Pasca Kecelakaan Suroboyo Bus di Joyoboyo, DPRD Surabaya Minta Investigasi Tak Hanya Fokus pada Sopir
- Istimewa
tvOnenews.com - Insiden Suroboyo Bus yang menyenggol dump truck hingga menyebabkan dua penumpang terluka di kawasan Joyoboyo memicu sorotan terhadap sistem keselamatan transportasi publik di Surabaya.
Komisi C DPRD Surabaya meminta investigasi yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) tidak hanya berfokus pada dugaan kesalahan pengemudi, tetapi juga mengevaluasi sistem operasional, pengawasan armada, hingga kondisi koridor yang dilalui bus.
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nurjayanto, menegaskan keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi publik.
“Tentunya kami sebagai anggota Komisi C sangat prihatin atas insiden tersebut dan menyesalkan adanya penumpang yang mengalami luka. Keselamatan penumpang adalah wajib menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi publik di kota surabaya. Kami mendorong agar dilakukan investigasi menyeluruh dengan melibatkan pihak terkait lainnya untuk mengetahui penyebab pasti kejadian sehingga langkah perbaikan dapat dilakukan secara tepat sasaran,” kata Ahmad.
Menurutnya, investigasi tidak boleh berhenti pada dugaan human error semata. Berbagai aspek lain juga perlu diperiksa untuk mengetahui akar persoalan yang sebenarnya.
“Kami menilai investigasi nantinya tidak boleh hanya berhenti pada faktor human error semata. Perlu dilihat secara komprehensif mulai dari kondisi armada, sistem pengawasan operasional, jadwal perjalanan, manajemen kecepatan, hingga kondisi lalu lintas di koridor yang dilalui. Evaluasi sistemik penting agar akar masalah dapat ditemukan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah kecelakaan yang melibatkan armada Suroboyo Bus nomor lambung SB 23 dengan dump truck milik Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya di kawasan Joyoboyo pada Selasa pagi (2/6/2026).
Kepala UPTD Angkutan Dinas Perhubungan Surabaya, Eni Sugiharti, menjelaskan hasil investigasi awal menunjukkan adanya hambatan jalan berupa dump truck yang parkir di area tikungan sehingga membatasi ruang manuver bus.
“Berdasarkan hasil investigasi awal dan pencocokan rekaman CCTV blackbox bus, insiden ini dipicu oleh adanya faktor hambatan jalan yang fatal. Terdapat sebuah dump truck yang parkir di area tikungan jalan,” kata Eni.
Menurutnya, dimensi Suroboyo Bus yang cukup besar membuat ruang gerak kendaraan menjadi terbatas saat melintasi lokasi kejadian.
“Suroboyo Bus memiliki dimensi kendaraan yang besar. Ketika melewati tikungan tersebut, ruang manuver atau space bus menjadi sangat terbatas dan tidak mencukupi akibat terhalang oleh posisi truk yang parkir tidak pada tempatnya,” ujarnya.
Eni menambahkan, insiden terjadi sekitar pukul 07.25 WIB saat armada SB 23 melayani rute Terminal Purabaya menuju Pelabuhan Tanjung Perak dan melintas di Jalan Waringin menuju Terminal Intermoda Joyoboyo. Saat melakukan manuver ke kanan, sisi kanan bus menyenggol dump truck hingga menyebabkan pintu dan kaca samping bus pecah.
Meski demikian, Dishub Surabaya masih melakukan investigasi lanjutan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun pelanggaran prosedur operasional standar (SOP).
“Saat ini kami melakukan investigasi apakah ada faktor kelalaian dan pelanggaran SOP. Maka akan kami berikan sanksi sesuai dengan aturan yang ada,” tegas Eni.
Di tengah proses investigasi tersebut, Komisi C DPRD Surabaya meminta evaluasi dilakukan berbasis data dan tidak semata-mata mengacu pada opini yang berkembang di media sosial.
“Tanggapan dan pengawasan masyarakat tentu menjadi masukan yang perlu diperhatikan, karena transportasi publik ini milik bersama dan harus kita jaga serta kita awasi bersama. Namun kami tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan opini di media sosial. Kami meminta Dishub melakukan evaluasi berbasis data, termasuk rekaman CCTV, GPS kendaraan, catatan pelanggaran, dan laporan masyarakat. Jika ditemukan pola perilaku berkendara yang tidak sesuai standar, maka pembinaan maupun tindakan tegas perlu dilakukan,” katanya.
Perhatian publik terhadap insiden tersebut juga cukup besar di media sosial. Unggahan akun Instagram @satgasviralsby yang menampilkan video kondisi Suroboyo Bus pasca-kecelakaan telah ditonton sekitar 944 ribu kali dan memicu lebih dari 2,7 ribu komentar dari warganet.
Sejumlah warga turut memberikan masukan terkait pengembangan layanan Suroboyo Bus ke depan. Salah satunya datang dari akun Instagram @bobby.hong811 yang mendorong adanya kajian penerapan jalur khusus atau jalur prioritas bagi transportasi publik seperti yang diterapkan pada layanan TransJakarta.
“Harus dibikinkan jalur khusus spt TransJakarta di Jakarta spy tepat waktu dan penumpang tdk lama menunggu. Untuk sopir, aku pernah ke Jakarta mereka nyetirnya juga banter tapi tetap mematuhi protokol lalu lintas. Keunggulannya ada jalurnya sendiri. Apakah SBY bisa?” tulisnya.
Masukan tersebut dinilai relevan dengan hasil investigasi awal Dishub yang menyebut keterbatasan ruang manuver akibat kendaraan yang parkir di area tikungan menjadi salah satu faktor pemicu insiden. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai perlunya evaluasi koridor layanan maupun infrastruktur pendukung transportasi publik di Surabaya.
Di sisi lain, akun Instagram @geksanti menilai Suroboyo Bus masih menjadi moda transportasi yang membantu masyarakat, khususnya pelajar dan pengguna angkutan umum harian.
“Sebenarnya suroboyo bis ini cukup membantu terutama anakku dan teman temannya yg tiap berangkat dan pulang menggunakan bis suroboyo. enak murah ber ac dan nyaman,” tulisnya.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Komisi C DPRD Surabaya mendorong sejumlah langkah perbaikan mulai dari peningkatan kompetensi pengemudi hingga penguatan sistem pengawasan armada.
“Kedepan kami berharap dinas perhubungan kota surabaya dapat Meningkatkan pelatihan dan sertifikasi berkala bagi pengemudi agar dapat mengemudi secara humanis. Memaksimalkan pemanfaatan CCTV, GPS, dan sistem pemantauan kecepatan armada. Serta Melakukan audit keselamatan pada titik-titik rawan kecelakaan. Kami jg ingin Memperkuat mekanisme pengaduan masyarakat dan tindak lanjutnya. Penguatan SOP kesiapan pengemudi ketika akan menjalankan aktivitas. Kesiapan fisik maupun tes narkotika secara berkala,” ujarnya.
Ahmad menegaskan, DPRD tetap mendukung pengembangan transportasi publik di Surabaya. Namun, peningkatan layanan harus berjalan beriringan dengan penguatan aspek keselamatan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
“Pada prinsipnya, Komisi C mendukung pengembangan transportasi publik di Surabaya, namun keselamatan pengguna layanan harus menjadi prioritas utama agar kepercayaan masyarakat terhadap Suroboyo Bus tetap terjaga,” pungkasnya.
Hingga kini, Dishub Surabaya masih melanjutkan investigasi untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran SOP dalam insiden yang menyebabkan dua penumpang mengalami luka ringan tersebut.(chm)
Load more