Kembangkan Wawasan Teknologi Pertahanan, Mahasiswa UNHAN RI Studi Visit ke Industri Otomotif Militer di Bekasi
- tvOnenews.com/Dean Pahrevi
Jakarta, tvOnenews.com - Sinergi antara dunia pendidikan dan industri strategis nasional terus diperkuat demi mewujudkan kemandirian pertahanan Indonesia.
Pada Selasa (31/3), sejumlah mahasiswa Pascasarjana Manajemen Pertahanan Cohort XVII Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) didampingi oleh Mayjen TNI Priyanto melaksanakan kunjungan studi ke sebuah industri otomotif militer, PT SS Teknika (SSTI) di Bekasi.
Kegiatan ini dirancang untuk memperluas cakrawala mahasiswa mengenai inovasi teknologi pertahanan, khususnya pada sektor kendaraan tempur.
Industri yang dikunjungi tersebut merupakan pemain kunci dalam pengembangan teknologi otomotif nasional yang berfokus pada elektrifikasi, karoseri alat berat, hingga kendaraan untuk keperluan logistik, energi, dan militer.
Langkah ini sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkokoh penguasaan teknologi dalam negeri sebagai fondasi kemandirian industri pertahanan yang berdaya saing tinggi.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, para mahasiswa menyaksikan secara mendalam proses manufaktur, mulai dari pembentukan struktur hingga modifikasi kendaraan tempur agar memiliki ketangguhan optimal di berbagai medan operasi.
Managing Director SSTeknika Group, Cakra Wiyata memberikan penjelasan mendetail mengenai alur produksi serta standar pengecekan kualitas yang sangat ketat.
Cakra Wiyata juga memaparkan peluang besar ekspor kendaraan militer hasil karya anak bangsa ke pasar global serta pentingnya kolaborasi dengan pemerintah.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem industri yang inovatif dan berdaya saing global, sekaligus mendukung sektor pertahanan, transportasi, serta industri energi nasional,” ujar Cakra.
Rombongan mahasiswa ini juga didampingi oleh jajaran pimpinan dan akademisi, di antaranya Editha Praditya Duarte, Laksma TNI Yanda Dwira Firman Z, Brigjen TNI Fahrid Amran, Kolonel Laut Deni Setiawati, Kolonel Laut Aris Sarjito, Mayjen TNI Purn Susilo Adi Purwantoro, Mayjen TNI Purn Agung Risdhianto, Brigjen TNI Ari Pitoyo Sumarno, Marsma TNI Hikmat Zakky Almubaroq, Heru Dewanto, serta Kolonel Caj Purn Herlina Tarigan.
Kehadiran mereka menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis praktik lapangan dalam membentuk kompetensi calon pemimpin bangsa di bidang manajemen pertahanan.
Kegiatan studi industri ini diakhiri dengan sambutan penutup dari Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan RI, Mayjen TNI Priyanto.
Load more