Sokong Visi Presiden Prabowo, William Tawarkan Konsep HIPMI 8%
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Bursa calon Ketua Umum (Ketum) BPP HIPMI semakin menarik disimak jelang pelaksanaan Munas ke-XVIII.
Terbaru, William Heinrich yang resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketum BPP HIPMI turut menawarkan konsep miliknya.
Konsep strategis tersebut berupa gagasan 'HIPMI 8%' sebagai kontribusi konkret dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
William mengaku gagasan itu sebagai bentuk dukungan terhadap arah kebijakan ekonomi yang tengah dijalankan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
"Target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan fundamental agar Indonesia mampu keluar dari jebakan middle income trap," kata William kepada awak media, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
William menekankan momentum bonus demografi harus dimanfaatkan melalui langkah-langkah strategis yang melibatkan seluruh elemen termasuk pengusaha muda sebagai penggerak sektor riil.
Menurutnya keterbatasan ruang fiskal negara menjadi alasan kuat mengapa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.
"Oleh karena itu, HIPMI harus mengambil peran lebih aktif sebagai motor pertumbuhan ekonomi. Organisasi ini perlu bertransformasi menjadi kekuatan produktif yang mampu menciptakan nilai tambah, bukan hanya bergantung pada proyek-proyek pemerintah," katanya.
William juga menyoroti persoalan efisiensi ekonomi nasional yang masih menjadi tantangan.
Tingginya rasio ICOR menunjukkan bahwa penggunaan modal belum optimal.
Untuk itu HIPMI akan hadir sebagai agen penurun ICOR melalui peningkatan Total Factor Productivity (TFP) dengan mendorong digitalisasi usaha, pemanfaatan teknologi, serta efisiensi rantai pasok.
"Dengan pendekatan ini, investasi diharapkan mampu menghasilkan output yang lebih besar dan berkelanjutan. HIPMI akan difokuskan sebagai wadah pengembangan pengusaha muda yang mampu tumbuh dan memberikan kontribusi nyata terhadap penerimaan negara," jelasnya.
Di sisi lain, William menargetkan lahirnya 10.000 pengusaha produktif baru yang mampu bertahan, menghasilkan keuntungan, dan menyerap tenaga kerja lokal.
Ia juga berencana melakukan reformasi indikator kinerja organisasi dengan menitikberatkan pada dampak ekonomi nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.
"Jika strategi ini berjalan optimal, kontribusi anggota HIPMI diproyeksikan dapat menghasilkan tambahan output ekonomi hingga Rp20 triliun di pasar domestik," ungkapnya.
William menegaskan konsep 'HIPMI 8' merupakan langkah strategis yang layak mendapatkan perhatian dan apresiasi.
Load more