Donald Trump: Michael Jordan Teman Saya, LeBron James 'Rasis'
- Antara
Jakarta, tvOnenews - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa bintang NBA LeBron James 'mungkin seorang rasis' dan memilih Michael Jordan ketika ditanya tentang perdebatan panjang mengenai pemain bola basket terbaik.
Ia juga secara terbuka menganggap King James, julukan LeBron, tidak menyukainya. Donald Trump memilih Michael Jordan sambil memberitahu bahwa legenda Chicago Bulls itu adalah kawan baiknya yang berbeda dengan LeBron James.
"Michael Jordan salah satu teman saya. Saya bermain golf dengannya. Saya kira Lebron James, mungkin seorang rasis, tetapi mungkin dia tidak suka Trump. Saya tidak tahu. Saya hanya suka orang yang menyukai saya, jadi saya bilang Michael Jordan," kata Donald Trump, seperti dikutip dari Reuters.
Pertanyaan ini juga diajukan kepada Donald Trump sehubungan kepindahan LeBron James dari Los Angeles atau LA Lakers ke Philadelphia 76ers untuk NBA musim 2026-2027.
King James teken kontrak dua tahun dengan nilai US$8 juta (Rp143,1 miliar) dengan opsi pemain untuk tahun kedua.
Nilai itu merupakan pemotongan gaji sangat signifikan dibanding lebih dari US$52 juta (Rp931,94 miliar) yang diterimanya bersama Lakers pada musim lalu.
Pemotongan gaji drastis tersebut mengindikasikan fokus utamanya adalah mengejar gelar juara NBA kelima, bukan faktor finansial. Pilihan klub ini selaras dengan target kompetitifnya pada fase akhir karier.
Keputusan ini menjadi pilihan free agency keempat dalam kariernya dan mengantar LeBron James memasuki musim NBA ke-24.
Kedatangannya langsung mengubah proyeksi susunan pemain awal Philadelphia 76ers dan menempatkan mereka sebagai salah satu kandidat juara paling menarik musim mendatang.
Sementara dengan Trump, pebasket berusia 41 tahun tersebut tak pernah sejalan. Dari tiga kali Pemilihan Presiden Amerika Serikat atau Pilpres AS yang diikuti Trump, James selalu mendukung lawan sang presiden.
King James juga mengkritik Donald Trump yang membatalkan undangan untuk juara NBA 2016-2017, Golden State Warriors, ke Gedung Putih yang merupakan tradisi di AS.
Pembatalan itu konon dilakukan Trump karena bintang Golden State Warriors, Stephen Curry, mengisyaratkan penolakan untuk datang ke Gedung Putih.
Load more