Peran Vital Frans Antony di Jaringan Fredy Pratama, Dari Pengendali Keuangan hingga Otak Operasi Sindikat Narkoba Internasional
- ist / ANTARA/Nadia Putri Rahmani
tvOnenews.com - Setelah bertahun-tahun menjadi buronan, aparat akhirnya berhasil memulangkan Frans Antony, sosok yang disebut sebagai tangan kanan sekaligus pengendali keuangan sindikat tersebut.
Penangkapannya dinilai sebagai salah satu perkembangan penting dalam upaya membongkar struktur organisasi jaringan narkoba yang selama ini beroperasi lintas negara.
Ditangkap Setelah Buron Sejak 2023
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil memulangkan Daftar Pencarian Orang (DPO) Frans Antony ke Indonesia setelah ditangkap di Malaysia.
Frans diamankan tim delegasi Polri yang terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Divisi Hubungan Internasional Polri di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur pada Kamis (18/6) pukul 07.30 waktu setempat. Ia kemudian diterbangkan ke Jakarta dan tiba di Gedung Bareskrim Polri pada Jumat (19/6).
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menjelaskan bahwa Frans telah resmi masuk daftar pencarian orang sejak 12 November 2023 berdasarkan hasil penyidikan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan jaringan Fredy Pratama.
Selama masa pelarian, Frans diketahui hidup berpindah-pindah di Thailand untuk menghindari pelacakan aparat.
"Kami menginfokan DPO Frans Antoni selama melarikan diri modusnya pindah-pindah tempat selama di Thailand. Dalam pelariannya, Frans Antoni dibantu oleh orang suruhan dari jaringan Fredy Pratama yang merupakan WN Thailand," kata Eko.
Menurut penyidik, pergerakan Frans sempat terlacak di kawasan elite Phatthanakan, Bangkok, sebelum akhirnya menetap selama hampir dua tahun di wilayah Narasiri, Thailand.
- ANTARA/Nadia Putri Rahmani
Pengendali Keuangan dan Operasional Jaringan Fredy Pratama
Peran Frans Antony di dalam organisasi narkotika Fredy Pratama disebut jauh lebih besar dibanding sekadar anggota biasa.
Brigjen Eko Hadi Santoso mengungkapkan bahwa Frans merupakan salah satu figur sentral yang mengendalikan berbagai aspek operasional sindikat.
"Peranan Frans Antoni dia merupakan pengendali keuangan, pengendali lapangan, dan pengendali operasional dari sindikat narkotika pimpinan Fredy Pratama," ujarnya.
Dalam sejumlah keterangan penyidik, Frans bahkan disebut sebagai orang terdekat Fredy Pratama. Keduanya diketahui pernah bersekolah di SMA yang sama di Kalimantan Selatan sebelum akhirnya terhubung kembali dalam jaringan bisnis narkotika internasional.
"Frans Antony merupakan pengendali keuangan jaringan Fredy Pratama. Frans Antony merupakan orang terdekat Fredy Pratama dan pernah satu SMA di Kalsel," kata Eko.
Peran tersebut membuat Frans menjadi sosok penting dalam pengelolaan keuntungan hasil perdagangan narkoba yang nilainya diduga mencapai triliunan rupiah.
Polisi menduga sindikat memanfaatkan berbagai metode untuk menyamarkan aliran dana, termasuk jaringan money changer ilegal yang terhubung dengan Malaysia, Thailand, dan Indonesia.
Selain itu, penyidik juga menemukan indikasi penggunaan aset digital.
"Untuk memudahkan penyeberangan uang hasil kejahatan tersebut, sindikat ini juga menggunakan cryptocurrency," ujar Eko.
Penggunaan mata uang kripto memang menjadi tren baru dalam kejahatan transnasional. Laporan Financial Action Task Force (FATF) menunjukkan bahwa aset digital semakin sering dimanfaatkan kelompok kriminal untuk memindahkan dana lintas negara tanpa mudah terdeteksi sistem perbankan konvensional.
Jejak Fredy Pratama dan Harapan Membongkar Sindikat Lebih Besar
Nama Fredy Pratama sendiri sudah lama menjadi perhatian aparat penegak hukum Indonesia. Bandar narkoba asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu disebut mengendalikan jaringan yang tersebar di sedikitnya 14 provinsi dan beroperasi hingga lintas negara.
Penyidik menyebut Fredy mulai membangun jaringan bisnis narkobanya sekitar tahun 2009. Ia diduga mengendalikan peredaran lebih dari 10 ton sabu di Indonesia dan dikenal sebagai salah satu pemasok utama narkotika jenis yaba dari Thailand.
Dalam pelariannya, Fredy disebut beberapa kali melakukan operasi plastik untuk mengubah identitas dan menghindari kejaran aparat.
Informasi terakhir menunjukkan ia diduga menetap di Thailand dan memiliki hubungan dengan jaringan narkoba kawasan Segitiga Emas (Golden Triangle) yang meliputi Thailand, Myanmar, dan Laos.
Penangkapan Frans Antony diyakini dapat membuka banyak informasi baru mengenai struktur organisasi, jalur distribusi, hingga pola pencucian uang yang digunakan jaringan Fredy Pratama selama ini.
Bareskrim Polri menyatakan pemeriksaan intensif terhadap Frans masih terus berlangsung untuk mengembangkan kasus lebih luas.
"Rencana kami selanjutnya, ini baru datang. Akan dilakukan pemeriksaan intensif dan proses penyidikan lanjutan di Bareskrim Polri untuk mengembangkan kasus ini lebih luas," kata Eko.
Selain Frans, polisi juga memulangkan seorang perempuan bernama Petra Niasi yang disebut mendampingi pelariannya selama ini. Namun hingga kini statusnya masih sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka.
Keberhasilan memulangkan Frans Antony menunjukkan bahwa upaya pengejaran terhadap jaringan Fredy Pratama belum berhenti.
Aparat berharap informasi yang dimiliki pria tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk membongkar lebih jauh jaringan narkotika internasional yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu ancaman terbesar dalam peredaran narkoba di Indonesia. (udn)
Load more