Gejolak Ekonomi Dunia Ubah Strategi Investasi Masyarakat
- Unsplash/Tech Daily
Jakarta, tvOnenews.com - Ketidakpastian ekonomi global masih menjadi tantangan bagi pelaku pasar sepanjang 2026.
Faktorgeopolitik, arah kebijakan suku bunga bank sentral negara-negara maju, hingga fluktuasi pasar keuangan internasional membuat investor semakin berhati-hati dalam mengelola aset dan menentukan strategi investasi.
Kondisi ini pun mendorong banyak investor untuk tidak berfokus pada potensi keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan aspek perlindungan modal dan pengelolaan risiko.
Diversifikasi portofolio pun kembali menjadi strategi yang banyak digunakan investor. Dengan menyebarkan dana ke berbagai instrumen, investor dapat mengurangi ketergantungan pada satu jenis aset sekaligus mengelola risiko secara lebih proporsional.
Instrumen dengan karakteristik defensif cenderung kembali dilirik sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas portofolio.
Instrumen semacam ini umumnya menawarkan tingkat risiko yang lebih rendah dan hasil yang lebih terukur dibanding aset yang pergerakannya sangat dipengaruhi pasar.
Senior Marketing Manager DepositoBPR by Komunal, R. Anggoro Putro Wibowo, mengatakan masyarakat kini semakin mempertimbangkan instrumen yang mampu memberikan kepastian dan kemudahan akses di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
“Kami melihat semakin banyak masyarakat yang ingin menempatkan dana pada instrumen yang stabil dengan proses yang praktis dan transparan. Akses digital membuat masyarakat dapat membandingkan pilihan deposito sesuai kebutuhan finansial mereka dengan lebih mudah,” ujarnya.
Salah satu instrumen yang masuk dalam kategori defensif adalah deposito yand dikeluarkan oleh Bank Perekonomian Rakyat (BPR).
Dengan imbal hasil yang relatif stabil dan perlindungan simpanan sesuai ketentuan yang berlaku, deposito BPR dinilai dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin menjaga keseimbangan portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Load more