Gelar Munas Perdana, Srikandi Jaga Desa Dorong Perempuan Desa untuk Siap Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Sosial
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Cabang organisasi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas), yakni Srikandi Jaga Desa, menyerukan agar peran natural perempuan diperkuat menjadi sebuah inisiatif nasional yang solid.
Kaum perempuan, khususnya di desa, selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga ketenteraman keluarga dan lingkungan sekitarnya. Melalui gerakan Srikandi Jaga Desa, perempuan dengan peran naturalnya didorong untuk turun tangan langsung memastikan generasi muda tumbuh di lingkungan yang sehat dan aman dari berbagai pengaruh destruktif.
Untuk menopang peran krusial tersebut, kemandirian ekonomi masyarakat menjadi kunci utama yang terus dibangun dengan memfasilitasi perempuan pedesaan untuk menggerakkan roda UMKM serta mengoptimalkan potensi lokal.
Seluruh gagasan besar mengenai ketahanan sosial dan ekonomi ini digodok secara matang dalam Musyawarah Nasional perdana Srikandi Jaga Desa yang digelar pada Kamis (2/7/2026) di Jakarta.
Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, Ella Nurlaela Tubagoes, menyampaikan bahwa pembentukan Srikandi Jaga Desa merupakan langkah strategis untuk memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan desa secara masif.
Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat besar mulai dari ranah keluarga, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat, sehingga membutuhkan wadah yang terorganisasi.
"Srikandi Jaga Desa akan menjadi mitra pemerintah desa, BPD, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan yang transparan, mendorong pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan, peningkatan kualitas SDM, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ekonomi keluarga," ujar Ella dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).
Kombinasi antara kepekaan sosial dan kecerdasan manajerial ini juga digarisbawahi oleh Dewan Pembina ABPEDNAS sekaligus Bendahara Umum Srikandi Jaga Desa, Maya Miranda Ambarsari. Pengusaha nasional ini memberikan penekanan khusus pada transformasi peran perempuan dari penggerak domestik menjadi arsitek strategi pembangunan yang berdampak makro.
"Perempuan bukan lagi sekadar pelengkap ornamen pembangunan, melainkan elemen strategis yang memegang kunci efisiensi dan inovasi ekonomi. Ketika potensi lokal dikelola dengan pendekatan yang inklusif dan modern oleh para perempuan tangguh ini, desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan baru yang mandiri. Srikandi Jaga Desa harus mampu menjadi jembatan kemajuan tersebut," jelas Maya.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga harus dibarengi dengan perluasan akses terhadap jejaring usaha, pendampingan, dan penguatan kapasitas kewirausahaan agar potensi ekonomi desa mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Langkah awal penguatan ini turut dikawal langsung oleh jajaran tokoh strategis nasional yang hadir memberikan pengarahan taktis kepada seluruh peserta sidang pranatacara tersebut. Dalam arahannya, Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani menegaskan pentingnya peran pengawasan dari kaum perempuan.
"Kehadiran Srikandi Jaga Desa bukan sekadar pelengkap organisasi, melainkan pilar pengawasan yang rasional dan humanis di tingkat akar rumput. Ketika kaum perempuan dilibatkan secara aktif untuk mengawal arah kebijakan desa, maka potensi penyimpangan dapat ditekan dan perlindungan terhadap ruang hidup masyarakat menjadi jauh lebih terukur," tegas Prof. Reda.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DPP ABPEDNAS Ir. H. Indra Utama, M.PWK., menyoroti pentingnya integrasi gerakan perempuan dalam tubuh organisasi.
"Membangun desa yang mandiri dan kuat tidak bisa dilakukan secara parsial, apalagi meninggalkan peran perempuan. Srikandi hadir sebagai sayap strategis ABPEDNAS untuk menyentuh fondasi sosial yang paling vital. Sinergi antara BPD dan inisiatif kaum perempuan inilah yang akan menciptakan ekosistem desa yang berdaya tahan tinggi menghadapi berbagai tantangan zaman," ujar Indra.
Di sisi lain, meskipun Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Sherly Tjoanda Laos, baru dijadwalkan hadir dan menyapa langsung para pengurus pada prosesi pelantikan akbar di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026), pesan perjuangannya turut menjadi pendorong semangat dalam Munas tersebut.
Melalui pesan yang dititipkan untuk jajaran pengurus, ia mengingatkan kembali marwah gerakan ini yang berpusat pada kekuatan keluarga.
"Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga. Oleh karena itu, Srikandi Jaga Desa harus berani mengambil panggung kepemimpinan; menggerakkan roda ekonomi melalui UMKM, sekaligus menjadi tameng pelindung bagi anak-anak kita. Perempuan yang berdaya secara ekonomi otomatis akan memiliki suara yang lebih lantang dalam menentukan masa depan desanya," ungkap Sherly dalam pesannya. (rpi)
Load more