Dunia Usaha Rasakan Manfaat Diplomasi Ekonomi Presiden Prabowo di Tengah Ketidakpastian Global
- Istimewa
Lebih lanjut, Anthony menilai manfaat diplomasi ekonomi juga terlihat dari berkembangnya program hilirisasi nasional. Sepanjang 2025, investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun atau sekitar 30,2 persen dari total investasi nasional, tumbuh 43,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Hilirisasi, investasi, dan pembukaan akses pasar global adalah fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, dunia usaha tentu mendukung setiap langkah diplomasi yang menghasilkan manfaat nyata bagi perekonomian nasional," tegasnya.
Sebagai organisasi pengusaha, HIPMI memandang bahwa hubungan internasional yang kuat akan membuka peluang lebih besar bagi pengusaha Indonesia untuk memperluas pasar ekspor, membangun kemitraan global, serta meningkatkan daya saing nasional di tengah kompetisi ekonomi dunia yang semakin ketat.
"Kalau dilihat ini outcome-nya kan sangat bagus. Dan ketika hasilnya berupa investasi triliunan rupiah, penciptaan lapangan kerja, hilirisasi industri, dan peningkatan kepercayaan investor, maka itu merupakan modal penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Kita dari dunia usaha selalu mendukung strategi geoekonomi yang luar biasa dari Bapak Presiden," pungkas Anthony.(chm)
Load more