Indonesia–Prancis Perkuat Kemitraan Strategis Kebudayaan, Dorong Kolaborasi Museum dan Industri Budaya
- Istimewa
Kerja sama di bidang museum dan warisan budaya ini juga mencakup program mobilitas mahasiswa dan profesional, termasuk penempatan profesional Indonesia di sejumlah museum besar di Paris, serta proyek pameran berskala besar. Indonesia dan Prancis juga mendorong pendalaman kolaborasi riset bersama dengan École française d’Extrême-Orient (EFEO), terkait artefak Hindu-Buddha dan situs warisan budaya Indonesia.
Kedua negara juga mencatat penguatan signifikan kerja sama di bidang industri budaya. Dalam sektor film dan animasi, kedua menteri menyambut keberhasilan Indonesia–France Film Lab, penguatan keterlibatan La Fémis dan CNC dalam program penguatan kapasitas, penyelenggaraan pertemuan produksi film bersama (co-production) di Paris pada Desember 2026. Menjelang Festival Film Cannes 2026, kedua pihak juga menyoroti pentingnya program Next Step Studio Indonesia, sekaligus menyambut partisipasi perdana Indonesia dalam Annecy International Animation Film Festival. Kedua menteri juga mendorong pendalaman kerja sama dalam pelestarian dan restorasi warisan film.
Dalam bidang literasi dan perbukuan, kedua pihak menyambut pembentukan Choix Goncourt Indonésie, yang diharapkan membuka ruang baru bagi dialog sastra Indonesia–Prancis, sejalan dengan penguatan program Read Indonesia. Kedua negara juga menegaskan pentingnya memperluas kerja sama dengan Centre national du livre (CNL) untuk mendukung residensi, penerjemahan, penerbitan, dan pertukaran sastra. “Kami menyambut berbagai kerja sama yang semakin kuat dalam bidang sastra, termasuk kunjungan delegasi Prancis yang akan dipimpin oleh Presiden Académie Goncourt ke Makassar International Writers Festival pada Mei 2026, serta pengembangan Rimbaud Residency melalui kemitraan antara Cité Internationale de la Langue Française dan Kota Semarang,” ujar Menteri Kebudayaan Pégard.
Kerja sama Indonesia–Prancis juga ditegaskan melalui komitmen bersama untuk memperkuat mobilitas talenta muda dan profesional kebudayaan, baik melalui festival internasional, residensi timbal balik, maupun kerja sama pendidikan. “Saya menyambut komitmen sejumlah institusi Prancis seperti École du Louvre, La Fémis, École Duperré, dan ENSAD-PSL untuk menerima mahasiswa Indonesia, serta peluang bagi mahasiswa Prancis untuk menjalani magang di Indonesia. Jalur ini juga diharapkan dapat terhubung lebih sistematis dengan ekosistem Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya,” ujar Menbud.
Load more