News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Film, Perang Sipil Simpanse Ini Benar-Benar Terjadi di Uganda

Di hutan Kibale National Park, Uganda, para ilmuwan menyaksikan sesuatu yang selama ini dianggap sangat langka di dunia hewan yaitu perang sipil antar simpanse.
Rabu, 6 Mei 2026 - 21:03 WIB
Salah satu alpha di kelompok simpanse di Komunitas Ngogo di Taman Nasional Kibale, Uganda
Sumber :
  • Netflix

Jakarta, tvOnenews.com - Di hutan Kibale National Park, Uganda, para ilmuwan menyaksikan sesuatu yang selama ini dianggap sangat langka di dunia hewan yaitu perang sipil antar simpanse.

Bukan sekadar perebutan wilayah biasa, konflik ini melibatkan kelompok simpanse yang dulunya hidup bersama dalam satu komunitas besar sebelum akhirnya pecah menjadi dua kubu dan saling menyerang selama bertahun-tahun. Fenomena ini terjadi pada komunitas simpanse Ngogo, kelompok simpanse liar terbesar yang pernah dipelajari ilmuwan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kisah mereka bahkan diangkat dalam dokumenter Netflix berjudul Chimp Empire yang memperlihatkan kompleksnya politik, perebutan kekuasaan, hingga konflik brutal di antara simpanse Ngogo.

Awalnya Hidup Damai dalam Kelompok Besar
Selama puluhan tahun, komunitas Ngogo dikenal sebagai salah satu kelompok simpanse paling stabil yang pernah diamati. Penelitian terhadap mereka sudah berlangsung sejak 1995 di Kibale National Park, Uganda.

Kelompok ini disebut menjadi salah satu kelompok simpanse terbesar, terdiri dari lebih dari 200 simpanse. Mereka hidup dalam struktur sosial yang rumit. Ada perebutan status, aliansi politik antar pejantan, hingga patroli wilayah layaknya kelompok militer kecil.

Namun di balik stabilitas itu, ilmuwan mulai melihat tanda-tanda perpecahan sejak akhir 1990-an. Simpanse tertentu mulai lebih sering berkelompok dengan anggota yang sama dan jarang berinteraksi dengan kelompok lain. 

Perlahan, komunitas besar itu terbelah menjadi dua faksi yaitu kelompok Barat (Westerner) dan kelompok Tengah (Central Group).

Dari Perpecahan Jadi Perang Berdarah
Sekitar 2015, perpecahan itu menjadi permanen. Lalu pada 2018, konflik berubah menjadi kekerasan mematikan.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science, Westerner mulai melakukan serangan terkoordinasi terhadap Central Group. Mereka menyerang simpanse yang sendirian atau terpisah dari kelompok utama.

Serangan itu sangat brutal. Para peneliti mendokumentasikan simpanse menggigit, memukul, menendang, hingga menyeret korban. Yang paling mengejutkan, korban bukan hanya pejantan dewasa, tetapi juga bayi simpanse.

Hingga 2026, sedikitnya 28 simpanse dilaporkan tewas dalam konflik ini, sebagian besar berasal dari kelompok Tengah.

Kenapa Perang Ini Sangat Menarik bagi Ilmuwan?
Konflik Ngogo dianggap luar biasa karena menjadi salah satu contoh paling jelas tentang “perang sipil” di dunia hewan.

Biasanya, konflik simpanse terjadi antar kelompok yang memang sudah berbeda sejak awal. Namun di Ngogo, kedua kubu dulunya berasal dari komunitas yang sama. Mereka pernah hidup bersama, berburu bersama, bahkan saling merawat.

Bagi ilmuwan, hal ini menarik karena memperlihatkan bahwa identitas kelompok dan permusuhan bisa muncul bahkan pada kerabat dekat yang sebelumnya hidup damai. Banyak peneliti melihat kemiripan pola ini dengan konflik manusia.

Penelitian ini juga memunculkan pertanyaan besar, apakah akar kekerasan kolektif dan perang sebenarnya sudah ada sejak nenek moyang primata?

Apa Penyebab Perang Sipil Simpanse Ini?
Sampai sekarang, ilmuwan belum menemukan satu penyebab tunggal. Namun ada beberapa teori utama mengapa terjadi perang sipil berdarah pada kelompok simpanse di Ngogo ini.

1. Kelompok Terlalu Besar
Komunitas Ngogo dianggap sangat besar untuk ukuran simpanse liar. Beberapa peneliti menduga jumlah anggota yang terlalu banyak membuat persaingan makanan, wilayah, dan pasangan menjadi semakin intens.

