Misteri Film Obsession Belum Usai, Ini Teori Penggemar yang Paling Masuk Akal
- Blumhouse
Jakarta, tvOnenews.com - Film horor psikologis karya sutradara Curry Barker, Obsession, sukses memicu perdebatan di kalangan penontonkarena cerita yang tragis dan menyisakan banyak ruang interpretasi.
Perhatian: Spoiler
Setelah menjadi fenomena box office, film ini juga melahirkan beragam teori di media sosial dan forum diskusi seperti Reddit.
Seperti scene di penghujung film, Bear akhirnya menyadari bahwa keinginannya agar Nikki mencintainya melalui kekuatan supranatural One Wish Willow justru malah menghancurkan hidup keduanya.
Diliputi rasa bersalah dan putus asa, Bear menelan pil oxycodone atau obat analgesik dalam jumlah besar untuk mengakhiri hidupnya sekaligus menghentikan kutukan yang mengendalikan Nikki.
Namun sesaat sebelum pil tersebut bereaksi, Nikki yang masih berada di bawah pengaruh kutukan diam-diam menggunakan One Wish Willow dan berharap Bear mencintainya dengan kadar yang sama.
Keinginan itu langsung terwujud sehingga Bear berubah menjadi sosok yang sama obsesifnya terhadap Nikki. Namun momen bahagia tersebut hanya berlangsung singkat sebelum efek overdosis merenggut nyawa Bear.
Kematian Bear membuat kutukan yang berasal dari keinginannya ikut lenyap. Nikki akhirnya terbebas dari kendali sihir dan kembali menjadi dirinya sendiri.
Akan tetapi, ia harus menghadapi kenyataan mengerikan bahwa orang-orang di sekitarnya telah tewas akibat rangkaian peristiwa yang dipicu oleh kutukan tersebut.
Alih-alih memberikan akhir yang bahagia, film menutup kisah dengan Nikki yang selamat, tetapi mengalami trauma mendalam.
Ada beberapa teori menarik yang didiskusikan para penonton dan penggemar film mengenai apa sebenarnya yang ingin disampaikan Obsession.
Teori 1: Bear Sebenarnya Menjadi Korban Keinginannya Sendiri
Salah satu teori yang paling banyak diterima menyebut ending film ini merupakan bentuk karma. Bear memulai cerita dengan merampas kehendak bebas Nikki melalui sebuah permintaan egois.
Di akhir cerita, ia justru mengalami hal yang sama ketika dirinya dipaksa mencintai Nikki akibat permintaan yang dibuat Nikki versi "terkutuk". Banyak penggemar menilai simetri tersebut menjadi inti pesan film mengenai cinta yang tidak bisa dipaksakan.
Teori 2: Nikki Bukan Penjahat, Melainkan Korban
Meski sempat muncul teori bahwa sifat obsesif Nikki sebenarnya memang sudah ada sejak awal, mayoritas penonton justru menolak anggapan tersebut.
Mereka menilai seluruh perilaku ekstrem Nikki merupakan hasil hilangnya kehendak bebas akibat kutukan One Wish Willow.
Bahkan, sutradara Curry Barker juga berulang kali menekankan bahwa tema utama film adalah tentang kontrol, persetujuan (consent), dan perampasan otonomi seseorang, bukan kisah mengenai perempuan yang diam-diam jadi "cegil".
Teori 3: Kematian Kucing Menjadi Pertanda Nasib Bear
Banyak penonton memperhatikan bahwa kematian kucing Bear pada awal film akibat menelan pil memiliki pola yang sama dengan kematian Bear di akhir cerita.
Teori ini menganggap adegan tersebut merupakan foreshadowing/petunjuk tersembunyi yang menunjukkan bahwa sejak awal Bear sedang berjalan menuju kehancurannya sendiri karena tidak mampu menghadapi rasa obsesinya terhadap Nikki.
Teori 4: Nama "Bear" Bukan Kebetulan
Teori lain yang cukup populer mengaitkan nama Bear (dari Baron) dengan perdebatan viral di internet mengenai pertanyaan "jika kamu tersesat di hutan, lebih memilih bersama lelaki atau beruang (man or bear)?"
Sebagian penggemar menilai Curry Barker sengaja memilih nama tersebut untuk mengomentari ketakutan perempuan terhadap laki-laki yang merasa berhak memiliki seseorang.
Walau belum pernah dikonfirmasi sebagai makna resmi, teori ini menjadi salah satu interpretasi yang paling sering dibahas di komunitas.
Teori 5: Bear adalah "monster" sesungguhnya
Teori yang banyak mendapat dukungan juga menyebut film ini sejak awal memang menempatkan Bear sebagai antagonis.
Salah satu teori yang paling banyak disepakati menyebut Bear merupakan monster sesungguhnya dalam film ini.
Menurut teori tersebut, kutukan One Wish Willow bukanlah penyebab utama tragedi, melainkan hanya memperlihatkan secara harfiah konsekuensi ketika seseorang berusaha mengendalikan kehendak bebas orang lain demi memenuhi keinginannya sendiri.
Hal itu diperkuat oleh salah satu adegan ketika Bear diberiditanya apakah dirinya ingin membatalkan permintaannya. Alih-alih memilih membatalkan, ia justru mengatakan hanya ingin mengubah permintaannya.
Bagi banyak penonton, keputusan tersebut menunjukkan bahwa hingga saat-saat terakhir Bear masih belum benar-benar rela melepaskan keinginannya untuk memiliki Nikki, sehingga obsesinya menjadi akar dari seluruh tragedi yang terjadi.
Pandangan ini juga sejalan dengan penjelasan Curry Barker bahwa filmnya berbicara tentang obsesi dan kontrol, bukan cinta sejati.
Load more