News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Festival Literasi Parlemen 2026: Literasi Budaya, Perkuat Demokrasi

Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI kembali menggelar Festival Literasi Parlemen 2026 dengan mengusung tema “Literasi Budaya untuk Demokrasi” di Perpustakaan DPR RI.
Kamis, 25 Juni 2026 - 12:49 WIB
Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI kembali menggelar Festival Literasi Parlemen 2026
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com– Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI kembali menggelar Festival Literasi Parlemen 2026 dengan mengusung tema “Literasi Budaya untuk Demokrasi” di Perpustakaan DPR RI. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi di tengah masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal DPR RI Suprihartini menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas membutuhkan masyarakat yang memiliki kemampuan literasi yang baik. Menurutnya, masyarakat yang mampu memahami dan mengelola informasi secara kritis akan lebih siap berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Demokrasi yang sejati tumbuh dari kualitas warga negaranya. Karena itu demokrasi membutuhkan masyarakat yang berdaya, yang mampu berpikir kritis, memilah informasi yang utuh, menghargai perbedaan pandangan, serta berpartisipasi dengan penuh tanggung jawab di ruang publik,” ujar Suprihartini saat membuka Festival Literasi Parlemen 2026 di Perpustakaan tersebut, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa literasi saat ini tidak lagi dimaknai sekadar kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi merupakan kemampuan memahami, mengolah, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi untuk menghasilkan keputusan yang bijaksana.

Menurut Suprihartini, tantangan literasi semakin besar di era digital ketika arus informasi bergerak sangat cepat. Di satu sisi, kemajuan teknologi memudahkan masyarakat memperoleh informasi. Namun di sisi lain, masyarakat juga dihadapkan pada ancaman misinformasi, disinformasi, hingga polarisasi sosial yang dapat mengganggu kehidupan demokrasi.

“Literasi membuat kita tidak mudah terombang-ambing oleh informasi yang belum terverifikasi, melatih kita bersikap kritis, serta memampukan kita membangun dialog publik yang sehat, sejuk, dan produktif,” jelasnya.

Karena itu, Festival Literasi Parlemen tahun ini sebagai bentuk refleksi atas pentingnya nilai-nilai budaya dalam memperkuat demokrasi. Suprihartini menilai Indonesia memiliki kekayaan budaya yang menjadi modal sosial penting dalam kehidupan berbangsa, mulai dari semangat musyawarah, gotong royong, toleransi, hingga nilai Bhinneka Tunggal Ika.

“Melalui literasi budaya, kita tidak hanya diajak mengenal identitas bangsa, tetapi juga menyelami makna dan nilai yang lebih dalam. Kita ingin budaya tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi menjadi sumber inspirasi dalam merawat demokrasi Indonesia yang beradab, inklusif, dan berkeadilan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa sebagai rumah rakyat, DPR RI memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas demokrasi dan memperluas ruang partisipasi masyarakat. Menurutnya, fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan yang dijalankan DPR RI akan semakin efektif apabila didukung masyarakat yang cerdas dan memahami proses kebijakan publik.

Oleh karena itu, Setjen DPR RI terus memperkuat peran Perpustakaan DPR RI sebagai pusat literasi parlemen. Transformasi dilakukan agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi buku, tetapi juga berkembang menjadi pusat informasi, ruang pembelajaran, inovasi, dan dialog publik.

“Perpustakaan DPR RI kini telah bertransformasi menjadi jembatan pengetahuan. Perpustakaan menjadi pusat informasi yang dinamis, pusat pembelajaran, ruang inovasi, serta ruang dialog terbuka demi melahirkan masyarakat yang kritis dan demokratis,” ungkapnya.

Suprihartini menambahkan, penyelenggaraan Festival Literasi Parlemen merupakan bagian dari komitmen Setjen DPR RI dalam menghadirkan layanan publik yang edukatif dan inklusif. Melalui berbagai kegiatan seperti talkshow, pameran buku, dan workshop kreatif, masyarakat diajak untuk semakin dekat dengan dunia literasi sekaligus memahami pentingnya budaya dalam kehidupan demokrasi.

