Kebijakan Ekonomi Nasional Dinilai Ada di Jalur yang Benar, Masyarakat Diimbau Tak Terprovokasi Narasi 'Sell Indonesia'
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Jagat media sosial dihebohkan dengan narasi 'Sell Indonesia' di tengah gejolak ekonomi global dan nasional belakangan ini.
Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) turut merespons narasi tersebut yang dinilai sengaja dihembuskan oleh pihak asing.
Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi Khalifatullah mengatakan narasi tersebut sebagai dihembuskan sejumlah pihak asing yang merasa terganggu akan ketegasan kebijakan ekonomi nasional oleh pemerintah.
- Istimewa
Menurutnya langkah-langkah ekonomi yang diambil pemerintah saat ini justru sedang memperkuat kedaulatan domestik dan memangkas ketergantungan pada jaringan kapitalisme global yang eksploitatif.
"Isu 'Indonesia Sell' itu narasi usang yang diputarbalikkan. Faktanya, kebijakan ekonomi kita saat ini mulai dari hilirisasi, penguatan energi domestik, hingga reformasi fiskal untuk mencapai target pertumbuhan tinggi justru membuat agen-agen ekonomi asing cemas karena mereka tidak bisa lagi mendikte Indonesia," katanya, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Ahmad Jundi menilai adanya indikasi ketakutan dari jejaring bisnis maupun geopolitik yang terafiliasi dengan kepentingan Israel dan Singapura dalam penyeberangan narasi 'Sell Indonesia' tersebut.
Ia menyebut selama ini Singapura kerap menjadi hub finansial bagi aliran modal yang tidak transparan, sementara agenda geopolitik Israel selalu terusik dengan sikap tegas dan konsisten Indonesia membela kemerdekaan Palestina serta menolak hubungan diplomatik dan ekonomi.
"Kebijakan ekonomi RI yang kian mandiri, seperti optimalisasi sumber daya dalam negeri dan pengalihan ketergantungan dari pasar Barat ke kemitraan strategis yang setara, dinilai menjadi ancaman nyata bagi stabilitas bisnis para agen asing tersebut," katanya.
Ahmad Jundi turut mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak mudah terprovokasi oleh analisis ekonomi pesimistis yang sengaja diproduksi oleh lembaga pemikir asing.
"Sudah saatnya Indonesia berdiri tegak di kaki sendiri. Jika agen-agen asing itu cemas, artinya kebijakan ekonomi kita sudah berada di jalur yang benar untuk merebut kembali kedaulatan bangsa," pungkasnya.(raa)
Load more