekerja migran yang memiliki kemampuan mengelola keuangan serta dukungan komunitas yang kuat.
Program tersebut juga menyediakan kelas literasi keuangan berbahasa Indonesia bagi pekerja migran domestik yang bekerja di Singapura.
Load more