GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Tahan Lagi, Mantan Jamaah 'Bongkar' Kelakuan Menyimpang Kiai Ashari dan Istri di Pondok Pesantren

Apalagi menurut kesaksian korban, Kiai Ashari disebut tidak pernah tidur bersama istrinya meski tinggal satu area di pondok pesantren. Situasi itu kini menjadi salah satu bagian paling
Selasa, 12 Mei 2026 - 16:39 WIB
Tak Tahan Lagi, Mantan Jamaah 'Bongkar' Kelakuan Menyimpang Kiai Ashari dan Istri di Pondok Pesantren
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews

tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Kiai Ashari terus memicu kemarahan publik. 

Pemilik Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Pati itu kini menjadi sorotan nasional usai diduga mencabuli puluhan santriwati di lingkungan pondok pesantren yang dipimpinnya sendiri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun di tengah ramainya pengakuan korban, muncul fakta lain yang membuat masyarakat semakin tercengang: istri Ashari ternyata berada di lingkungan yang sama saat dugaan tindakan asusila itu terjadi.

Fakta tersebut langsung memancing tanda tanya besar. Banyak pihak mempertanyakan bagaimana dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati bisa berlangsung tanpa terdeteksi lebih awal. 

Apalagi menurut kesaksian korban, Kiai Ashari disebut tidak pernah tidur bersama istrinya meski tinggal satu area di pondok pesantren. Situasi itu kini menjadi salah satu bagian paling disorot dalam kasus yang menghebohkan publik tersebut.

Dugaan Pelecehan Seksual Kiai Ashari Disebut Sudah Lama Terjadi

Nama Kiai Ashari sebelumnya dikenal sebagai pengasuh pondok pesantren. Namun kini, ia resmi menjadi tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo.

Kasus ini semakin menyita perhatian karena jumlah korban yang disebut-sebut tidak sedikit. Berdasarkan pengakuan sejumlah pihak, korban dugaan pencabulan dan pelecehan seksual diduga mencapai sekitar 50 perempuan.

Sosok Kiai Ashari yang Jadi Tersangka
Sosok Kiai Ashari yang Jadi Tersangka
Sumber :
  • Youtube FHI Multimedia/Gemini AI

Jumlah tersebut jauh lebih besar dibanding kasus serupa yang biasanya hanya melibatkan beberapa korban saja.

Pak Di, mantan jamaah Ashari sekaligus ayah dari salah satu korban bernama Tari, mengaku sudah lama mengenal sosok pemilik pondok pesantren tersebut. Dari pengamatannya, ia mulai melihat perilaku janggal Ashari terhadap santriwati tertentu.

Menurut Pak Di, Kiai Ashari diduga memiliki perlakuan berbeda terhadap santriwati muda dan perempuan yang sudah menikah. Ia bahkan mencurigai adanya hubungan lebih jauh dengan korban dewasa.

"Kalau dugaan saya ya, saya di situ tuh menurut saya, dari apa yang dilakukan di situ, kalau santri yang belum rumah tangga itu pikirannya pasti resiko. Nah di situ, kok kelihatannya (Ashari) akrab (sama) yang sudah bersuami, untuk memuaskan nafsunya," ungkap Pak Di dalam podcast bersama Denny Sumargo.

Pernyataan itu kemudian ditanggapi Denny Sumargo yang mempertanyakan dugaan hubungan suami istri terhadap korban dewasa.

"Berarti ada dugaan (Ashari melakukan) sampai berhubungan suami istri (dengan korban lain), yang sudah dewasa, kalau sama yang begini (remaja)?" tanya Densu.

Pengacara korban kemudian menjelaskan bahwa dugaan perlakuan terhadap korban dewasa dan remaja disebut berbeda.

"(Kalau korban remaja) menggunakan alat lain, di berita acara kan (Ashari diduga mencabuli) menggunakan alat lain. Orang dewasa yang diambil itu yang cantik, untuk menemani dia tidur," ujar pengacara korban.

Pengakuan Korban Bongkar Kriteria Santriwati yang Diajak Tidur

Salah satu korban bernama Tari juga membongkar cerita mengejutkan terkait dugaan penyimpangan yang terjadi di pondok pesantren tersebut. 

Ia mengaku santriwati yang sering diajak tidur bersama Kiai Ashari adalah perempuan yang memiliki wajah cantik.

Tari bahkan pernah mempertanyakan alasan beberapa santriwati lain tidak mendapatkan perlakuan serupa.

"Pernah suatu waktu, aku tanya sama pak Yai itu 'kenapa si mba ini mukanya kurang cantik kok enggak pernah disuruh seperti saya pijat dan tidur?'. Jawabannya pak Yai 'orang itu sudah manut, sudah enggak ada penyakit seperti kayak kamu'," kata Tari.

Ucapan itu membuat publik semakin geram. Sebab, pondok pesantren yang seharusnya menjadi tempat pendidikan agama dan pembentukan moral justru diduga menjadi lokasi pelecehan seksual terhadap santriwati.

Yang lebih mengejutkan, Tari menyebut istri Ashari tinggal di lingkungan pondok pesantren yang sama. Namun menurut pengakuannya, Ashari tidak pernah tidur bersama istrinya.

"Tapi (Ashari) enggak pernah tidur bersama istrinya," ungkap Tari.

