Pilot AMA Ditembak dari Jarak Sangat Dekat, Jenazah Dipulangkan ke AS
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Kombes Pol Sebastian Romi mengatakan pilot maskapai AMA, Nicholas Gosselin, meninggal dunia akibat luka tembak yang dilepaskan dari jarak sangat dekat.
Hal ini diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan forensik.
"Korban mengalami luka tembak masuk di pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak kontak, yakni moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit," ujarnya, Sabtu (4/7/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, Sebastian menyebut lintasan peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan.
Hal ini mengakibatkan kerusakan berat pada tulang wajah dan dasar tengkorak korban.
Ditemukan pula sejumlah luka akibat benturan benda tumpul selain luka tembak. Sejumlah luka ditemukan di kepala, dahi, telinga kanan serta patah tulang rahang atas dan rahang bawah.
Untuk memastikan penyebab kematian, sambung dia, tim medis melakukan pemeriksaan radiologi yang menunjukkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak.
"Dari hasil tersebut diketahui lintasan peluru masuk dan keluar menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak sehingga korban meninggal dunia dengan sangat cepat," terangnya.
Usai diperiksa, jenazah Nicholas Gosselin diserahkan kepada pihak maskapai AMA pada Sabtu (4/7/2026) dini hari untuk diterbangkan ke Jakarta sebelum dipulangkan ke Amerika Serikat (AS) guna dimakamkan.
Adapun pilot AMA ini menjadi korban pembunuhan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) saat pesawat yang diterbangkannya mendarat di Bandara Ipdeheik, Desa Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis (2/7/2026). (ant/nsi)
Load more