Ribuan Pelari Marathon Bisa Kolaps Jika Abaikan Hal Ini, Dokter Jelaskan Penyebabnya
- JAKIM 2026.
Jakarta, tvOnenews.com - Dalam olahraga ketahanan seperti marathon, menjaga keseimbangan cairan tubuh menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi performa hingga keselamatan pelari.
Medical Director Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026, dr. Andhika Raspati, SpKO, mengatakan tubuh kehilangan cairan dan mineral dalam jumlah besar selama berlari, terutama melalui keringat.
“Pada olahraga ketahanan seperti marathon, tubuh kehilangan cairan dan mineral melalui keringat dalam jumlah yang cukup besar. Karena itu, air mineral yang dikonsumsi pelari perlu memiliki kualitas yang baik, aman, bersih, serta mengandung mineral yang seimbang untuk membantu proses penyerapan cairan dalam tubuh,” ujar dr. Andhika dalam keterangannya, dikutip Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, kebutuhan hidrasi tidak bisa dianggap sepele, terutama pada perlombaan marathon yang menuntut tubuh bekerja dalam waktu panjang. Kurangnya cairan selama berlari dapat memicu penurunan performa, kram otot, kelelahan lebih cepat, bahkan meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat dehidrasi.
Selain memastikan tubuh tetap terhidrasi selama lomba, pelari juga dianjurkan mulai menjaga asupan cairan sejak sebelum perlombaan dimulai. Hal ini penting terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia yang memiliki suhu panas dan tingkat kelembapan tinggi sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
Aspek hidrasi tersebut menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 yang tahun ini diikuti 45.500 pelari, termasuk 1.012 peserta internasional dari 52 negara. Pada ajang berstandar World Athletics Elite Label tersebut, panitia menyiapkan 22 titik water station di sepanjang rute perlombaan untuk membantu pelari memenuhi kebutuhan cairan dan mineral hingga garis finish.
CEO Indonesia Muda Road Runner, Gatot Sudarsono, mengatakan penyediaan water station menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan peserta selama berlari.
“Untuk full marathon, kami menyediakan 22 water station yang tersebar di sepanjang rute lomba. Jarak antar water station sekitar 2,5 kilometer dan semakin dipadatkan menjelang garis finish agar pelari memiliki kesempatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan dan mineralnya selama perlombaan,” ujar Gatot.
Ia menjelaskan, pemilihan air mineral dalam event marathon internasional dilakukan melalui berbagai pertimbangan ketat, bukan hanya soal ketersediaan produk di lapangan.
“Dalam event marathon berskala internasional, kami tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan produk, tetapi juga kualitas yang dapat diandalkan untuk dikonsumsi puluhan ribu peserta. Karena itu kami melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek, mulai dari kandungan mineral, kualitas produk, dukungan operasional selama acara, hingga tingkat penerimaan produk di kalangan pelari,” jelasnya.
Sales & Marketing Director Mayora Group, Riko Sistanto, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga kualitas produk dan kandungan mineral alami di dalamnya.
“Le Minerale juga percaya bahwa dalam aktivitas, tubuh tidak hanya membutuhkan cairan, tetapi juga asupan mineral yang membantu proses hidrasi berjalan lebih optimal. Oleh karena itu, Le Minerale terus berkomitmen untuk menjaga kualitas produk dan mineral yang terkandung di dalamnya,” kata Riko, di mana produknya dipercaya menjadi official mineral water pada JAKIM 2026. (cmi)
Load more