News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soroti Kasus Pelecehan di Ponpes Pati, DPR: Indonesia Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak

Kasus pencabulan terhadap 20 santriwati di Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, Jawa Tengah, memantik sorotan dan amarah warga, terkhusus sorotan dari anggota DPR RI. 
Rabu, 6 Mei 2026 - 23:13 WIB
Ilustrasi - Kekerasan terhadap santriwati.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus pencabulan terhadap 20 santriwati di Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, Jawa Tengah, memantik sorotan dan amarah warga, terkhusus sorotan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. 

Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia, menyebut rentetan kasus kekerasan yang terus berulang sebagai tanda darurat nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini mencuat di tengah belum tuntasnya persoalan kekerasan anak di daycare Yogyakarta.

“Indonesia darurat kekerasan perempuan dan anak. Kasus ini pukulan dan memilukan bagi kita semua. Selalu harus terjadi di negeri yang kita cintai ini. Pelaku mesti ditindak dengan hukuman maksimal. Pasal berlapis, termasuk dengan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual,” tegas Meity, Rabu (6/5).

Ia mendesak aparat penegak hukum tidak ragu menjatuhkan hukuman maksimal kepada pelaku, termasuk menggunakan pasal berlapis.

Meski demikian, Meity menekankan kasus di Pati tidak bisa digeneralisasi sebagai wajah pesantren di Indonesia.

Ia menyebut banyak pesantren justru melahirkan pendidikan dan alumni terbaik.

“Perilaku pendiri pesantren itu tentu saja tidak mewakili lembaga pesantren secara umum yang ribuan tersebar dan telah menghasilkan pendidikan serta alumni terbaik di bidang agama,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan potensi kekerasan bisa muncul di lembaga yang tertutup, terutama jika pengawasan lemah dan relasi kuasa tidak terkontrol.

“Jangan terlalu terlena dengan personalitas. Kalau tertutup, sistem pendidikannya tidak melibatkan orang tua santri, penyalahgunaan bisa dilakukan oleh siapa pun,” katanya.

Meity bahkan menyinggung pentingnya tata kelola lembaga pendidikan. Berdasarkan pengalamannya di lingkungan pesantren, ia menilai sistem pengawasan menjadi kunci utama.

“Menurut saya, inti dari semuanya adalah sistem tata kelola dan manajemen sekolah. Kalau punya model yang baik, melibatkan banyak pihak dalam pengawasan, insya Allah pesantrennya akan baik,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, ia menilai regulasi yang ada belum cukup menekan angka kekerasan. Meski berbagai aturan dan lembaga perlindungan sudah dibentuk, kasus terus berulang.

Karena itu, ia menekankan perlunya political will yang kuat dari pemerintah untuk memutus rantai kekerasan, terutama di lembaga pendidikan dan sektor lain yang rawan relasi kuasa.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hari Pendidikan Nasional, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Evaluasi PPDB dan Sosialisasi Jalur Prestasi

Hari Pendidikan Nasional, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Evaluasi PPDB dan Sosialisasi Jalur Prestasi

Momentum Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap bulan Mei dimanfaatkan Komisi D DPRD Kota Surabaya untuk memperkuat fungsi pengawasan, khususnya terhadap pelaksanaan sistem PPDB yang setiap tahun kerap menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Libatkan 140 Perusahaan, Inabuyer B2B2G Expo 2026 Jadi Pintu UMKM Tembus Ritel Modern dan Proyek Pemerintah

Libatkan 140 Perusahaan, Inabuyer B2B2G Expo 2026 Jadi Pintu UMKM Tembus Ritel Modern dan Proyek Pemerintah

Inabuyer B2B2G Expo 2026 melibatkan 140 perusahaan dari Kementerian/Lembaga, BUMN, hingga sektor swasta yang berperan sebagai pembeli dan pemasok bagi UMKM.
Misteri Kematian Cicih Terungkap: Polres Cimahi Amankan Pelaku Tunggal

