DPRD Surabaya Soroti Banyak Jalan Gelap, Kebutuhan PJU Masih Capai 20 Ribu Titik
- Istimewa
Menurut Aning, kondisi tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh agar pemerintah memiliki data yang akurat mengenai kebutuhan masyarakat.
“Tapi pada kenyataannya masih banyak sekali masyarakat yang mengatakan bahwa masih butuh titik PJU di mana-mana,” ujarnya.
Ia juga meminta Pemkot Surabaya segera menyusun peta kebutuhan PJU secara komprehensif sebagai dasar penyusunan anggaran pada Perubahan APBD 2026 maupun APBD 2027.
“Dishub harus membuat metriknya, bahwa kebutuhan masyarakat sekian, anggaran 2026 berapa, maka 2026 kita harus terpenuhi. Kalau tidak bisa, harus kita anggarkan dan kita selesaikan di tahun 2027,” tegasnya.
Meski demikian, Aning menilai target pemasangan 10.000 titik PJU pada 2026 belum cukup menjawab kebutuhan warga yang masih mencapai sekitar 20.000 titik.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Pemeliharaan PJU Dinas Perhubungan Surabaya Prasetyo mengatakan pihaknya telah menyiapkan program pemasangan 10.000 titik PJU baru yang ditargetkan selesai hingga akhir 2026.
Pemasangan akan diprioritaskan pada kawasan yang belum memiliki penerangan memadai atau blank spot, termasuk wilayah yang dinilai rawan kecelakaan dan tindak kriminalitas.
“Untuk pemasangan baru, prioritasnya diarahkan ke area blank spot, kawasan rawan kecelakaan, serta titik rawan kriminalitas,” kata Prasetyo.
Ia menjelaskan sebagian besar jalan protokol dan jalan kolektor di Surabaya saat ini telah terpasang PJU. Sementara kebutuhan penerangan di kawasan permukiman dan gang-gang kecil akan dipenuhi secara bertahap berdasarkan usulan masyarakat.
Usulan tersebut berasal dari berbagai jalur, mulai dari musrenbang, pokok pikiran DPRD, hotline wali kota hingga laporan langsung dari warga.
“Usulan yang masuk memang masih banyak sekali, termasuk di gang-gang kecil. Itu tetap kami bantu pasang,” ujarnya.(chm)
Load more