News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Misteri 3 Tahun Hilang Terkuak! Wanita Asal Bandung Ditemukan Kritis Diduga Disekap dan Disiksa Secara Sadis

Seorang perempuan asal Bandung yang hilang selama tiga tahun ditemukan dalam kondisi luka berat di RSHS Bandung. Polisi memburu pelaku berinisial TH yang diduga melakukan
Minggu, 21 Juni 2026 - 02:56 WIB
Misteri 3 Tahun Hilang Terkuak! Wanita Asal Bandung Ditemukan Kritis Diduga Disekap dan Disiksa Secara Sadis
Sumber :
  • Ist

tvOnenews.com - Kasus orang hilang yang berujung pada pengungkapan tindak kekerasan berat selalu menyisakan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Ketika seseorang menghilang dalam waktu lama tanpa jejak, keluarga biasanya hanya bisa berharap sembari terus mencari informasi mengenai keberadaannya. 

Namun dalam sejumlah kasus, harapan tersebut berubah menjadi kenyataan pahit saat korban ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius yang mendapat perhatian luas di Indonesia. Berbagai bentuk kekerasan, mulai dari kekerasan fisik, psikologis, hingga penyekapan, kerap meninggalkan trauma mendalam bagi korban. 

Tidak sedikit kasus yang baru terungkap setelah berlangsung dalam waktu lama karena korban berada dalam situasi yang membuat mereka sulit mencari pertolongan atau berkomunikasi dengan keluarga.

Perkembangan teknologi komunikasi sering kali menjadi titik awal terbukanya kasus-kasus yang sebelumnya gelap. 

Sebuah pesan singkat, laporan masyarakat, atau informasi anonim dapat menjadi petunjuk penting bagi keluarga maupun aparat penegak hukum. 

Hal serupa terjadi dalam kasus seorang perempuan berinisial YTT (29), warga Kabupaten Bandung, yang ditemukan dalam kondisi luka berat setelah dilaporkan menghilang selama kurang lebih tiga tahun.

Hilang Tiga Tahun, Korban Ditemukan Kritis di Rumah Sakit

Polda Jawa Barat tengah menyelidiki dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTT, seorang perempuan berusia 29 tahun yang ditemukan dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kasus ini mencuat setelah kakak korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Jawa Barat pada 12 Juni 2026. Laporan itu kemudian teregistrasi dengan nomor LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan korban diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial TH.

“Korban diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial TH,” kata Hendra dalam keterangannya di Bandung, Rabu (17/6/2026).

Misteri 3 Tahun Hilang Terkuak! Wanita Asal Bandung Ditemukan Kritis Diduga Disekap dan Disiksa Secara Sadis
Misteri 3 Tahun Hilang Terkuak! Wanita Asal Bandung Ditemukan Kritis Diduga Disekap dan Disiksa Secara Sadis
Sumber :
  • Ist

Terungkapnya kasus ini bermula dari pesan WhatsApp yang diterima keluarga korban dari seseorang yang tidak dikenal. Pengirim pesan menginformasikan bahwa YTT sedang berada di Instalasi Gawat Darurat RSHS Bandung.

Mendapat informasi tersebut, keluarga segera mendatangi rumah sakit. Saat tiba di lokasi, mereka mendapati korban dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dengan berbagai luka serius di sejumlah bagian tubuh.

“Setelah itu pelapor mendatangi RSHS dan diketahui bahwa korban dalam keadaan luka berat di bagian kepala, wajah, kaki, dan luka ringan di bagian tangan,” ujar Hendra.

Penemuan korban dalam kondisi demikian mengejutkan keluarga, mengingat YTT sebelumnya tidak diketahui keberadaannya selama bertahun-tahun.

“Sebelumnya korban menghilang, tidak ada kabar dan tidak diketahui keberadaannya selama kurang lebih tiga tahun,” katanya.

Dugaan Penyiksaan Berulang Selama Bertahun-Tahun

Penyidik menduga korban tidak hanya mengalami kekerasan dalam satu kesempatan, melainkan menjadi sasaran penganiayaan berulang selama masa hilangnya tersebut.

Menurut Hendra, pelaku diduga melakukan kekerasan menggunakan berbagai cara, mulai dari tangan kosong hingga memanfaatkan benda tumpul dan senjata tajam.