Misteri Kematian Cicih Terungkap: Polres Cimahi Amankan Pelaku Tunggal

Satreskrim Polres Cimahi meringkus pria berinisial S yang diduga kuat sebagai pelaku tunggal dalam kasus tewasnya Cicih Rohaeti (54) yang menggemparkan warga Rongga, Kabupaten Bandung Barat.
Jasa Raharja Jamin Hak Korban Luka dan Meninggal Kecelakaan Maut di Sumsel

Jasa Raharja Jamin Hak Korban Luka dan Meninggal Kecelakaan Maut di Sumsel

Kecelakaan maut terjadi antara Bus ALS dan truk tangki minyak di Jalan Lintas Sumatera Simpang Danau, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Rabu (6/5/2026).
Strategi Bulog Jaga Kualitas 5,2 Juta Ton Beras: Dari SOP Ketat Hingga Teknologi Modern

Strategi Bulog Jaga Kualitas 5,2 Juta Ton Beras: Dari SOP Ketat Hingga Teknologi Modern

Perum Bulog membeberkan rahasia di balik pemeliharaan 5,2 juta ton stok cadangan beras pemerintah (CBP) agar kualitasnya tetap terjaga di gudang-gudang seluruh Indonesia. 
UMKM Digital Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Dunia, Produk Lokal Kini Hadir di Pasar Kelas Atas

UMKM Digital Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Dunia, Produk Lokal Kini Hadir di Pasar Kelas Atas

Dengan strategi branding yang tepat, UMKM kini mampu bersaing di level yang sebelumnya didominasi oleh brand besar. Pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama dalam transformasi

Trending

Hari Pendidikan Nasional, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Evaluasi PPDB dan Sosialisasi Jalur Prestasi

Hari Pendidikan Nasional, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Evaluasi PPDB dan Sosialisasi Jalur Prestasi

Momentum Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap bulan Mei dimanfaatkan Komisi D DPRD Kota Surabaya untuk memperkuat fungsi pengawasan, khususnya terhadap pelaksanaan sistem PPDB yang setiap tahun kerap menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Video seorang pemuda asal Sumatera Utara (Sumut) nekat jalan kaki dari Gorontalo ke Malut agar bisa bertemu Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos viral.
Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung sanggupi ajakan makan pecel dan rempeyek khas jawa setelah menyaksikan pertandungan Megawati Hangestri di final Proliga 2026.
Sherly Tjoanda Terheran-heran Lihat Makanan Murid Sekolah Rakyat, Gubernur Malut: Ini Masak Sendiri atau MBG?

Sherly Tjoanda Terheran-heran Lihat Makanan Murid Sekolah Rakyat, Gubernur Malut: Ini Masak Sendiri atau MBG?

Sherly Tjoanda terheran-heran ketika melihat langsung porsi makan yang diberikan untuk murid Sekolah Rakyat. Gubernur Malut beri saran untuk makanan murid.
Stok Pemain Berkualitas Timnas Indonesia Berlimpah, 5 Legiun Asing Eligible Jadi WNI dan Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Stok Pemain Berkualitas Timnas Indonesia Berlimpah, 5 Legiun Asing Eligible Jadi WNI dan Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Timnas Indonesia punya opsi pemain berkualitas jelang Piala AFF 2026. Di tengah keterbatasan skuad, pemain asing yang penuhi syarat naturalisasi mulai dilirik.
Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Gubernur Malut Sherly Tjoanda kehabisan kata-kata ketika tahu ada warganya yang istrinya berusia 40 tahun lebih muda saat kunjungan atau sidak ke masyarakat.
Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Megawati Hangestri berbinar-binar setelah ditraktir makan siang ala Korea oleh pelatih Hillstate Kang Sung-hyung setelah datang ke final Proliga 2026 silam.
Selengkapnya

Viral