GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bangun Gereja Tangguh Bencana, GPIB Pasar Minggu, BNPB dan UI Kolaborasi Gelar Simulasi Evakuasi Bencana

Simulasi bencana di rumah ibadah diatur dalam kerangka kerja Rumah Ibadah Tangguh Bencana, yang secara hukum menginduk pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan diperjelas melalui pedoman yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kamis, 2 Juli 2026 - 16:36 WIB
Siaga bencana lewat simulasi evakuasi bencana gempa bumi
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Ibadah Minggu di GPIB Pasar Minggu pada 28 Juni 2026 berakhir seperti biasanya. Namun, jemaat belum beranjak pulang. Sesaat setelah ibadah selesai, suara peluit Panjang dan instruksi terdengar memenuhi ruang ibadah. "Gempa...Gempa...Gempa.. Jemaat tetap tenang."

Kalimat sederhana itu menjadi awal dari sebuah simulasi evakuasi gempa yang melibatkan seluruh jemaat. Tidak ada kepanikan, tidak ada saling berebut keluar. Jemaat justru mempraktikkan apa yang telah dipelajari selama beberapa pekan sebelumnya: berlutut, berlindung, dan bertahan sebagai respons pertama ketika gempa terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Simulasi yang dilaksanakan seusai ibadah ini bukan sekadar latihan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan gereja. Melalui pengalaman langsung, jemaat diajak memahami bahwa keselamatan saat bencana tidak hanya bergantung pada kondisi bangunan, tetapi juga pada pengetahuan dan kesiapan setiap orang dalam mengambil tindakan yang tepat.

Saat skenario gempa dimulai, petugas ibadah segera memberikan instruksi kepada seluruh jemaat untuk melakukan prosedur 3B (Berlutut, Berlindung, dan Bertahan). Langkah ini menjadi bentuk adaptasi dari prinsip internasional Drop, Cover, and Hold On yang disederhanakan agar lebih mudah dipahami dan diingat oleh seluruh jemaat, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

Setelah simulasi guncangan dinyatakan berakhir dan kondisi dipastikan aman, peluit dibunyikan panjang sebanyak 2 kali sebagai tanda dimulainya proses evakuasi. Jemaat kemudian meninggalkan ruang ibadah secara bertahap melalui pintu evakuasi terdekat sesuai zona yang telah ditentukan. Di setiap jalur, petugas ibadah telah bersiaga untuk mengarahkan arus evakuasi sehingga seluruh jemaat dapat bergerak dengan tertib menuju dua titik kumpul yang telah disiapkan.

Bagi sebagian jemaat, latihan tersebut mungkin menjadi pengalaman pertama mengikuti simulasi gempa di dalam gereja. Namun, justru melalui praktik seperti inilah mereka mengenal letak jalur evakuasi, memahami fungsi titik kumpul, serta menyadari pentingnya mengikuti arahan petugas ketika keadaan darurat benar-benar terjadi.

Tidak hanya jemaat yang belajar. Simulasi ini juga menjadi kesempatan bagi para petugas ibadah untuk mempraktikkan peran masing-masing, mulai dari memberikan instruksi yang jelas, mengatur arus evakuasi, memastikan tidak ada peserta yang tertinggal di dalam gedung, hingga melakukan koordinasi setelah seluruh jemaat tiba di titik kumpul. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang tidak hanya mengandalkan prosedur tertulis, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia.

Pelaksanaan simulasi pada 28 Juni 2026 merupakan puncak dari rangkaian pembekalan yang telah dimulai sejak pertengahan Juni. Pada 16 Juni 2026, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar kebencanaan, karakteristik ancaman gempa bumi di Indonesia, prinsip mitigasi, serta pentingnya perencanaan bangunan dan jalur evakuasi yang aman. Pembahasan juga mencakup pembentukan Floor Captain, penyusunan Emergency Evacuation Operation Plan (EEOP), serta pengembangan konsep Gereja Tangguh Bencana sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan komunitas.

