News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terjerat Pinjol dan Judol, Tenaga Honorer SD di Riau Nekat Rampok Kasir Perusahaan! Korban Ditusuk 22 Kali demi Rp76 Juta

Seorang honorer SD di Pelalawan, Riau, ditangkap setelah merampok kasir perusahaan sawit dan menusuk korban 22 kali. Pelaku mengaku terjerat utang pinjol dan judi online
Minggu, 21 Juni 2026 - 03:19 WIB
Terjerat Pinjol dan Judol, Tenaga Honorer SD di Riau Nekat Rampok Kasir Perusahaan! Korban Ditusuk 22 Kali demi Rp76 Juta
Sumber :
  • Ist

tvOnenews.com - Seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga honorer di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Pelalawan, Riau diduga nekat merampok kasir perusahaan kelapa sawit demi melunasi utang dan memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Aksi tersebut berubah menjadi tindak kekerasan brutal setelah korban mengalami puluhan luka tusuk dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Honorer SD Diduga Rampok Kasir Perusahaan Sawit

Polisi berhasil menangkap seorang pria bernama Jodi Alfanidi yang diduga menjadi pelaku perampokan disertai penganiayaan terhadap seorang kasir perusahaan di Kabupaten Pelalawan, Riau.

Pelaku diketahui bekerja sebagai tenaga honorer di salah satu sekolah dasar. Namun tekanan ekonomi yang dialaminya diduga mendorongnya melakukan aksi kriminal yang menggemparkan warga setempat.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara mengungkapkan bahwa motif utama perampokan tersebut berkaitan dengan kondisi keuangan pelaku yang sedang terpuruk.

"Motif sementara yang kami peroleh dari hasil pemeriksaan adalah faktor ekonomi. Pelaku mengaku terlilit utang, termasuk utang pinjaman online, dan membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan pribadi," kata John dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).

Selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian uang hasil kejahatan juga diduga dipakai untuk melunasi pinjaman online serta menutupi kerugian akibat aktivitas judi online yang dijalani pelaku.

Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Effendi menambahkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian uang rampokan bahkan sempat diberikan kepada orang tua pelaku sebagai pengganti uang yang pernah diambil sebelumnya.

"Uang itu digunakan pelaku untuk bayar utang pinjol, judi online sama kebutuhan lainnya," ujar Bayu.

Kronologi Perampokan Berujung 22 Luka Tusuk

Peristiwa perampokan terjadi di kantor PT Malika Putri Tunggal (MPT), Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Sei Kijang, pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Jodi terlebih dahulu mengamati situasi di sekitar kantor perusahaan. Setelah memastikan kondisi relatif sepi, ia masuk ke ruang kasir yang saat itu dalam keadaan terbuka.

Di dalam ruangan tersebut terdapat korban bernama Putriani Tamba (25) yang sedang bekerja sebagai kasir perusahaan. Pelaku kemudian mengambil gunting yang berada di atas meja dan menggunakannya untuk mengancam korban.

"Pelaku mengambil gunting yang berada di meja kasir dan mengancam korban yang sedang duduk di kursi meja kasir," kata Bayu.

Setelah itu, pelaku meminta korban menyerahkan kunci brankas yang berisi uang perusahaan. Namun korban menolak memenuhi permintaan tersebut dan berusaha melawan.

Penolakan itu memicu aksi kekerasan. Pelaku menyerang korban secara brutal hingga korban terjatuh. Setelah berhasil menguasai situasi, pelaku mengambil uang tunai sebesar Rp76 juta dari dalam brankas sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka yang sangat serius. Polisi mencatat sedikitnya terdapat 22 luka tusuk di beberapa bagian tubuh korban.

"Korban mengalami luka tusuk benda tajam kurang lebih sebanyak 22 tusuk pada bagian kepala, perut dan pundak. Korban saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Efarina," ujar Bayu.

Meski mengalami luka parah dan kehilangan banyak darah, korban masih sempat meminta pertolongan. Kasus ini kemudian terungkap setelah korban mengirimkan foto selfie dalam kondisi wajah berlumuran darah kepada rekannya sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit.

