Pola Komunikasi Istana Kian Responsif, Peneliti BRIN Usulkan Bakom Jadi Ujung Tombak
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati memberikan penilaian positif terhadap perkembangan pola komunikasi pihak Istana dalam menyikapi dinamika isu terkini.
Ia menganggap cara pemerintah berinteraksi dengan publik saat ini sudah jauh lebih tanggap.
Pernyataan ini sejalan dengan pandangan analis komunikasi politik, Hendri Satrio, yang sebelumnya menyebut adanya tren perbaikan dalam komunikasi Istana, kendati masih terlihat unsur spontanitas di dalamnya.
"Saya pikir komunikasi Istana memang sudah responsif dengan isu-isu aktual," ujar Wasisto dalam menanggapi observasi Hendri Satrio tersebut.
Meski demikian, Wasisto menekankan pentingnya optimalisasi peran Badan Komunikasi (Bakom).
Menurutnya, lembaga tersebut harus diposisikan di barisan terdepan dalam menyosialisasikan sikap dan kebijakan pemerintah kepada khalayak luas.
"Ada baiknya pula peran Bakom ini lebih aktif dan terdepan dalam menyampaikan pandangan pemerintah ke publik, karena Bakom ini yang mempunyai tugas utama sebagai lembaga komunikasi, tujuannya supaya pesan yang disampaikan sesuai dengan tugas utama institusi itu," jelas Wasisto.
Wasisto juga membedah peran Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya serta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Walaupun keduanya terlibat dalam aktivitas komunikasi, ia mengingatkan bahwa tugas utama mereka sangat menyita waktu di bidang administrasi kenegaraan. Oleh karena itu, Bakom diharapkan hadir untuk mengisi ruang publik tersebut.
"Tentunya peran Seskab dan Mensesneg lebih banyak di urusan administrasi negara yang itu sudah menyita banyak perhatian, meski begitu Bakom itu perlu dimunculkan juga supaya lembaga ini terlihat perannya di ruang publik," tambahnya.
Di sisi lain, Hendri Satrio yang akrab disapa Hensa, melihat adanya perubahan gaya yang cukup menonjol sejak Seskab Teddy aktif mengambil peran dalam merespons berbagai persoalan yang muncul di masyarakat.
"Saya melihat ada perbaikan yang sangat signifikan dari pola komunikasi politik di lingkungan Istana, terutama saat Seskab Teddy makin aktif dalam memainkan peran ini," kata Hensa kepada wartawan.
Bagi Hensa, kemajuan ini bukan diukur dari seberapa sering pihak Istana muncul di hadapan media, melainkan pada efektivitas pesan yang dilemparkan ke publik.
"Yang menarik, perbaikannya bukan karena Istana jadi lebih banyak bicara, tapi karena yang disampaikan terasa lebih tepat, lebih singkat, dan langsung ke pokok persoalan," tuturnya.
Hensa juga mencatat adanya pergeseran paradigma komunikasi, dari yang semula cenderung defensif menjadi lebih fokus pada pemberian solusi.
Menurutnya, konsistensi dalam menjaga pola ini sangat krusial bagi citra pemerintah ke depan.
"Kalau pola ini dijaga, publik bisa melihat bahwa ada kematangan baru dalam cara Istana mengelola komunikasi," ujar Hensa. (dpi)
Load more