IHSG dan Rupiah Lanjutkan Tren Penguatan, Harga Emas Bertahan di atas $5.000 per Ons
- tim tvOne/Sri Wanasari
Medan, tvOnenews.com - IHSG pada perdagangan hari ini dibuka melemah ke level 8.031, meskipun sejauh ini kinerja IHSG berbalik arah dan diperdagangkan di zona hijau.
Mayoritas bursa saham di Asia yang alami penguatan menjadi sentimen positif bagi IHSG untuk bergerak mengikuti pola pergerakan bursa saham di Asia pada umumnya. IHSG berpeluang menguat dan berpotensi menguji level 8.130.
Mata uang Rupiah di sisi lainnya juga bergerak menguat dikisaran level 16.785 per US Dolar. Penguatan Rupiah terjadi di saat kinerja USD index alami pelemahan ke level 96.92, yang turut diikuti dengan melemahnya imbal hasil US Treasury 10 tahun di bawah level 4.2%.
Dua indikator tersebut berpeluang menciptakan tekanan pada US dolar pada sesi perdagangan di Asia.
Sementara itu, harga emas dunia ditransaksikan stabil dikisaran level $5.043 per ons troy, atau masih dikisaran harga Rp2.7 juta per gramnya. Sekalipun belum ada tanda – tanda kemungkinan perdamaian yang akan tecipta antara Iran dengan AS. Namun orientasi pelaku pasar akan tertuju kepada data-data ekonomi AS untuk sementara waktu.
“Dimana data inflasi dan data ketenagakerjaan AS akan menjadi acuan pembentukan suku bunga acuan kedepannya. Pasar akan lebih melihat bagaimana nantinya respon Bank Sentral AS, seiring dengan kinerja ekonomi AS yang belakangan memburuk. Namun pelaku pasar juga akan sangat berhati-hati dengan dinamika geopolitik yang bisa saja berubah dengan cepat dan bisa memicu gejolak baru di pasar keuangan," ujar analis keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, Selasa (10/2/2026). (Tim tvOne/wna)
Load more