News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Polda Metro Jaya membongkar modus baru peredaran narkoba di Jakarta Timur menggunakan stiker "Sedot WC" sebagai kode transaksi. Simak cara kerja sistem tempel
Kamis, 18 Juni 2026 - 01:49 WIB
Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis
Sumber :
  • ANTARA/HO-Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

tvOnenews.com - Peredaran narkoba terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman. Jika dahulu transaksi narkoba identik dengan pertemuan langsung antara penjual dan pembeli, kini para pelaku semakin kreatif memanfaatkan berbagai celah untuk menghindari pantauan aparat. 

Di berbagai negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia, jaringan narkotika bahkan diketahui memanfaatkan media sosial, aplikasi pesan terenkripsi, hingga layanan pengiriman barang untuk menyamarkan aktivitas ilegal mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dalam World Drug Report menunjukkan bahwa kelompok kejahatan narkotika global semakin mengandalkan teknologi digital untuk memperluas jaringan distribusi. 

Modus "dead drop" atau sistem tempel, yakni menyimpan narkoba di lokasi tertentu yang kemudian diambil pembeli tanpa bertemu penjual, menjadi salah satu metode yang banyak ditemukan di berbagai negara. 

Cara ini dinilai mampu meminimalkan risiko tertangkap karena kontak langsung antara pelaku dan pembeli sangat terbatas.

Indonesia pun tidak luput dari perkembangan modus tersebut. Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam berbagai kesempatan mengingatkan bahwa sindikat narkoba terus mencari cara baru untuk menyamarkan transaksi, mulai dari penggunaan media sosial, jasa ekspedisi, hingga sistem tempel di ruang publik. 

Fenomena itu kembali terungkap setelah Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar praktik peredaran sabu dan tembakau sintetis di Jakarta Timur yang menggunakan stiker iklan bertuliskan “Sedot WC” sebagai penanda transaksi narkotika.

Stiker Iklan Dijadikan Kode Peredaran Narkotika

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, dengan modus yang tergolong unik dan tidak biasa. 

Pelaku berinisial RRM (24) diketahui memanfaatkan stiker iklan jasa sedot WC yang ditempel di sejumlah titik sebagai sarana komunikasi dengan calon pembeli.

Kanit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, IPDA Gandi Rezeki Sinaga, menjelaskan bahwa stiker tersebut ditempel pada tiang listrik maupun pohon di sepanjang jalan kawasan Cipayung. 

Menurutnya, stiker itu bukan sekadar media promosi jasa kebersihan, melainkan menjadi penanda dalam sistem transaksi narkotika yang dijalankan pelaku.

"Modus yang digunakan oleh pelaku menggunakan stiker 'Sedot WC' yang akan ditempel di tiang maupun di pohon di sepanjang jalan daerah Cipayung," kata Gandi, Rabu (17/6/2026), sebagaimana dikutip Antara News.

Polisi menduga metode tersebut digunakan untuk mempermudah komunikasi antara pelaku dan pembeli tanpa harus melakukan transaksi secara terbuka. 

Sistem seperti ini dikenal sebagai metode "tempel", yakni narkotika disimpan di lokasi tertentu yang telah diberi tanda khusus sehingga dapat diambil oleh pembeli setelah transaksi selesai dilakukan.

Berawal dari Laporan Warga

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan dugaan maraknya aktivitas peredaran narkotika di kawasan Cipayung. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh personel Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya melalui serangkaian penyelidikan dan pemantauan di lapangan.

Menurut Gandi, tim berhasil mengidentifikasi target pada Minggu, 7 Juni 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, pelaku berada di depan sebuah rumah kontrakan yang menjadi sasaran penggerebekan.

"Setelah melakukan penyelidikan dan pemantauan di sekitar tempat kejadian, polisi berhasil mengidentifikasi target yang berada di depan kontrakan," ujar Gandi.

Petugas kemudian melakukan penangkapan dan penggeledahan awal terhadap tersangka. Dari lokasi tersebut ditemukan sebuah kantong plastik hitam yang berisi narkotika jenis sabu.

