Fakta Baru Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum TNI, Ibu Korban: Pelaku Sempat Datang ke Rumah Beri Klarifikasi
- YouTube Denny Sumargo - TikTok tvOnenews
tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang oknum TNI di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, memicu kemarahan publik setelah kondisi korban terungkap ke publik.
Seorang bocah perempuan yang masih duduk di bangku SD disebut mengalami trauma berat hingga histeris dan memukul kepalanya sendiri.
Kisah memilukan itu disampaikan langsung oleh ibu korban berinisial MT dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo.
- Tangkapan layar Youtube Denny Sumargo
Dalam tayangan tersebut, MT mengungkap bagaimana putrinya yang berinisial AKS mengalami gangguan psikologis usai diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum anggota TNI di Kendari.
Video kondisi korban yang beredar di media sosial pun membuat publik ikut prihatin.
Dalam rekaman tersebut, korban tampak menangis histeris sambil memukul kepalanya sendiri dan menolak siapa pun yang mencoba mendekat.
Orang tuanya berusaha menenangkan dengan memeluk serta mengusap kepala sang anak yang terus meronta ketakutan.
- dok.kolase tvOnenews.com / Youtube Denny Sumargo
Menurut penuturan ibu korban MT, peristiwa itu bermula pada 14 April 2026.
Saat itu, pelaku disebut menghubungi keluarganya dengan alasan ingin membicarakan urusan mobil bersama suaminya.
Pelaku kemudian menawarkan diri untuk menjemput anak-anak pulang sekolah sehingga suami MT meninggalkan lokasi.
Namun di situlah dugaan aksi bejat tersebut terjadi.
MT menjelaskan, anaknya mengaku mulai dilecehkan ketika berada di dalam mobil pelaku saat perjalanan pulang sekolah.
Korban bahkan disebut sempat dibawa ke sebuah garasi dan mendapat perlakuan tidak senonoh.
Korban berusaha melawan dan menangis histeris karena ketakutan. Bahkan pelaku diduga sempat mencoba mengunci korban agar tidak bisa keluar dari kendaraan.
“Pulang terakhir dia dijemput, katanya dia dibawa ke garasi, disitulah terjadi, katanya dia dicium, pokoknya dia dilecehkanlah disitu, dia berteriak dia histeris,” ungkap MT dalam podcast tersebut.
Tak hanya itu, MT mengaku putrinya sempat ditinggalkan sendirian di lantai rumah setelah pelaku pergi begitu saja membawa mobilnya. Kondisi mental korban disebut semakin memburuk setelah kejadian tersebut.
Yang membuat publik semakin geram, pelaku disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan korban. Istri pelaku diketahui merupakan saudara kandung dari suami MT.
MT juga mengungkap pengakuan mengejutkan dari terduga pelaku saat datang ke rumah untuk melakukan klarifikasi.
Menurutnya, pelaku sempat mengaku pernah terseret kasus serupa ketika masih bertugas di batalion.
Pelaku bahkan disebut mengatakan bahwa kasus sebelumnya selesai karena uang.
"Ini pelaku sempat datang ke rumahku, klarifikasi katanya tidak, tidak mungkin katanya saya begini lakukan ini. Sempat dia mengaku dia sudah pernah ada kasus begini, tapi waktu dulu itu masih posisinya di Batalion," jelas MT.
"Dia sempat bilang saya sudah pernah kasus begini sambil entah ini istrinya dia dengar atau tidak, tapi saya sudah pernah selesaikan bahkan ini kasusku sudah sampai ke pom, karena saya selesaikan katanya saya membayar karena uang, ujung-ujungnya itu uang," tambahnya.
Hingga kini, keluarga korban berharap aparat dapat bertindak tegas dan segera menangkap pelaku yang disebut telah melarikan diri setelah laporan dibuat pada pertengahan April 2026.
Kasus ini menjadi sorotan luas di media sosial karena kondisi korban yang mengalami trauma berat. Banyak pihak mendesak agar proses hukum dilakukan secara transparan serta memberikan perlindung. (asl)
Load more