Gus Ipul Bocorkan Waktu Penyelenggaraan Muktamar NU: Agustus, Jangan Terbawa Isu
- tvOnenews/Syifa Aulia
Jakarta, tvOnenews.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bocorkan waktu penyelenggaraan Muktamar NU.
Kata dia, Muktamar NU akan digelar bulan Agustus tahun ini. Bahkan, Gus Ipul menyebut tanggal persis dan tempatnya masih dalam pembahasan.
"Sudah ditentukan kalau pelaksanaannya bulan Agustus, tapi tanggal dan tempatnya itu belum dibahas tapi diserahkan pada kesempatan pertama antara Rais Aam dan Ketua Umum untuk bisa melakukan pembicaraan terlebih dahulu," ucap Gus Ipul setelah menghadiri acara Halal Bihalal Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).
Gus Ipul menyebut panitia inti Muktamar telah terbentuk, dimana dirinya yang menjabat sebagai ketua.
Selain itu, kata dia, ada Katib Am PBNU sebagai Steering Committee (SC), Mohammad Nuh sebagai sekretaris SC dan Amin Said Husni sebagai sekretaris Organizing Committee (OC).
"Kami berempat sedang berembuk untuk mengusulkan nama-nama melengkapi kepanitiaan yang insyaallah akan menyelenggarakan dua event sekaligus yang merupakan satu rangkaian: Munas Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama," ucapnya.
Gus Ipul mengingatkan seluruh pengurus wilayah dan cabang untuk fokus dalam penyelenggaraan Muktamar tersebut. Dirinya meminta pengurus wilayah jangan termakan isu yang tidak benar.
"Saya ingin menyampaikan kepada khususnya pengurus wilayah dan cabang untuk bersabar mengikuti informasi yang resmi, jangan terbawa isu-isu yang tidak benar ya. Jadi semuanya sedang dalam proses dan semuanya berjalan dengan kondusif, berjalan dengan baik," bebernya.
Dalam acara hari ini sendiri, Gus Ipul menyebut turut dibahas terkait persiapan Muktamar. Ada sejumlah tokoh hadir, salah satunya Wakil Presiden RI ke-13 Ma'ruf Amin.
"Ini kesempatan kita bertemu, bertukar pikiran dan juga sekaligus memperoleh informasi mutakhirlah tentang banyak hal, salah satunya persiapan Muktamar Nahdlatul Ulama," pungkasnya. (aag)
Load more