“Diduga selama rentang waktu tersebut korban mendapatkan perlakuan penganiayaan dari terlapor dengan menggunakan tangan, benda tumpul, senjata tajam, serta barang berharga milik korban hilang,” ujar Hendra.

Akibat dugaan penyiksaan yang berlangsung dalam waktu panjang itu, korban mengalami kerusakan fisik yang sangat serius. Polisi mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan YTT saat ditemukan menunjukkan adanya dampak permanen pada beberapa fungsi tubuhnya.

“Korban mengalami luka berat di antaranya tidak bisa melihat secara normal, bibir sumbing, sulit berbicara, tidak bisa berjalan serta mengalami kerugian materiil sekitar Rp52 juta,” kata Hendra.

Kondisi tersebut membuat korban harus mendapatkan penanganan medis intensif di RSHS Bandung. Hingga kini, tim dokter masih melakukan perawatan dan pemantauan terhadap perkembangan kesehatannya.

Pihak kepolisian menyebut kasus ini menjadi perhatian serius karena korban diduga mengalami kekerasan dalam waktu yang sangat lama tanpa diketahui oleh keluarga maupun lingkungan sekitar.

Selain dugaan penyekapan dan penganiayaan, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya tindak pidana lain yang berkaitan dengan hilangnya sejumlah barang berharga milik korban.

Polisi Buru Pelaku yang Terus Berpindah Tempat

Sementara proses penyelidikan terus berjalan, Polda Jawa Barat juga masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku berinisial TH.

Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan aparat telah bekerja secara intensif selama beberapa hari terakhir untuk melacak keberadaan pria tersebut. Namun, proses penangkapan menghadapi tantangan karena pelaku diduga terus berpindah lokasi.

"Kepolisian sudah beberapa hari ini berjibaku untuk mencari tersangka, ya. Tersangka yang memang dari beberapa hasil daripada mapping kami ini dia berpindah-pindah," kata Hendra di Taman Cikapayang, Kota Bandung, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, polisi bahkan beberapa kali hampir berhasil menangkap pelaku. Namun setiap kali dilakukan upaya penggerebekan, TH berhasil meloloskan diri.

"Hampir beberapa waktu kami gerebek, tetapi yang bersangkutan masih bisa meloloskan diri," tuturnya.

Hendra mengaku pihaknya bersyukur karena korban masih ditemukan dalam keadaan hidup meskipun mengalami kondisi yang sangat mengenaskan.

"Kami sebagai kepolisian aparat ini berterima kasih sekali ya, karena korban ditemukan masih dalam keadaan hidup. Dengan kondisi yang sangat mengenaskan, empati dan simpati kami kepada si korban," ucapnya.

Ia juga mengecam keras tindakan yang diduga dilakukan pelaku. Menurutnya, kekerasan yang dialami korban sudah melampaui batas kemanusiaan dan tidak dapat ditoleransi.

"Pelaku ini yang telah melakukan dia secara keji dan di luar dari pada nalar kemanusiaan ini," tegasnya.

Saat ini Polda Jawa Barat masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa yang dialami korban selama tiga tahun terakhir, termasuk menelusuri lokasi tempat korban diduga disekap, pihak-pihak yang mengetahui keberadaannya, serta kemungkinan adanya orang lain yang turut membantu pelaku.

Pengungkapan kasus ini diharapkan tidak hanya membawa pelaku ke hadapan hukum, tetapi juga memberikan keadilan bagi korban serta membuka tabir misteri hilangnya YTT yang selama tiga tahun membuat keluarganya hidup dalam ketidakpastian. (udn)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rekap UEFA Nations League A: Jerman Ditahan Belanda, Ronaldo Bantu Portugal Tekuk Wales

Rekap UEFA Nations League A: Jerman Ditahan Belanda, Ronaldo Bantu Portugal Tekuk Wales

UEFA Nations League 2026/2027 resmi dimulai dengan sejumlah pertandingan menarik. Jerman harus puas bermain imbang 1-1 lawan Belanda pada laga pembuka Grup A2.
Rekap UEFA Nations League A: Jerman Ditahan Belanda, Ronaldo Bantu Portugal Tekuk Wales

Rekap UEFA Nations League A: Jerman Ditahan Belanda, Ronaldo Bantu Portugal Tekuk Wales

UEFA Nations League 2026/2027 resmi dimulai dengan sejumlah pertandingan menarik. Jerman harus puas bermain imbang 1-1 lawan Belanda pada laga pembuka Grup A2.
5 Hal yang akan Terjadi jika Timnas Indonesia Sukses Membungkam Singapura di Laga Perdana FIFA ASEAN Cup 2026