Pak Di menambahkan bahwa Ashari sudah lama menikah, memiliki empat anak, bahkan telah mempunyai cucu. Fakta itu membuat publik semakin penasaran apakah sang istri mengetahui dugaan tindakan asusila suaminya atau tidak.

Ditangkap Polisi, Kiai Ashari Akui Khilaf dan Bertobat

Setelah kasus viral dan banyak korban mulai bersuara, polisi akhirnya menangkap Kiai Ashari. Sebelumnya, ia sempat diamankan dari pondok pesantren usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan.

Namun setelah sempat dilepaskan, Ashari justru melarikan diri saat dipanggil penyidik untuk menjalani pemeriksaan. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga berhasil menangkapnya di wilayah Purwantoro, Wonogiri.

Tersangka diamankan tanpa perlawanan di area Masjid Agung Purwantoro. Kepada penyidik, Ashari mengaku bersalah atas perbuatannya.

"Tersangka sudah mengakui dan juga mengaku khilaf serta bertobat," ujar Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama.

Meski demikian, polisi menyebut pengakuan tersebut baru terkait satu korban. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam kasus dugaan pelecehan seksual di pondok pesantren tersebut.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi juga menjelaskan bahwa hasil sementara belum menemukan indikasi persetubuhan terhadap korban.

“Korban mengalami tindakan yang sama, hanya caranya berbeda. Tidak sampai persetubuhan," jelasnya.

Dari lima korban yang awalnya melapor, tiga di antaranya diketahui mencabut laporan polisi. Fakta ini menjadi sorotan tersendiri karena dalam banyak kasus pelecehan seksual, korban sering menghadapi tekanan sosial dan rasa takut saat proses hukum berjalan. (udn)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Masriah yang Viral Melempar Kotoran Manusia ke Tetangga Kembali Berulah

Masriah yang Viral Melempar Kotoran Manusia ke Tetangga Kembali Berulah

Menurut keterangan Wiwik sampah dan cairan berwarna gelap seperti oli kerap dibuang tepat di jalan raya di depan pintu rumahnya.
5 Weton Ini Diramal akan Apes pada Tanggal 13 Mei 2026, Hindari untuk Mengambil Keputusan Besar Besok

5 Weton Ini Diramal akan Apes pada Tanggal 13 Mei 2026, Hindari untuk Mengambil Keputusan Besar Besok

Istilah "apes" dalam konteks ini lebih merujuk pada perlunya mawas diri. Berikut lima weton yang diprediksi harus ekstra waspada pada Rabu Pon tanggal 13 Mei 2026.
Siap-siap, 5 Zodiak Ini Bakal Kebanjiran Rezeki di Akhir Mei 2026

Siap-siap, 5 Zodiak Ini Bakal Kebanjiran Rezeki di Akhir Mei 2026

Lima zodiak yang bakal kebanjiran rezeki di akhir Mei 2026! Peluang uang, hoki finansial, dan kabar baik diprediksi datang bertubi-tubi.
Timnas Futsal Indonesia Dipastikan akan Hadapi 'Top 1 Dunia' Brasil di Laga Kandang dan Tandang FIFA Matchday

Timnas Futsal Indonesia Dipastikan akan Hadapi 'Top 1 Dunia' Brasil di Laga Kandang dan Tandang FIFA Matchday

Ada beberapa keputusan yang dihasilkan dalam acara tersebut, salah satunya perubahan nama FFI. Induk futsal Indonesia itu kini resmi berganti nama menjadi AFI atau Asosiasi Futsal Indonesia. 
Mengenal Hantavirus, Cara Penyebarannya, Gejala, hingga Kemenkes Pantau 23 Kasus Positif

Mengenal Hantavirus, Cara Penyebarannya, Gejala, hingga Kemenkes Pantau 23 Kasus Positif

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai meningkatkan alarm kewaspadaan terhadap penyebaran Virus Hanta (Hantavirus) di Indonesia. Hingga saat ini, tercatat ada -
Mensos Akan Lapor ke Prabowo 32 Ribu Siswa Siap Masuk Sekolah Rakyat Juli Ini

Mensos Akan Lapor ke Prabowo 32 Ribu Siswa Siap Masuk Sekolah Rakyat Juli Ini

Gus Ipul mengatakan pemerintah tengah memperkuat validitas data sosial agar penyaluran bantuan tidak lagi meleset dan menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Khamzat Chimaev gagal mempertahankan gelar sabuk di UFC 328 setelah dikalahkan Sean Strickland, hasil yang sekaligus membuktikan peringatan Khabib Nurmagomedov.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung juga mendapatkan julukan baru dari volimania Indonesia usai resmi mendatangkan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
Hyundai Hillstate Cetak Rekor Usai Rekrut Megawati Hangestri, Nyaris Lampaui Prestasi Red Sparks di Liga Voli Korea

Hyundai Hillstate Cetak Rekor Usai Rekrut Megawati Hangestri, Nyaris Lampaui Prestasi Red Sparks di Liga Voli Korea

Hyundai Hillstate berhasil mencetak rekor mentereng usai merekrut Megawati Hangestri. Bahkan pencapaian ini membuat mereka nyaris melampui prestasi Red Sparks di Liga Voli Korea.
Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan rencana untuk mengganti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan dengan sistem jalan berbayar pada setiap ruas jalan milik provinsi.
Selengkapnya

Viral