Penggeledahan tidak berhenti sampai di situ. Polisi melanjutkan pemeriksaan ke dalam kamar kontrakan yang ditempati pelaku. Dari lokasi tersebut ditemukan berbagai barang bukti yang diduga kuat digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran narkotika.

Sabu, Tembakau Sintetis, hingga Bibit Narkoba Disita

Dari hasil penggeledahan, aparat menemukan sejumlah barang bukti dalam jumlah cukup besar. Barang-barang tersebut diduga siap diedarkan kepada konsumen di wilayah Jakarta Timur dan sekitarnya.

Secara rinci, polisi menyita satu plastik klip berisi sabu seberat 102,45 gram, 17 sedotan plastik berisi sabu, tembakau sintetis seberat 15 gram, enam botol cairan atau bibit sintetis, dua unit timbangan digital, dua telepon seluler, serta sejumlah plastik klip kosong yang biasa digunakan untuk mengemas narkotika.

"Dari tangan pelaku polisi menyita satu plastik klip berisi sabu dengan berat total 102,45 gram, 17 sedotan berisi sabu, tembakau sintetis 15 gram, enam botol bibit sintetis, dua timbangan digital, dua unit telepon genggam, serta sejumlah plastik klip yang diduga digunakan untuk mengemas narkotika," jelas Gandi.

Keberadaan timbangan digital dan plastik kemasan menguatkan dugaan bahwa tersangka tidak hanya menyimpan narkotika untuk konsumsi pribadi, melainkan terlibat dalam aktivitas distribusi.

Saat ini, tersangka RRM beserta seluruh barang bukti telah diamankan di kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Penyidik juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan lain di balik peredaran narkotika tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa sindikat narkoba terus beradaptasi dengan berbagai cara untuk menghindari pengawasan aparat. 

Oleh karena itu, peran masyarakat dalam memberikan informasi kepada kepolisian menjadi salah satu kunci penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika. 

Seperti yang terjadi di Cipayung, laporan warga akhirnya membantu aparat membongkar modus baru yang memanfaatkan benda-benda sehari-hari sebagai sarana transaksi barang haram tersebut. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siapa Al Kaisar, Ketua Geng Motor Warser di Makassar? Diduga Terlibat Penculikan hingga Penganiayaan Warga

Siapa Al Kaisar, Ketua Geng Motor Warser di Makassar? Diduga Terlibat Penculikan hingga Penganiayaan Warga

Siapa Al Kaisar (19) disebut sebagai ketua geng motor Warser di Makassar. Polisi menduga kelompoknya terlibat penculikan, penganiayaan dengan busur dan parang
Akhir Cerita Skandal Mesum Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan di Ruang Sekolah

Akhir Cerita Skandal Mesum Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan di Ruang Sekolah

Skandal mesum yang melibatkan oknum Kepala Sekolah dan seorang Guru Sekolah Dasar (SD) di Desa Langkap, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, akhirnya berbuntut ...
Haji Isam Diisukan Mau Akuisisi Saham BBCA, BCA Beberkan Fakta Sebenarnya

Haji Isam Diisukan Mau Akuisisi Saham BBCA, BCA Beberkan Fakta Sebenarnya

Kabar Haji Isam mengakuisisi saham BBCA beredar santer beredar. Pihak BCA angkat bicara dan menjelaskan struktur kepemilikan serta perubahan pengendali terakhir.
Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan Tahun 2026

Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan Tahun 2026

Direktorat Kerja Sama Keimigrasian dan Bina Perwakilan, Direktorat Jenderal Imigrasi, menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan Perwakilan Asing di Medan Tahun
Bukan Sekadar Tawuran, Ketua Geng Motor Makassar Diduga Terlibat Penculikan dan Penganiayaan Sadis

Bukan Sekadar Tawuran, Ketua Geng Motor Makassar Diduga Terlibat Penculikan dan Penganiayaan Sadis

Ketua geng motor Waser, Al Kaisar (19), ditangkap polisi di Makassar. Ia diduga terlibat penculikan dan penganiayaan korban yang ditebas parang hingga dipanah.
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video peristiwa tradis dialami tiga kakak beradik saat panik berteriak ketika rumah diterjang banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Selengkapnya

Viral