LPPOM MUI Gelar Festival Syawal 1447 H, Kokohkan Industri Halal dari Hulu hingga Dorong UMKM Semakin Berkelas
- LPOM MUI
Jakarta, tvOnenews.com - Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) berhasil menggelar acara Puncak Festival Syawal 1447 H. Acara ini berlangsung di Menara Peninsula Hotel pada Kamis (30/4/2026).
LPPOM MUI mengambil acara ini dengan tema "Toko Bahan Baku Halal, Langkah Awal Menuju UMKM Tangguh". Tujuannya untuk menguatkan industri halal dari hulu terutama dari bahan baku dan UMKM sebagai fondasi kepercayaan dan daya asing global.
Direktur Utama LPPOM MUI, Muti Arintawati menyampaikan acara ini pertama kali digelar pada 2021. Program tersebut tidak hanya sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi ruang strategis mendorong UMKM semakin naik kelas lewat sertifikasi halal, edukasi, serta penguatan rantai pasok.
"Bagi kami, pemberdayaan UMK bukan hanya soal menerbitkan sertifikat halal, namun juga membekali mereka (UMKM) bisa naik kelas," ujar Muti.
- LPPOM MUI
Muti menjelaskan Festival Syawal sudah tercatat mengedukasi hampir 10.000 peserta hingga 2025. Selain itu, acara penting ini juga memberikan fasilitas sertifikasi halal untuk lebih dari 1.500 UMK.
Akan tetapi, bagi Muti, pencapaian ini tidak membuat LPPOM MUI cepat puas dan menjadi titik akhir. Maka dari itu, Festival Syawal 2026 mengambil tema yang muncul dari tantangan nyata di lapangan.
Ia menyoroti faktor para pelaku UMKM mengalami kesulitan menjalani aktivitasnya. Akibatnya, mereka susah mendapatkan bahan baku yang sudah dijamin kehalalannya.
"Kita tidak bisa hanya mendorong hilir tanpa memperkuat hulu. Toko bahan baku halal masih menjadi mata rantai yang perlu diperkuat dalam ekosistem halal kita," jelasnya.
Lebih lanjut, LPPOM tidak bisa berdiam diri di tengah kesulitan para pelaku UMK. Muti menjelaskan, pihaknya membuat inisiasi pengembangan toko bahan baku halal di sejumlah daerah.
Inisiasi ini meliputi pilot project toko daging halal Metaly di Bogor. Selain itu, LPPOM juga akan membuat rencana ekspansi ke sejumlah wilayah.
Kemudian, lembaga ini membuka fasilitas sertifikasi halal untuk pelaku usaha toko bahan baku. Walau belum menyediakan banyak kuota, namun menjadi bentuk kesadaran betapa pentingnya sertifikasi halal.
Load more