News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

HIPMI Harus Jadi Pabrik Lahirnya Pengusaha Baru Indonesia

Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong, menegaskan bahwa HIPMI harus kembali memperkuat perannya sebagai organisasi kaderisasi yang mampu melahirkan lebih banyak pengusaha baru di seluruh Indonesia.
Senin, 8 Juni 2026 - 22:26 WIB
Calon Ketua Umum BPP HIPMI, Anthony Leong.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong, menegaskan bahwa HIPMI harus kembali memperkuat perannya sebagai organisasi kaderisasi yang mampu melahirkan lebih banyak pengusaha baru di seluruh Indonesia.

Menurut Anthony, tantangan terbesar Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan lahirnya generasi baru wirausahawan yang mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan memperkuat daya saing nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"HIPMI harus menjadi pabrik pengusaha baru Indonesia. Organisasi ini tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpulnya pengusaha yang sudah sukses, tetapi harus menjadi wadah yang melahirkan lebih banyak pengusaha sukses dari berbagai daerah dan berbagai latar belakang," ujar Anthony Leong dalam keterangannya.

Anthony menjelaskan bahwa sejumlah negara maju memiliki rasio kewirausahaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Padahal, semakin banyak jumlah pengusaha dalam suatu negara, semakin besar pula kemampuan negara tersebut dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Di sisi lain, Indonesia akan menghadapi puncak bonus demografi dalam dua dekade mendatang. Pada periode tersebut, jumlah penduduk usia produktif akan mendominasi struktur penduduk nasional. Menurut Anthony, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk melahirkan lebih banyak pelaku usaha baru agar bonus demografi benar-benar menjadi kekuatan ekonomi nasional.

"Bonus demografi tidak boleh hanya menghasilkan pencari kerja. Kita harus menciptakan lebih banyak pencipta lapangan kerja. Di sinilah peran HIPMI menjadi sangat penting. Jangan sampai kalangan intelektual hanya menjadi ASN mindsetnya" katanya.

Anthony menilai HIPMI memiliki modal besar untuk menjalankan misi tersebut. Sebagai organisasi pengusaha terbesar di Indonesia, HIPMI memiliki jaringan hingga tingkat daerah yang dapat menjadi ekosistem pembinaan, pendampingan, dan akselerasi bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia usaha.

Karena itu, ia mendorong agar HIPMI ke depan semakin aktif menghadirkan program-program yang berorientasi pada penciptaan pengusaha baru, mulai dari pelatihan kewirausahaan, mentoring bisnis, akses pembiayaan, perluasan jaringan pasar, hingga pemanfaatan teknologi digital.

"Masih banyak anak-anak muda yang memiliki ide dan semangat berusaha, tetapi terkendala akses permodalan, pendampingan, dan jaringan bisnis. HIPMI harus hadir menjadi solusi dan jembatan bagi mereka untuk berkembang," ujarnya.

Anthony juga menekankan bahwa lahirnya pengusaha baru harus menjadi gerakan nasional yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat dan inklusif.

Lebih jauh, Anthony menegaskan bahwa semangat mencetak pengusaha baru juga sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak perusahaan nasional yang tumbuh, lebih banyak inovasi yang lahir dari anak bangsa, serta lebih banyak lapangan kerja yang tercipta dari sektor produktif.

"Kalau kita ingin menjadi negara maju, maka jumlah pengusaha harus terus bertambah. Negara yang kuat adalah negara yang memiliki banyak pelaku usaha yang produktif, inovatif, dan mampu bersaing secara global," katanya.

Selain aspek ekonomi, Anthony menegaskan bahwa proses kaderisasi pengusaha juga harus dibangun di atas fondasi moral yang kuat. Ia meyakini keberhasilan seorang pengusaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bisnis, tetapi juga oleh integritas, etika, dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Sebagaimana yang saya sampaikan dalam berbagai kesempatan, fundamental ekonomi yang kuat harus ditopang oleh fondasi moral yang kuat. Karena itu, HIPMI harus melahirkan pengusaha yang tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian terhadap bangsa," tegas Anthony.

Ia optimistis dengan kekuatan jaringan dan semangat kolaborasi yang dimiliki HIPMI, organisasi tersebut dapat menjadi motor utama lahirnya generasi pengusaha baru yang akan membawa Indonesia menuju kemajuan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

"HIPMI harus menjadi rumah besar bagi lahirnya para pencipta lapangan kerja, inovator, dan pemimpin ekonomi masa depan Indonesia. Inilah kontribusi nyata yang dapat kita berikan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkasnya.(chm)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

