Proyek ICDI Resmi Dicanangkan, Daram Mau Bangun Islamic Center 75 Hektar Bertaraf Internasional
- Ist
Jakarta, tvOnenews.com - Dewan Pimpinan Pusat Daram (Da’i Rantau Minang) resmi meluncurkan rencana pembangunan Islamic Center Daram Internasional (ICDI).
Gagasan besar disampaikan di dalam acara silaturahmi sekaligus peresmian kantor DPP Daram dan penggalangan investor pada Jumat (17/4/2026) di Jakarta.
Proyek ini rencananya dirancang sebagai pusat peradaban, pendidikan, dan kajian Islam berstandar internasional. Konsepnya menggabungkan nilai-nilai Islam dengan kearifan budaya Minangkabau.
Ketua Umum Daram, Buya Dr. Elfa Mukhlis, MA, menegaskan bahwa ICDI ditujukan sebagai pusat peradaban Islam yang inovatif dan membawa perubahan.
“Kami ingin menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil-alamin di tingkat internasional, dengan tetap menguatkan identitas Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,” ujarnya menekankan landasan falsafah Minangkabau dalam proyek ini.
Ketua Daram, Buya Chairat, menjelaskan bahwa ICDI tidak hanya berupa pembangunan masjid, tetapi dirancang sebagai ekosistem kehidupan Islami yang terintegrasi. Kawasan ini akan dibangun di atas lahan seluas 75 hektar dengan konsep aktivitas yang berjalan selama 24 jam.
Adapun pembagian kawasan meliputi:
- Kawasan inti seluas 10 hektar yang mencakup kompleks Islamic Center seluas 5 hektar dengan masjid utama berukuran 100 x 100 meter, serta pusat bisnis Daram seluas 5 hektar.
- Kawasan pengembangan seluas 65 hektar yang terdiri dari taman wisata edukasi seluas 25 hektar, area bisnis komersial, serta kawasan hunian Islami seluas 35 hektar dengan kapasitas sekitar 2.000 unit.
Ketua panitia yang juga Bendahara Daram Internasional, Supriyadi, ST., MM, memaparkan bahwa proyek ini disiapkan dengan skema pendanaan yang matang. ICDI akan dibiayai melalui konsorsium investor untuk menjamin keberlanjutan pembangunan dan operasional.
“Kami belajar dari banyak proyek besar yang mangkrak karena ketergantungan pada donasi. Oleh karena itu, ICDI dirancang mandiri secara finansial melalui pengelolaan pusat bisnis, area komersial, dan wisata edukasi yang akan menghasilkan cashflow berkelanjutan,” jelas Supriyadi.
Dari total lahan, seluas 10 hektar akan dihibahkan kepada Yayasan Daram untuk fungsi sosial dan ibadah. Sementara 65 hektar lainnya akan dikelola oleh entitas investor, baik dalam bentuk perusahaan maupun yayasan, guna menopang operasional kawasan.
Load more