Misteri 3 Tahun Hilang Terkuak! Wanita Asal Bandung Ditemukan Kritis Diduga Disekap dan Disiksa Secara Sadis
- Ist
tvOnenews.com - Kasus orang hilang yang berujung pada pengungkapan tindak kekerasan berat selalu menyisakan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Ketika seseorang menghilang dalam waktu lama tanpa jejak, keluarga biasanya hanya bisa berharap sembari terus mencari informasi mengenai keberadaannya.
Namun dalam sejumlah kasus, harapan tersebut berubah menjadi kenyataan pahit saat korban ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan.
Fenomena kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius yang mendapat perhatian luas di Indonesia. Berbagai bentuk kekerasan, mulai dari kekerasan fisik, psikologis, hingga penyekapan, kerap meninggalkan trauma mendalam bagi korban.
Tidak sedikit kasus yang baru terungkap setelah berlangsung dalam waktu lama karena korban berada dalam situasi yang membuat mereka sulit mencari pertolongan atau berkomunikasi dengan keluarga.
Perkembangan teknologi komunikasi sering kali menjadi titik awal terbukanya kasus-kasus yang sebelumnya gelap.
Sebuah pesan singkat, laporan masyarakat, atau informasi anonim dapat menjadi petunjuk penting bagi keluarga maupun aparat penegak hukum.
Hal serupa terjadi dalam kasus seorang perempuan berinisial YTT (29), warga Kabupaten Bandung, yang ditemukan dalam kondisi luka berat setelah dilaporkan menghilang selama kurang lebih tiga tahun.
Hilang Tiga Tahun, Korban Ditemukan Kritis di Rumah Sakit
Polda Jawa Barat tengah menyelidiki dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTT, seorang perempuan berusia 29 tahun yang ditemukan dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Kasus ini mencuat setelah kakak korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Jawa Barat pada 12 Juni 2026. Laporan itu kemudian teregistrasi dengan nomor LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan korban diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial TH.
“Korban diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial TH,” kata Hendra dalam keterangannya di Bandung, Rabu (17/6/2026).
- Ist
Terungkapnya kasus ini bermula dari pesan WhatsApp yang diterima keluarga korban dari seseorang yang tidak dikenal. Pengirim pesan menginformasikan bahwa YTT sedang berada di Instalasi Gawat Darurat RSHS Bandung.
Mendapat informasi tersebut, keluarga segera mendatangi rumah sakit. Saat tiba di lokasi, mereka mendapati korban dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dengan berbagai luka serius di sejumlah bagian tubuh.
“Setelah itu pelapor mendatangi RSHS dan diketahui bahwa korban dalam keadaan luka berat di bagian kepala, wajah, kaki, dan luka ringan di bagian tangan,” ujar Hendra.
Penemuan korban dalam kondisi demikian mengejutkan keluarga, mengingat YTT sebelumnya tidak diketahui keberadaannya selama bertahun-tahun.
“Sebelumnya korban menghilang, tidak ada kabar dan tidak diketahui keberadaannya selama kurang lebih tiga tahun,” katanya.
Dugaan Penyiksaan Berulang Selama Bertahun-Tahun
Penyidik menduga korban tidak hanya mengalami kekerasan dalam satu kesempatan, melainkan menjadi sasaran penganiayaan berulang selama masa hilangnya tersebut.
Menurut Hendra, pelaku diduga melakukan kekerasan menggunakan berbagai cara, mulai dari tangan kosong hingga memanfaatkan benda tumpul dan senjata tajam.
“Diduga selama rentang waktu tersebut korban mendapatkan perlakuan penganiayaan dari terlapor dengan menggunakan tangan, benda tumpul, senjata tajam, serta barang berharga milik korban hilang,” ujar Hendra.
Akibat dugaan penyiksaan yang berlangsung dalam waktu panjang itu, korban mengalami kerusakan fisik yang sangat serius. Polisi mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan YTT saat ditemukan menunjukkan adanya dampak permanen pada beberapa fungsi tubuhnya.
“Korban mengalami luka berat di antaranya tidak bisa melihat secara normal, bibir sumbing, sulit berbicara, tidak bisa berjalan serta mengalami kerugian materiil sekitar Rp52 juta,” kata Hendra.
Kondisi tersebut membuat korban harus mendapatkan penanganan medis intensif di RSHS Bandung. Hingga kini, tim dokter masih melakukan perawatan dan pemantauan terhadap perkembangan kesehatannya.
Pihak kepolisian menyebut kasus ini menjadi perhatian serius karena korban diduga mengalami kekerasan dalam waktu yang sangat lama tanpa diketahui oleh keluarga maupun lingkungan sekitar.
Selain dugaan penyekapan dan penganiayaan, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya tindak pidana lain yang berkaitan dengan hilangnya sejumlah barang berharga milik korban.
Polisi Buru Pelaku yang Terus Berpindah Tempat
Sementara proses penyelidikan terus berjalan, Polda Jawa Barat juga masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku berinisial TH.
Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan aparat telah bekerja secara intensif selama beberapa hari terakhir untuk melacak keberadaan pria tersebut. Namun, proses penangkapan menghadapi tantangan karena pelaku diduga terus berpindah lokasi.
"Kepolisian sudah beberapa hari ini berjibaku untuk mencari tersangka, ya. Tersangka yang memang dari beberapa hasil daripada mapping kami ini dia berpindah-pindah," kata Hendra di Taman Cikapayang, Kota Bandung, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, polisi bahkan beberapa kali hampir berhasil menangkap pelaku. Namun setiap kali dilakukan upaya penggerebekan, TH berhasil meloloskan diri.
"Hampir beberapa waktu kami gerebek, tetapi yang bersangkutan masih bisa meloloskan diri," tuturnya.
Hendra mengaku pihaknya bersyukur karena korban masih ditemukan dalam keadaan hidup meskipun mengalami kondisi yang sangat mengenaskan.
"Kami sebagai kepolisian aparat ini berterima kasih sekali ya, karena korban ditemukan masih dalam keadaan hidup. Dengan kondisi yang sangat mengenaskan, empati dan simpati kami kepada si korban," ucapnya.
Ia juga mengecam keras tindakan yang diduga dilakukan pelaku. Menurutnya, kekerasan yang dialami korban sudah melampaui batas kemanusiaan dan tidak dapat ditoleransi.
"Pelaku ini yang telah melakukan dia secara keji dan di luar dari pada nalar kemanusiaan ini," tegasnya.
Saat ini Polda Jawa Barat masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa yang dialami korban selama tiga tahun terakhir, termasuk menelusuri lokasi tempat korban diduga disekap, pihak-pihak yang mengetahui keberadaannya, serta kemungkinan adanya orang lain yang turut membantu pelaku.
Pengungkapan kasus ini diharapkan tidak hanya membawa pelaku ke hadapan hukum, tetapi juga memberikan keadilan bagi korban serta membuka tabir misteri hilangnya YTT yang selama tiga tahun membuat keluarganya hidup dalam ketidakpastian. (udn)
Load more