Ditangkap Kurang dari 12 Jam, Polisi Sita Puluhan Juta Rupiah

Tidak membutuhkan waktu lama bagi polisi untuk mengungkap kasus tersebut. Kurang dari 12 jam setelah kejadian, tim gabungan berhasil melacak keberadaan pelaku.

Jodi ditangkap saat melintas di depan Mapolsek Bandar Sei Kijang pada Kamis (18/6/2026) dini hari. Namun proses penangkapan tidak berjalan mudah karena pelaku berusaha kabur saat hendak diamankan.

Menurut AKP Bayu Ramadhan Effendi, tersangka bahkan hampir menabrak petugas yang melakukan penyergapan sehingga polisi mengambil tindakan tegas dan terukur.

"Pelaku kita lumpuhkan, karena hendak menabrak anggota yang akan melakukan penangkapan," kata Bayu.

Dalam penyergapan tersebut, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti penting. Selain mengamankan tersangka, petugas menemukan sisa uang hasil kejahatan senilai lebih dari Rp30 juta hingga Rp36 juta yang belum sempat dihabiskan pelaku.

"Tersangka bekerja sebagai honorer di salah satu SD," ujar Bayu.

Selain uang tunai, polisi juga menyita gunting, obeng, kipas angin yang diduga digunakan saat melakukan kekerasan terhadap korban, sepeda motor yang dipakai untuk melarikan diri, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Saat ini Jodi telah ditahan di Mapolres Pelalawan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, ia dijerat Pasal 479 ayat (1) dan ayat (2) huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Wakapolres Pelalawan Kompol Asep menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan yang membahayakan keselamatan masyarakat.

"Ini menjadi bukti bahwa setiap tindak pidana yang meresahkan masyarakat akan kami tindak secara cepat, tegas, dan profesional. Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui atau mengalami tindak kejahatan agar dapat segera ditangani," kata Kompol Asep.

Kasus ini kembali menjadi pengingat tentang bahaya pinjaman online dan judi online yang tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi seseorang, tetapi juga berpotensi mendorong lahirnya tindak kriminal yang mengancam keselamatan orang lain.

Di sisi lain, keberanian korban untuk mencari pertolongan dalam kondisi kritis menjadi faktor penting yang membantu aparat mengungkap kasus tersebut dalam waktu singkat. (udn)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Soal Kasus Kapal SPOB Nurfaizah 03, PT NIS Buka Perjanjian Charter dan Kronologi Pelayaran

Soal Kasus Kapal SPOB Nurfaizah 03, PT NIS Buka Perjanjian Charter dan Kronologi Pelayaran

PT NIS memberikan penjelasan terkait pemeriksaan terhadap SPOB NURFAIZA 03 oleh TNI Angkatan Laut menyusul dugaan pengangkutan sekitar 407 ton solar (HSD)
Wanara Alas Roban Jadi Magnet Baru Wisata Budaya di KEK Industropolis Batang, Ubah Stigma Kelam Jalur Pantura

Wanara Alas Roban Jadi Magnet Baru Wisata Budaya di KEK Industropolis Batang, Ubah Stigma Kelam Jalur Pantura

Sendratari Wanara Alas Roban dihadirkan di KEK Industropolis Batang sebagai upaya enghidupkan legenda lokal sekaligus memperkuat wisata budaya melalui kolaborasi seni, alam, dan masyarakat.
Hasil Asian Games 2026: Tampil Mengecewakan Kalah dari Chinese Taipei, Timnas Voli Putri Indonesia Finis di Peringkat Keenam

Hasil Asian Games 2026: Tampil Mengecewakan Kalah dari Chinese Taipei, Timnas Voli Putri Indonesia Finis di Peringkat Keenam

Hasil Asian Games 2026, Timnas Voli Putri Indonesia menelan kekalahan telak dari Chinese Taipei dan gagal meraih peringkat kelima di klasemen keseluruhan.
Ubah Produk Samping Jadi Solusi Agroindustri, Petrokimia Gresik Raih Paten Inovasi Silika