30 Tahun Piala AFF: Timnas Indonesia Belum Pernah Juara, 2 Kali Back-to-Back Angkat Koper di Fase Grup

30 Tahun Piala AFF: Timnas Indonesia Belum Pernah Juara, 2 Kali Back-to-Back Angkat Koper di Fase Grup

Kegagalan Timnas Indonesia dalam Piala AFF 2026 membuat Skuad Garuda sudah dua kali back-to-back tidak lolos ke semifinal.
Polda Jambi Pecat Lima Personel Terkait Tewasnya Brigadir EWS

Polda Jambi Pecat Lima Personel Terkait Tewasnya Brigadir EWS

Polda Jambi menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada lima personel Polri terkait kasus meninggalnya Brigadir EWS di wilayah hukum Polres Tanjung Jabung Timur.
Lima Oknum Polda Jambi Dipecat Buntut Tewasnya Brigadir EWS

Lima Oknum Polda Jambi Dipecat Buntut Tewasnya Brigadir EWS

Polda Jambi menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada lima personel Polri terkait kasus tewasnya Brigadir EWS di wilayah hukum Polres Tanjung Jabung Timur.
Dinkes DKI Tegaskan Tak Ada Nakes Jakarta Mencibir Curhatan Pasien BPJS Yurizal

Dinkes DKI Tegaskan Tak Ada Nakes Jakarta Mencibir Curhatan Pasien BPJS Yurizal

Media sosial beberapa waktu lalu viral dengan curhatan pasien BPJS Kesehatan Yurizal. Lalu dicibir oleh oknum tenaga kesehatan (Nakes).
AC Milan Main di Jakarta, Erick Thohir Kagum Banyak Klub-klub Dunia Pilih Indonesia untuk Gelar Pramusim: Dampaknya Positif

AC Milan Main di Jakarta, Erick Thohir Kagum Banyak Klub-klub Dunia Pilih Indonesia untuk Gelar Pramusim: Dampaknya Positif

Indonesia menarik perhatian klub-klub sepak bola dunia termasuk AC Milan sebagai destinasi tur pramusim. Menpora Erick Thohir menyambut positif fenomena itu.
Ulasan Menyakitkan Jurnalis Vietnam Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026: Memalukan!

Ulasan Menyakitkan Jurnalis Vietnam Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026: Memalukan!

Timnas Indonesia harus mengakhiri perjalanan di Piala AFF 2026 setelah gagal menembus semifinal. Skuad Garuda hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura.

Trending

Ini Respons Kepala BGN Usai Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi

Ini Respons Kepala BGN Usai Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kembali terjadinya kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Putra Kelahiran Pacitan Sukses Jegal Langkah Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF 2026

Putra Kelahiran Pacitan Sukses Jegal Langkah Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF 2026

Putra Kelahiran Pacitan, Jawa Timur, sukses menjegal langkah Timnas Indonesia ke semifinal Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar. Sosok tersebut adalah Ilhan Fandi.
Genjot Kualitas SDM, Puluhan Mahasiswa Ikut Program di Switzerland

Genjot Kualitas SDM, Puluhan Mahasiswa Ikut Program di Switzerland

Perguruan tinggi terus berperan dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dengan berbagai program yang direalisasikannya.
Krisis Air dan Sampah Makin Mendesak, 23 Negara Berkumpul di Jakarta Bawa Solusi

Krisis Air dan Sampah Makin Mendesak, 23 Negara Berkumpul di Jakarta Bawa Solusi

Upaya memperkuat ketahanan air, sanitasi, pengelolaan sampah, energi bersih, hingga transformasi kota cerdas menjadi salah satu fokus utama yang mengemuka.
Kepala Bakom Ungak Kiprah Bahlil Lahadalia Gambaran 'Indonesia Dream'

Kepala Bakom Ungak Kiprah Bahlil Lahadalia Gambaran 'Indonesia Dream'

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menilai perjalanan hidup dan kiprah Bahlil Lahadalia merupakan gambaran nyata tentang 'Indonesian Dream' yakni terbukanya kesempatan bagi setiap anak Indonesia untuk menggapai prestasi, meraih cita-cita, dan menjadi tokoh di tingkat nasional.
Update Mutilasi Depok: Polisi Ungkap Alasan Mengapa Potongan Tubuh Korban Belum Juga Ditemukan

Update Mutilasi Depok: Polisi Ungkap Alasan Mengapa Potongan Tubuh Korban Belum Juga Ditemukan

Polisi masih mencari kaki milik K (51) yang menjadi korban pembunuhan disertai mutilasi oleh Saepullah (26) di kawasan Tanah Merah, Jalan Kapling Depkes, Pancoran Mas, Kota Depok, pada Selasa (4/8).
Kasus Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di RSCM Jadi Sorotan, Pemda DIY Pastikan Kejadian Serupa Tak Terjadi Yogyakarta

Kasus Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di RSCM Jadi Sorotan, Pemda DIY Pastikan Kejadian Serupa Tak Terjadi Yogyakarta

Belakangan terungkap bahwa peristiwa yang dialami oleh pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan terjadi Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Selengkapnya

Viral