Seminggu kemudian, pada 23 Juni 2026, fokus kegiatan beralih pada penyempurnaan prosedur melalui simulasi dan evaluasi. Berbagai masukan diberikan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi saat keadaan darurat. Para petugas ibadah berlatih pembagian tugas di setiap pintu evakuasi, mekanisme pengecekan kondisi setelah gempa, hingga pengaturan arus jemaat menuju titik kumpul. Evaluasi tersebut menjadi bekal penting sebelum simulasi melibatkan seluruh jemaat pada akhir Juni.

Dalam proses pembekalan, GPIB Pasar Minggu menghadirkan Tasril Mulyadi, praktisi kesiapsiagaan bencana dari BNPB, yang mengulas karakteristik ancaman gempa bumi di Indonesia, prinsip-prinsip mitigasi, serta memandu latihan simulasi evakuasi agar peserta memahami langkah penyelamatan diri secara tepat. Pembelajaran tersebut kemudian dilengkapi oleh Karl Simatupang dari Unit Penanggulangan Bencana Sinode GPIB yang menunjukkan bagaimana konsep pengurangan risiko bencana dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan bergereja, mulai dari penguatan peran petugas ibadah hingga penyelenggaraan evakuasi yang terkoordinasi.

Kolaborasi kedua praktisi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun konsep Gereja Tangguh Bencana di GPIB Pasar Minggu. Rangkaian kegiatan ini sekaligus merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) melalui pengajarnya Irene Sondang Fitrinitia, PhD yang berjudul Peningkatan Kesiapan Masyarakat Gereja Perkotaan Dalam Menghadapi Resiko Bencana Perkotaan Ini merupakan upaya memperkuat kapasitas masyarakat perkotaan dalam menghadapi risiko bencana melalui pendidikan, pendampingan, dan praktik langsung di lingkungan rumah ibadah.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, gereja, dan para pegiat kebencanaan, simulasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Latihan yang dilakukan secara berkala menjadi investasi pengetahuan yang dapat menyelamatkan banyak nyawa ketika bencana benar-benar terjadi.

Pada akhirnya, kesiapsiagaan bukan hanya soal mengetahui ke mana harus berlari saat gempa. Kesiapsiagaan adalah tentang membangun kebiasaan untuk tetap tenang, saling membantu, memahami peran masing-masing, dan menjadikan keselamatan sebagai tanggung jawab bersama. Dari ruang ibadah di GPIB Pasar Minggu, pesan itu disampaikan dengan sederhana: budaya siaga bencana dimulai dari latihan, dan latihan dimulai dari kemauan untuk belajar bersama.

Pelaksanaan simulasi bencana di rumah ibadah diatur dalam kerangka kerja Rumah Ibadah Tangguh Bencana, yang secara hukum menginduk pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan diperjelas melalui pedoman yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). BNPB Bersama lintas agama lalu menyusun pedoman Rumah Ibadah Tangguh Bencana. (Ist)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lolos Kualifikasi, Dua Atlet Senam Indonesia Siap Berlaga di Asian Games 2026

Lolos Kualifikasi, Dua Atlet Senam Indonesia Siap Berlaga di Asian Games 2026

Ketua Umum FGI Ita Yuliati mengatakan kedua atlet tersebut berhak tampil setelah melewati persyaratan kualifikasi pada kejuaraan tingkat Asia
KEK Industropolis Batang Raih Dua Penghargaan lewat Strategi Komunikasi dan ESG, Perkuat Reputasi Ekosistem Industri

KEK Industropolis Batang Raih Dua Penghargaan lewat Strategi Komunikasi dan ESG, Perkuat Reputasi Ekosistem Industri

KEK Industropolis Batang memperkuat reputasi sebagai kawasan industri masa depan lewat strategi komunikasi, ESG, dan inovasi hingga meraih dua penghargaan.
Biaya Hidup Menipis Pascagempa, Mahasiswa NTT di Yogyakarta Bertahan Hidup dengan "Ngebon" Hingga Cari Nasi Gratis di Warung

Biaya Hidup Menipis Pascagempa, Mahasiswa NTT di Yogyakarta Bertahan Hidup dengan "Ngebon" Hingga Cari Nasi Gratis di Warung

Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya meninggalkan kekhawatiran bagi warga di daerah terdampak. 
Buntut Dokter Hina Pasien BPJS Dinonaktifkan dari Peserta PPDS, FKKMK UGM Bekali Maba Etika Bermedia Sosial