Pada banyak spesies primata, kelompok yang terlalu besar memang kerap terpecah menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil untuk mengurangi persaingan sumber daya. 

Namun pada simpanse, perpecahan permanen seperti ini sangat jarang terjadi. Bukti genetik menunjukkan peristiwa tersebut kemungkinan hanya terjadi sekitar sekali dalam 500 tahun.

Sebelumnya, hanya ada satu kasus serupa yang pernah dilaporkan, yakni pada 1970-an di Gombe, Tanzania, dalam penelitian jangka panjang milik Jane Goodall. 

Namun kasus itu masih menjadi perdebatan karena para simpanse di sana diberi makanan oleh peneliti, sehingga dikhawatirkan memengaruhi perilaku mereka.

Sementara itu, pada komunitas Ngogo di Uganda, simpanse-simpanse tersebut tidak pernah diberi makan oleh peneliti.

Karena itu, para ilmuwan menganggap kasus ini memberikan gambaran yang lebih alami dan lebih lengkap mengenai bagaimana perpecahan kelompok dapat terjadi pada simpanse liar. 

Penelitian di Ngogo sendiri telah berlangsung hampir tiga dekade di bawah pengamatan John Mitani dari University of Michigan bersama tim peneliti dan staf lapangan Uganda.

2. Kematian “Tokoh Penengah”
Peneliti juga menemukan beberapa simpanse pejantan senior yang sebelumnya menjadi penghubung antar kelompok mati karena penyakit sekitar 2014–2015. Setelah mereka hilang, hubungan sosial antar faksi mulai memburuk.

3. Perebutan Kekuasaan
Dalam komunitas simpanse, status sosial sangat penting. Pejantan dominan memiliki akses lebih besar terhadap makanan dan pasangan. Ketika hierarki berubah, konflik antar aliansi bisa meningkat tajam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokumenter Chimp Empire
Popularitas Dokumenter Chimp Empire di Netflix membuat dunia melihat bahwa kehidupan sosial simpanse ternyata jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan.

Dokumenter itu memperlihatkan bagaimana simpanse membentuk aliansi politik, melakukan patroli wilayah, hingga menjalankan strategi sosial untuk mempertahankan kekuasaan. 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu di Pasar Baru Jakpus, Seorang Pria Ditangkap

Polisi Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu di Pasar Baru Jakpus, Seorang Pria Ditangkap

Peredaran sabu seberat satu kilogram lebih berhasil digagalkan oleh Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat di kawasan Pasar Baru, Sawah Besar. 
Mantan Bupati Hingga Kader PDIP Login PSI

Mantan Bupati Hingga Kader PDIP Login PSI

Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Bandar Lampung di Pondok Rimbawan, Bandar Lampung.
Ditanya Ingin Boyong Pemain Timnas Indonesia ke Persija, Jawaban Shin Tae-yong Ini Bikin Penasaran

Ditanya Ingin Boyong Pemain Timnas Indonesia ke Persija, Jawaban Shin Tae-yong Ini Bikin Penasaran

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, akhirnya angkat bicara soal rumor transfer yang mengaitkan sejumlah pemain Timnas Indonesia dengan Macan Kemayoran.
Selandia Baru Angkat Koper! Ini Daftar Lengkap 12 Tim yang Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Selandia Baru Angkat Koper! Ini Daftar Lengkap 12 Tim yang Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Daftar tim yang gagal melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026 kembali bertambah. Kali ini, Selandia Baru dipastikan harus angkat koper lebih cepat.
Sejumlah Provokator Menyusup di Demo Depan Gedung Grahadi Surabaya, Aksi Damai Mendadak Mencekam

Sejumlah Provokator Menyusup di Demo Depan Gedung Grahadi Surabaya, Aksi Damai Mendadak Mencekam

Aksi unjuk rasa bertajuk gerakan #IndonesiaSekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berakhir dengan bentrokan hebat pada Jumat malam (26/6/2026).
Tergiur Barang Mewah, ART Angel Lelga Ditangkap Usai Diduga Curi Kaus Kaki Gucci hingga Vitamin

Tergiur Barang Mewah, ART Angel Lelga Ditangkap Usai Diduga Curi Kaus Kaki Gucci hingga Vitamin

Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial EW kini harus berurusan dengan hukum setelah diduga melakukan pencurian di kediaman artis Angel Lelga.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni yang merupakan hari kedua dari rangkaian seri ke-8 Formula 1 musim ini akan tersjai sesi latihan bebas dan kualifikasi.
Selengkapnya

Viral