5 Hal yang akan Terjadi jika Timnas Indonesia Sukses Membungkam Singapura di Laga Perdana FIFA ASEAN Cup 2026

Jika Timnas Indonesia berhasil menundukkan Singapura dan membawa tiga poin dalam laga perdana mereka di FIFA ASEAN Cup 2026, maka lima hal berikut akan terjadi.
Ditanya oleh Dedi Mulyadi, Segini Pendapatan Surya bin Samid Kades Terpilih di Bekasi saat Jadi Pemilah Sampah

Ditanya oleh Dedi Mulyadi, Segini Pendapatan Surya bin Samid Kades Terpilih di Bekasi saat Jadi Pemilah Sampah

Surya bin Samid, Kepala Desa (Kades) Mekarwangi, Cikarang Barat, Bekasi ditanya oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) soal pendapatan menjadi pemilah sampah.
Samsat Keliling Ada di 14 Wilayah Jumat Ini, Simak Info Selengkapnya

Samsat Keliling Ada di 14 Wilayah Jumat Ini, Simak Info Selengkapnya

Polda Metro Jaya masih membuka layanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Keliling di 14 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) bagi wajib pajak yang mau membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) pada Jumat.
Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar surat pemberitahuan soal pemadaman internet yang akan terjadi pada 25-27 September 2026. Kemkomdigi memastikan informasi tersebut merupakan hoax.

Trending

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Laos dan Myanmar Buka Divisi 2 dengan Kemenangan

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Laos dan Myanmar Buka Divisi 2 dengan Kemenangan

Divisi 2 FIFA ASEAN Cup 2026 digelar di Hong Kong dengan penampilan dua pertandingan dari Grup A dan Grup B. 
Perkuat Kelembagaan, PP-IPPAT Perluas Sekretariat

Perkuat Kelembagaan, PP-IPPAT Perluas Sekretariat

Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PP-IPPAT) melaksanakan rangkaian Syukuran HUT IPPAT ke-39 yang dirangkaikan dengan Peresmian Perluasan Sekretariat PP-IPPAT.
Ribuan Penikmat Punk Rock Bersiap ‘Mudik’ ke Yogyakarta Akhir September ini untuk Saksikan Penampilan 23 Musisi

Ribuan Penikmat Punk Rock Bersiap ‘Mudik’ ke Yogyakarta Akhir September ini untuk Saksikan Penampilan 23 Musisi

Ribuan penikmat musik punk rock dari berbagai daerah di Indonesia bersiap untuk berkumpul di Yogyakarta akhir September 2026 untuk menyaksikan perhelatan musik
Dua Perusahaan Pertanyakan Dasar Penyegelan KKP Usai Amankan 1.048 Ton Udang Impor

Dua Perusahaan Pertanyakan Dasar Penyegelan KKP Usai Amankan 1.048 Ton Udang Impor

Dua perusahaan di Kabupaten Pasuruan, PT Baramuda Bahari dan PT Megamarine Pride, mempertanyakan dasar penyegelan komoditas udang impor oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 Hari Ini: Ujian Pertama Skuad John Herdman

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 Hari Ini: Ujian Pertama Skuad John Herdman

Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Simak waktu kick-off, lokasi pertandingan, dan siaran langsung laga perdana Skuad Garuda.
Sukses Bawa Pulang Medali Emas Asian Games 2026, Kerja Keras Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia dapat Apresiasi dari PBSI

Sukses Bawa Pulang Medali Emas Asian Games 2026, Kerja Keras Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia dapat Apresiasi dari PBSI

Keberhasilan Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia meraih medali emas Asian Games 2026 mendapatkan apresiasi dari PBSI.
Jadwal Asian Games 2026, Jumat 25 September: Ada 26 Cabor Bertanding! Bulu Tangkis Mulai Laga Pertamanya Hari Ini!

Jadwal Asian Games 2026, Jumat 25 September: Ada 26 Cabor Bertanding! Bulu Tangkis Mulai Laga Pertamanya Hari Ini!

Jadwal Asian Games 2026, Jumat 25 September dengan 26 cabang olahraga yang akan menyelenggarakan pertandingan hari ini yang 13 diantaranya ada wakil Indonesia.
Selengkapnya

Viral