Delegasi WCPP 2026 Kagumi Pembinaan Narapidana di Bangli dan Karangasem
- Istimewa
Karangasem, tvOnenews.com - Delegasi internasional mengapresiasi praktik pembinaan narapidana berbasis kearifan lokal yang diterapkan di Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan usai kunjungan ke Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli dan Griya Abhipraya Dharma Laksana Bapas Kelas II Karangasem, Jumat (17/4/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 di Bali.
Para peserta meninjau langsung pelaksanaan pembinaan, mulai dari pelatihan keterampilan, layanan kesehatan, hingga proses reintegrasi sosial yang mengintegrasikan nilai budaya lokal.
Delegasi juga menyaksikan hasil karya warga binaan serta meninjau fasilitas pendukung, termasuk sarana asimilasi dan edukasi serta unit kegiatan kerja produktif.
Kunjungan dilanjutkan ke Karangasem untuk melihat pembimbingan klien pemasyarakatan yang menggabungkan pelatihan vokasional dengan nilai budaya melalui kerja sama dengan lembaga lokal.
“Saya sangat mengapresiasi kunjungan ini. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami tentang bagaimana menggabungkan nilai budaya dalam proses pembinaan dan pembimbingan,” ujar Ayyub dari Singapore Prison Service.
Para peserta menilai pendekatan berbasis budaya yang diterapkan Indonesia memberikan perspektif baru dalam sistem pemasyarakatan global, khususnya dalam mengintegrasikan aspek rehabilitasi dengan kearifan lokal.
“Sistem pemasyarakatan tidak lagi semata tentang pemenjaraan, tetapi juga tentang pemulihan,” tegas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menambahkan bahwa forum internasional ini menjadi ruang berbagi praktik terbaik antarnegara dalam pengembangan sistem pembinaan yang lebih efektif.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 400 peserta dari 44 negara ini juga diharapkan memperkuat kolaborasi global dalam mewujudkan sistem keadilan yang lebih inklusif dan berorientasi pada pemulihan.
Load more