Nadhif Basalamah Ngaku Jadi Korban Pelecehan, Sampai Gemetar saat Speak Up: Tolong Hentikan!
- Tangkapan Layar YouTube Nadhif Basalamah
Jakarta, tvOnenews.com - Penyanyi muda Nadhif Basalamah akhirnya buka suara soal tekanan yang selama ini ia alami di media sosial. Di balik citranya sebagai musisi yang tenang dan dikenal lewat lagu-lagu romantis, Nadhif ternyata menyimpan keresahan akibat komentar bernada pelecehan yang terus menghampirinya secara online.
Curahan hati tersebut disampaikan Nadhif melalui akun X pribadinya. Dalam unggahan itu, pelantun lagu Penjaga Hati tersebut mengaku sempat bimbang sebelum memutuskan berbicara kepada publik.
“Aku tidak tahu apakah benar jika aku angkat bicara, dan tanganku gemetar saat mengetik ini. Namun, banyaknya pelecehan yang kuterima secara online, baik di X maupun TikTok, sudah benar-benar tidak tertahankan,” tulis Nadhif, dikutip Minggu (28/6/2026).
Pengakuan itu langsung menyita perhatian warganet. Banyak yang mengaku terkejut karena selama ini pelecehan terhadap laki-laki, khususnya figur publik pria, kerap dianggap candaan atau sesuatu yang lumrah terjadi di media sosial.
Nadhif pun menyinggung anggapan bahwa status sebagai publik figur membuat seseorang harus siap menerima segala bentuk komentar dari netizen, termasuk yang melewati batas.
“Kalau kalian bilang ini adalah konsekuensi menjadi figur publik, lebih baik aku berhenti saja,” lanjutnya.
Unggahan tersebut turut disertai sejumlah tangkapan layar komentar yang diterimanya di media sosial. Isi komentar itu didominasi kalimat bernada objektifikasi hingga pelecehan verbal terhadap dirinya.
Yang menjadi sorotan, komentar-komentar tersebut datang dari berbagai akun, baik perempuan maupun laki-laki. Situasi itu membuat diskusi di media sosial meluas, terutama soal batas antara mengidolakan seseorang dengan melakukan pelecehan.
Tak lama setelah unggahannya viral, Nadhif kembali memberikan penjelasan tambahan agar pernyataannya tidak disalahartikan publik. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki persoalan dengan kelompok atau komunitas tertentu.
“Bukan berarti aku punya masalah dengan komunitas tersebut. Aku bukan anti, juga bukan sekutu (ally), tetapi aku punya banyak teman dari komunitas itu dan aku sangat menghormati mereka. Justru kenyataan bahwa hal seperti ini terus terjadi membuat situasinya terasa semakin buruk,” jelasnya.
Load more