Ubah Produk Samping Jadi Solusi Agroindustri, Petrokimia Gresik Raih Paten Inovasi Silika

PT Petrokimia Gresik berhasil mengembangkan inovasi pemanfaatan produk samping silika sebagai bahan penyaring belerang cair dalam proses produksi asam sulfat.
Surat Presiden Terkait Calon Dubes, DPR: Kami Segera Bahas

Surat Presiden Terkait Calon Dubes, DPR: Kami Segera Bahas

DPR menindaklanjuti surat Presiden Prabowo Subianto mengenai permohonan pertimbangan calon duta besar luar biasa dan berkuasa penuh untuk negara sahabat dan organisasi internasional.
BMKG: Awal Musim Hujan Diperkirakan Mulai November-Desember 2026

BMKG: Awal Musim Hujan Diperkirakan Mulai November-Desember 2026

BMKG memprediksi awal musim hujan terjadi pada November dan Desember 2026.

Trending

Perbandingan Gaji Megawati Hangestri di Red Sparks dan Hyundai Hillstate, Segini Nominalnya

Perbandingan Gaji Megawati Hangestri di Red Sparks dan Hyundai Hillstate, Segini Nominalnya

Menilik perbandingan gaji Megawati Hangestri saat bergabung dengan Red Sparks dan Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea. Pevoli berjuluk Megatron itu dikabarkan mengalami kenaikan bayaran jelang tampil di musim ketiganya.
Pilu! Gadis Meninggal Dunia Tak Lama Setelah Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak hingga Hamil

Pilu! Gadis Meninggal Dunia Tak Lama Setelah Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak hingga Hamil

Viral di TikTok kisah memilukan dari gadis bernama Savanna Azzahra yang meninggal dunia setelah calon suaminya selingkuh dengan sang kakak hingga hamil 3 bulan.
Malaysia Kena Sial Jelang Hadapi Timnas Indonesia, 3 Pemain Bintang Batal Gabung Skuad untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Malaysia Kena Sial Jelang Hadapi Timnas Indonesia, 3 Pemain Bintang Batal Gabung Skuad untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Malaysia tampaknya mengalami kesialan jelang menghadapi Timnas Indonesia. Sebab, pelatih Tan Cheng Hoe perlu melakukan perombakan dari 23 pemain yang dipanggilnya.
Siapa Resal Octavian? Ofisial Java United yang Diduga Sebut Shin Tae-yong 'Pendatang'

Siapa Resal Octavian? Ofisial Java United yang Diduga Sebut Shin Tae-yong 'Pendatang'

Resal Octavian menjadi sorotan suporter sepak bola Indonesia lantaran sebut pelatih Shin Tae-yong sebagai 'pendatang' dalam laga Persija Jakarta vs Java United.
Paddy Pimblett Sentil Keras Kemenangan Arman Tsarukyan di UFC 331

Paddy Pimblett Sentil Keras Kemenangan Arman Tsarukyan di UFC 331

Paddy Pimblett memberi sorotan tajam terhadap kemenangan Arman Tsarukyan atas Mauricio Ruffy di UFC 331, meski mengakui brutalnya serangan siku yang mengakhiri
Klasemen Medali Asian Games 2026, Selasa 22 September: Indonesia Turun Peringkat, Tim Merah Putih Belum Gondol Emas

Klasemen Medali Asian Games 2026, Selasa 22 September: Indonesia Turun Peringkat, Tim Merah Putih Belum Gondol Emas

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Selasa (22/9/2026) pukul 06.00 WIB. Tim Indonesia mengalami penurunan peringkat, dan belum mampu menggondol emas.
Heboh Video 'A Day In My Life' Tanpa Sensor Diburu di X, Polisi Ungkap Keduanya Bukan Pelajar dan Mengidap HIV

Heboh Video 'A Day In My Life' Tanpa Sensor Diburu di X, Polisi Ungkap Keduanya Bukan Pelajar dan Mengidap HIV

Berkaca dari kasus video a day in my life yang viral dikatakan polisi, kedua pemeran mengidap HIV. Penyakit yang perlu diwaspadai dan diketahui pencegahannya.
Selengkapnya

Viral