Buntut Dokter Hina Pasien BPJS Dinonaktifkan dari Peserta PPDS, FKKMK UGM Bekali Maba Etika Bermedia Sosial

Kasus dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang dinonaktifkan setelah unggahannya di media sosial (medsos) dinilai menghina pasien pengguna BPJS Kesehatan menjadi perhatian di lingkungan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Yogyakarta. 
Tijjani Reijnders Resmi Tinggalkan Manchester City, Gabung Al-Qadsiah dengan Nilai Fantastis Rp1 Triliun

Tijjani Reijnders Resmi Tinggalkan Manchester City, Gabung Al-Qadsiah dengan Nilai Fantastis Rp1 Triliun

Kepindahan Tijjani Reijnders memang mengejutkan karena baru satu musim bergabung dengan Manchester City. Gelandang Timnas Belanda itu ditebus dengan nilai transfer 52 juta poundsterling atau sekitar Rp1,1 triliun.
Bidik Ekspansi ke Bisnis Pengolahan Gas, Oxala Energi Matangkan Rencana Akuisisi

Bidik Ekspansi ke Bisnis Pengolahan Gas, Oxala Energi Matangkan Rencana Akuisisi

Oxala Energi menyiapkan akuisisi perusahaan pengolahan migas dengan kontrak di atas USD100 juta dan aset yang diproyeksikan mencapai Rp920 miliar pada akhir 2026.

Trending

Lolos Kualifikasi, Dua Atlet Senam Indonesia Siap Berlaga di Asian Games 2026

Lolos Kualifikasi, Dua Atlet Senam Indonesia Siap Berlaga di Asian Games 2026

Ketua Umum FGI Ita Yuliati mengatakan kedua atlet tersebut berhak tampil setelah melewati persyaratan kualifikasi pada kejuaraan tingkat Asia
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun

Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun

Kapolri bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Menteri Pertanian RI, groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB.
Hati Berbunga-bunga, 5 Zodiak Ini Diprediksi Dapat Kabar Bahagia soal Cinta Besok 20 Agustus 2026

Hati Berbunga-bunga, 5 Zodiak Ini Diprediksi Dapat Kabar Bahagia soal Cinta Besok 20 Agustus 2026

Kabar manis soal asmara diprediksi menghampiri 5 zodiak besok 20 Agustus 2026. Siapa saja yang bakal dibuat berbunga-bunga?
Habib Bahar bin Smith Geruduk Pabrik Miras di Bogor: Kalau Nggak Tutup, Saya Bakar!

Habib Bahar bin Smith Geruduk Pabrik Miras di Bogor: Kalau Nggak Tutup, Saya Bakar!

Habib Bahar bin Smith geruduk pabrik miras di Bogor dan desak penutupan. Simak aksi, ultimatum, serta kesepakatan penghentian produksi selama tujuh hari.
Garuda Indonesia Ungkap Alasan Direktur Niaga Reza Aulia Hakim Diberhentikan Sementara

Garuda Indonesia Ungkap Alasan Direktur Niaga Reza Aulia Hakim Diberhentikan Sementara

Garuda Indonesia menjelaskan alasan pemberhentian sementara Direktur Niaga Reza Aulia Hakim dan menegaskan keputusan akhir menunggu RUPS.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 20 Agustus 2026: Libra Panen Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 20 Agustus 2026: Libra Panen Uang Kaget

Ramalan keuangan zodiak pada Kamis, 20 Agustus 2026, membawa kabar menarik bagi sejumlah pemilik zodiak. Siapa saja zodiak yang bakal berlimpah cuan besok?
Ada Kejutan Menanti! 5 Zodiak Ini Diprediksi Punya Hari Penuh Keberuntungan Besok 20 Agustus 2026

Ada Kejutan Menanti! 5 Zodiak Ini Diprediksi Punya Hari Penuh Keberuntungan Besok 20 Agustus 2026

Ada kejutan menanti! Lima zodiak ini diprediksi punya momentum keberuntungan menarik besok 20 Agustus 2026. Cek ada siapa saja.
Selengkapnya

Viral