Lebih lanjut, ia berharap Festival Literasi Parlemen dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperluas wawasan, bertukar gagasan, serta memperkuat kolaborasi dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan.

“Kita berharap Perpustakaan DPR RI dapat menjadi jembatan ilmu pengetahuan bagi masyarakat. Literasi menjadi salah satu cara agar masyarakat mampu membaca, menyampaikan, mengkritisi, dan mengambil informasi dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan literasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Sebab, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju secara teknologi dan ekonomi, tetapi juga bangsa yang masyarakatnya mencintai ilmu pengetahuan, menghormati budayanya, serta matang dalam berdemokrasi.

“Literasi harus menjadi gerakan bersama. Mari kita jadikan literasi sebagai modal utama untuk menjemput impian bersama menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Suprihartini (adv)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

3 Shio Siap-siap Dibanjiri Rezeki pada 11 Oktober 2026, Peluang Karier dan Keuangan Terbuka Lebar!

3 Shio Siap-siap Dibanjiri Rezeki pada 11 Oktober 2026, Peluang Karier dan Keuangan Terbuka Lebar!

Ramalan keuangan dan karier 12 shio besok, 11 Oktober 2026. Shio Naga, Monyet, dan Kuda berpeluang dibanjiri rezeki serta peluang baru.
Perebutan Gelar Juara Dunia MotoGP 2026 Memanas! Bos Aprilia Sadar Melawan Marc Marquez dan Ducati Tidaklah Mudah

Perebutan Gelar Juara Dunia MotoGP 2026 Memanas! Bos Aprilia Sadar Melawan Marc Marquez dan Ducati Tidaklah Mudah

Persaingan memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2026 kini berjalan semakin ketat dengan bangkitnya Marc Marquez dan Ducati.
Hidangkan Ayam Bakakak ke Investor Jepang, Kelakar Dedi Mulyadi: Kalau Dikasih Salmon-Sashimi Sudah Tidak Aneh

Hidangkan Ayam Bakakak ke Investor Jepang, Kelakar Dedi Mulyadi: Kalau Dikasih Salmon-Sashimi Sudah Tidak Aneh

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghidangkan kuliner khas Sunda saat menjamu para delegasi investor Jepang. KDM juga berbincang-bincang mengenai filosofi kebahagiaan dan ritme kerja antara orang Sunda dan orang Jepang.
Cara Tepat Mencegah Sakit Influenza A, Satu Kebiasaan Baik Ini Jangan Dilupakan

Cara Tepat Mencegah Sakit Influenza A, Satu Kebiasaan Baik Ini Jangan Dilupakan

Ternyata ada cara tepat untuk mencegah influenza A. Hal ini dijelaskan oleh Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni.
Pastikan Jajal Yordania, Suriah Dikaitkan Jadi Lawan Kedua Timnas Indonesia di FIFA Matchday Edisi November 2026

Pastikan Jajal Yordania, Suriah Dikaitkan Jadi Lawan Kedua Timnas Indonesia di FIFA Matchday Edisi November 2026

Yordania telah lebih dahulu mengumumkan jadwal pertandingan di FIFA Matchday edisi November dengan menjamu Timnas Indonesia dan Australia.
Lembaga Penjamin Simpanan: Tiga Badan Perkreditan Rakyat di DIY Dilikuidasi, Klaim Simpanan Nasabah Capai Rp58,51 Miliar

Lembaga Penjamin Simpanan: Tiga Badan Perkreditan Rakyat di DIY Dilikuidasi, Klaim Simpanan Nasabah Capai Rp58,51 Miliar

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat tiga Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Daerah Istimewa Yogyakarta telah dicabut izin usahanya hingga 30 September 2026.

Trending

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
Selengkapnya

Viral