News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masinis Ungkap Kecepatan KA Argo Bromo Anggrek saat Menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur

Kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line ini tengah menjadi fokus investigasi intensif otoritas terkait. Kesaksian masinis -
Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:19 WIB
Momen saat masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri berbicara terkait insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Sumber :
  • ANTARA - Tangkapan layar Youtube @trainspotter_id

tvOnenews.com – Tragedi memilukan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) hingga kini masih menyisakan duka mendalam. Kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line ini tengah menjadi fokus investigasi intensif otoritas terkait.

Di tengah proses penyelidikan, kesaksian masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandi menjadi perhatian publik. Ia membeberkan adanya kejanggalan pada sistem sinyal sesaat sebelum benturan keras yang tak terelakkan itu terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nofiandi, yang saat itu mengendalikan rangkaian kereta cepat relasi Jakarta-Surabaya tersebut, mengaku sangat syok. Melalui tayangan di kanal YouTube Trainspotter ID, ia menceritakan betapa mencekamnya situasi di kabin masinis.

“Sama, kalau syok saya juga syok. Alhamdulillah, penumpang KA Bromo Anggrek relatif aman. Justru yang terdampak adalah penumpang KRL di bagian paling belakang,” ungkap Nofiandi dengan nada bergetar.

Momen saat masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri buka suara terkait insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Momen saat masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri buka suara terkait insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube @trainspotter_id - ANTARA

Nofiandi menduga kuat adanya malfungsi pada sistem persinyalan. Menurutnya, secara teknis ada protokol standar yang mustahil dilanggar jika sistem bekerja normal, yakni transisi warna lampu sinyal yang tidak boleh berubah secara drastis.

“Tadi sudah ada informasi dari PK (Pusat Kendali), tapi saya belum sepenuhnya copy (menerima informasi), sudah keburu sinyalnya merah. Seharusnya sinyal tidak bisa langsung merah, karena dari Bekasi sinyalnya hijau. Secara koneksi, kalau di sana hijau, di sini maksimal kuning, tidak bisa langsung merah,” papar Nofiandi.

Terkait kecepatan, ia menegaskan bahwa KA Argo Bromo Anggrek melaju dalam koridor normal operasional, yakni di kisaran 110 hingga 120 km/jam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kecepatannya lumayan, sekitar 110-an (km/jam)," jelasnya. Kecepatan tersebut diklaim masih dalam batas toleransi maksimal yang diizinkan untuk rangkaian kelas Argo.

Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Sumber :
  • Antara
Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Selengkapnya

Viral