16 Tahun Summarecon Bekasi: Pulihkan Martabat Kota Patriot dari Stigma Negatif Melalui Pembangunan Kawasan Terpadu
- Dokumentasi Summarecon Bekasi
Jakarta, tvOnenews.com - Beberapa tahun lalu, Kota Bekasi sempat menjadi sasaran perundungan netizen di seluruh Indonesia.
Julukan "Planet Bekasi" melekat erat akibat kondisi kota yang identik dengan kepungan asap polusi, kemacetan yang mengular, serta infrastruktur jalan rusak yang seolah menjauhkan kota ini dari standar kenyamanan hunian.
Namun, seiring berjalannya waktu, stigma negatif tersebut perlahan terkikis. Summarecon Bekasi hadir sebagai aktor utama yang berperan besar dalam memulihkan martabat kota patriot ini melalui pembangunan kawasan terpadu yang prestisius.
Kini, di usianya yang menginjak 16 tahun, Summarecon Bekasi telah membuktikan transformasinya dari sekadar rencana kawasan hunian menjadi ikon gaya hidup premium dan pusat bisnis ber-value tinggi.
Langkah bersejarah ini dimulai pada 10 Maret 2010. Sejak saat itu, Summarecon mulai merajut warna baru bagi kehidupan warga lokal melalui inovasi properti yang berkelanjutan serta kehadiran ruang publik yang memicu aktivitas positif bagi komunitas.
Keberhasilan Summarecon dalam mengubah wajah Bekasi Utara tercermin dari pencapaian bisnisnya yang fenomenal.
![]()
Kawasan Summarecon Bekasi. (Foto: Dokumentasi Summarecon Bekasi)
Dalam catatan sejarah penjualannya, perusahaan ini pernah mencatatkan rekor fantastis dengan menjual 2.247 unit apartemen hanya dalam waktu 12 jam.
Pencapaian ini diraih melalui peluncuran tiga menara sekaligus, yakni Tower Azolla, Basella, dan Caldesia. Selain hunian, kawasan ini juga didukung oleh 807 unit komersial yang kini menjadi magnet bagi para pelaku usaha nasional.
Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Magdalena Juliati mengatakan, saat ini Summarecon Bekasi sudah menjadi ikon dan destinasi, bukan hanya oleh warga Bekasi, namun juga kota lain di sekitarnya.
"Mulai dari destinasi pendidikan, karena fasilitas pendidikan berkualitas di sini sudah lengkap, ada Prasekolah Internasional Kipina dengan kurikulum Finlandia, Sekolah Islam Al Azhar, BPK Penabur hingga Binus University. Kemudian destinasi kuliner seperti La Terrazza, Bekasi Food City, hingga yang terbaru yaitu La Spezia, di kawasan Bekasi Central Business District (BCBD) yang kerap viral dan menyedot banyak perhatian karena konsepnya berkuliner di tepi danau dengan deretan tenant ternama," kata Magdalena, dikutip Kamis (9/4).
Pembangunan Flyover KH Noer Ali menjadi tonggak penting yang memecah kebuntuan akses antara Bekasi Utara dan Selatan.
Infrastruktur megah ini tidak hanya menjadi solusi kemacetan, tetapi juga pendorong roda ekonomi kawasan yang sempat tertinggal.
Jembatan sepanjang 130 meter yang dibangun dengan teknik balanced cantilever tanpa tiang penyangga ini bahkan mengharumkan nama Indonesia dengan meraih penghargaan internasional “World Silver Winner” di ajang FIABCI World Prix d’Excellence Award 2017.
![]()
Kawasan Summarecon Bekasi. (Foto: Dokumentasi Summarecon Bekasi)
Ekspansi kawasan ini terus berlanjut dengan pembukaan Summarecon Mall Bekasi 2.
Kehadiran pusat perbelanjaan ini semakin mempertegas posisi Summarecon sebagai pusat tren dan gaya hidup modern. Magdalena pun menegaskan komitmen perusahaan untuk terus bergerak maju.
“Harapan kami di usia ini, kami akan terus berkontribusi untuk kemajuan Kota Bekasi dengan menghadirkan beragam produk-produk terbaik melalui evaluasi dan adaptasi akan perubahan pasar yang terus dinamis," ujarnya.
Summarecon Mal Bekasi (SMB) pun turut mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dalam ajang bergengsi FIABCI World Prix d’Excellence Award 2017 yang digelar di Andorra La Vella, Andorra, pada 26 Mei 2017, SMB berhasil dinobatkan sebagai "World Gold Winner" untuk kategori ritel.
Kemenangan ini diraih berkat strategi pembangunan yang unik, yakni mengedepankan aspek modal sosial (social capital).
Summarecon dinilai sukses mengintegrasikan kearifan lokal untuk menciptakan ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat belanja, tetapi juga sebagai wadah interaksi sosial, penguat ikatan komunitas, hingga sarana belajar bagi anak-anak.
Pencapaian ini sekaligus menobatkan Kota Bekasi sebagai rumah bagi fasilitas komersial yang kualitasnya telah diakui secara global.
Untuk diketahui, FIABCI merupakan organisasi properti paling berpengaruh di dunia yang berbasis di Paris sejak 1945. Sebagai payung besar bagi 120 asosiasi dari 66 negara, federasi ini memiliki kedudukan istimewa sebagai kelompok konsultan tetap bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam industri real estat dunia.
Melalui integrasi hunian, bisnis, dan infrastruktur modern, Summarecon Bekasi sukses menghapus bayang-bayang "Planet Bekasi" dan menggantinya dengan citra kota metropolitan yang membanggakan. (dpi)
Load more