Dokter Ungkap Penyebab Kulit Cepat Menua di Indonesia
- Freepik
Jakarta, tvOnenews.com - Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan kulit terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya perempuan, semakin banyak masyarakat yang mulai memerhatikan kondisi kulit sebagai bagian dari kesehatan secara menyeluruh.
Dokter menilai meningkatnya perhatian terhadap kesehatan dan penuaan kulit tidak terlepas dari berbagai faktor lingkungan yang dihadapi masyarakat Indonesia setiap hari. Sebagai negara beriklim tropis, masyarakat harus berhadapan dengan paparan sinar matahari, polusi udara, hingga gaya hidup perkotaan yang dapat memengaruhi kualitas kulit dalam jangka panjang.
Dokter Farrah Erman, Head of Clinical Division PT Regenesis Indonesia, mengatakan bahwa fenomena tersebut menjadi salah satu alasan meningkatnya minat masyarakat terhadap perawatan kulit dan teknologi anti-aging.
"Perhatian masyarakat terhadap penuaan kulit saat ini semakin meningkat. Ini bukan sekadar tren kecantikan, tetapi respons yang sangat logis terhadap kombinasi iklim tropis, paparan UV, polusi, dan gaya hidup modern yang dapat mempercepat penurunan kualitas kulit," ujar dr. Farrah Erman, dalam keterangannya, dikutip Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, proses penuaan kulit merupakan hal yang alami. Namun, berbagai faktor eksternal seperti paparan sinar ultraviolet secara berlebihan, polusi, stres, kurang tidur, hingga pola hidup yang tidak sehat dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan seperti kulit kendur, garis halus, dan berkurangnya elastisitas kulit.
Karena itu, masyarakat kini semakin mencari solusi perawatan yang tidak hanya berfokus pada hasil estetika, tetapi juga mempertimbangkan aspek keamanan, kenyamanan, dan minim risiko.
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi estetika non-bedah menjadi salah satu tren yang berkembang pesat di berbagai negara. Berbeda dengan prosedur invasif, teknologi ini menawarkan pendekatan yang lebih minim tindakan dengan waktu pemulihan yang relatif singkat.
Salah satu teknologi yang saat ini menjadi perhatian di dunia estetika adalah pemanfaatan gelombang ultrasound untuk membantu merangsang produksi kolagen pada lapisan kulit tertentu. Teknologi tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan hasil lebih natural tanpa perubahan yang berlebihan pada wajah.
Menurut dr. Farrah, tren perawatan estetika saat ini memang telah bergeser.
"Pasien modern tidak hanya mencari perubahan yang terlihat, tetapi juga pengalaman perawatan yang aman, nyaman, dan tetap natural. Teknologi seperti Sofwave menjadi relevan karena mendukung dokter dalam memberikan perawatan berbasis sains dengan pendekatan yang lebih presisi," jelasnya.
Perkembangan teknologi estetika berbasis sains juga semakin mendapat perhatian di tingkat global. Berbagai inovasi baru terus bermunculan dan menjadi bahan pembahasan dalam forum-forum internasional yang berfokus pada kesehatan kulit, anti-aging, dan estetika medis.
Di tengah perkembangan tersebut, sejumlah teknologi perawatan non-invasif mulai tersedia di Indonesia sehingga memberikan lebih banyak pilihan bagi dokter dan pasien dalam menentukan metode perawatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
President Director PT Regenesis Indonesia, Ir. Emmy Noviawati, menilai perkembangan ini menunjukkan arah baru dunia estetika yang semakin mengedepankan keamanan dan kenyamanan pasien.
"Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya pencapaian global, tetapi juga menjadi bukti bahwa teknologi estetika terus bergerak menuju pendekatan yang lebih aman, lebih nyaman, dan lebih terukur. Kami bangga dapat menghadirkan Sofwave di Indonesia agar dokter dan klinik memiliki akses terhadap teknologi berstandar internasional," ujar Ir. Emmy Noviawati.
Sebagai informasi, Pada tahun 2026, Sofwave meraih penghargaan Best Energy-Based Device Innovation dalam ajang bergengsi AMWC Monaco atau Aesthetic & Anti-Aging Medicine World Congress, salah satu kongres estetika internasional yang menjadi rujukan bagi perkembangan teknologi, sains, dan inovasi klinis di bidang aesthetic medicine.
Tidak hanya itu, pada tahun yang sama Sofwave juga memperoleh penghargaan Best Non-Invasive Device for Cellulite dari NewBeauty Awards 2026. Pengakuan ini semakin memperkuat posisi Sofwave sebagai teknologi non-invasif yang relevan dengan kebutuhan pasien modern, khususnya mereka yang mencari perawatan efektif tanpa tindakan bedah dan tanpa masa pemulihan yang panjang.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa apa pun teknologi yang digunakan, kesehatan kulit tetap perlu dimulai dari langkah dasar seperti penggunaan tabir surya secara rutin, pola makan seimbang, tidur yang cukup, menjaga hidrasi tubuh, serta menghindari paparan polusi dan sinar matahari berlebihan. Langkah-langkah tersebut tetap menjadi fondasi utama untuk menjaga kesehatan kulit dan memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan dini. (cmi)
Load more