RUPST 2026: PT United Tractors Tbk Bagi Dividen Rp1.663 per Saham, Total Capai Rp5,92 Triliun
- Pixabay
tvOnenews.com - PT United Tractors Tbk resmi menetapkan dividen tunai sebesar Rp1.663 per lembar saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026.
Tak hanya soal dividen, RUPST yang digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, juga menghasilkan perubahan penting dalam struktur kepemimpinan.
Sejumlah nama baru masuk dalam jajaran direksi dan dewan komisaris, menandai fase baru bagi perusahaan yang merupakan bagian dari PT Astra International Tbk tersebut.
Di tengah dinamika industri alat berat dan pertambangan, keputusan ini mencerminkan strategi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara imbal hasil kepada pemegang saham dan kesinambungan bisnis jangka panjang.
Dividen Rp1.663 per Saham, Total Capai Rp5,92 Triliun
Melansir dari Antara, dalam RUPST 2026, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian sebesar Rp14,8 triliun, dengan alokasi utama berupa dividen tunai.
“Perseroan menyetujui sebesar Rp1.663 per lembar saham atau sebanyak-banyaknya Rp5,92 triliun akan dibagikan sebagai dividen tunai,” ujar Corporate Secretary UNTR Ari Setiawan.
Dividen tersebut terdiri dari dua komponen, yakni dividen interim sebesar Rp567 per saham (Rp2,06 triliun) yang telah dibayarkan pada 24 Oktober 2025, serta dividen final Rp1.096 per saham yang akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat pada 28 April 2026 pukul 16.00 WIB, dan dibayarkan pada 18 Mei 2026.
Namun, total dividen yang diterima pemegang saham bisa berubah. Hal ini berkaitan dengan program buyback saham yang masih berjalan, sehingga jumlah saham yang berhak menerima dividen akan menyesuaikan dengan daftar pemegang saham pada recording date.
Kinerja 2025: Laba Turun, Aset Justru Menguat
Keputusan pembagian dividen ini tidak lepas dari kinerja keuangan UNTR sepanjang 2025. Perusahaan mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp15,17 triliun, turun dibandingkan Rp20,11 triliun pada 2024.
Penurunan ini sejalan dengan turunnya pendapatan dari Rp134,42 triliun menjadi Rp131,30 triliun. Meski demikian, terdapat indikator positif dari sisi neraca.
Total aset perusahaan justru meningkat menjadi Rp177,63 triliun dari sebelumnya Rp169,48 triliun. Di sisi lain, liabilitas juga naik dari Rp71,30 triliun menjadi Rp74,50 triliun.
Data ini menunjukkan adanya pergeseran strategi: meski profitabilitas menurun, perusahaan tetap memperkuat fondasi asetnya.
Dalam konteks industri, langkah ini kerap dilakukan untuk menjaga kapasitas ekspansi di tengah fluktuasi pasar komoditas.
Rombak Direksi dan Komisaris, Siapa Saja yang Masuk?
Selain dividen, RUPST 2026 juga menetapkan susunan baru direksi dan dewan komisaris untuk masa jabatan hingga RUPST 2027.
Direksi:
* Presiden Direktur: Iwan Hadiantoro
* Direktur: Idot Supriadi
* Direktur: Widjaja Kartika
* Direktur: Vilihati Surya
* Direktur: Ari Sutrisno
* Direktur: Hendra Hutahean
* Direktur: Andreas
Dewan Komisaris:
* Presiden Komisaris: Frans Kesuma
* Komisaris Independen: Paulus Bambang Widjanarko
* Komisaris Independen: Bruce Malcolm Cox
* Komisaris Independen: Ignasius Jonan
* Komisaris: Djoko Pranoto Santoso
* Komisaris: Rudy
* Komisaris: Gita Tiffani Boer
* Komisaris: Lincoln Lin Feng Pan
Perubahan ini diharapkan memperkuat arah strategis perusahaan, terutama dalam menghadapi tantangan industri ke depan.
Selain itu, RUPST juga memberikan kewenangan kepada dewan komisaris untuk menentukan gaji dan tunjangan direksi dengan mempertimbangkan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi.
Secara keseluruhan, hasil RUPST 2026 menunjukkan langkah konsolidasi yang cukup jelas. Di satu sisi, perusahaan tetap memberikan dividen besar sebagai bentuk komitmen kepada investor.
Di sisi lain, restrukturisasi manajemen dan penguatan aset menjadi sinyal bahwa fokus jangka panjang tetap dijaga.
Dengan dinamika industri yang terus berubah, kombinasi antara distribusi keuntungan dan penyesuaian strategi internal akan menjadi kunci bagi keberlanjutan kinerja PT United Tractors Tbk ke depan. (udn)
Load more