News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi 3 Polisi Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal di Pinggir Sungai

Kronologi lengkap tiga anggota Polri gugur saat operasi pemberantasan narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah. Aiptu Sumaryanto ditemukan meninggal setelah sempat hilang saat penggerebekan
Senin, 6 Juli 2026 - 18:17 WIB
Kronologi 3 Polisi Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal di Pinggir Sungai
Sumber :
  • ANTARA/HO-Basarnas

tvOnenews.com - Peredaran narkotika masih menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi aparat penegak hukum di Indonesia. 

Tidak hanya merusak kesehatan masyarakat dan memicu berbagai tindak kriminal, jaringan narkoba juga kerap melakukan perlawanan saat aparat berusaha melakukan penindakan. Dalam sejumlah kasus, operasi pemberantasan narkoba bahkan berujung pada jatuhnya korban jiwa dari pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), Indonesia masih menjadi pasar potensial bagi peredaran narkotika. 

Jaringan pengedar terus mengembangkan berbagai modus untuk menghindari penangkapan, mulai dari memanfaatkan wilayah terpencil hingga melibatkan jaringan keluarga maupun kelompok tertentu. 

Kondisi tersebut membuat setiap operasi penindakan memiliki tingkat risiko yang tinggi bagi petugas di lapangan.

Risiko itu kembali terlihat dalam operasi penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. 

Operasi yang digelar pada awal Juli 2026 tersebut berakhir tragis setelah tiga anggota Polres Katingan gugur. Korban terakhir yang sebelumnya dilaporkan hilang, Aiptu Sumaryanto, akhirnya ditemukan meninggal dunia di daerah aliran Sungai (DAS) Katingan setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan.

Kronologi Penggerebekan Bandar Sabu Berawal dari Laporan Warga

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan operasi tersebut bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu (1/7/2026).

Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Menindaklanjuti informasi tersebut, Satresnarkoba Polres Katingan menerjunkan 12 personel untuk melakukan penangkapan.

Tim kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Satu tim bertugas melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim lainnya bersiaga sebagai unsur pendukung apabila terjadi situasi darurat.

"Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang," ujar Brigjen Eko.

Bentrokan Pecah, Tiga Polisi Gugur Saat Menyelamatkan Diri

Situasi di lokasi berubah menjadi tidak terkendali ketika keluarga terduga pelaku dan sejumlah warga diduga melakukan penyerangan terhadap petugas. 

Menurut polisi, selain menggunakan senjata tajam, massa juga diduga memakai senjata api rakitan sehingga kondisi semakin berbahaya.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan salah seorang anggota Satresnarkoba, Aipda Yudhie Perdana Putra, gugur akibat serangan senjata tajam ketika proses penangkapan berlangsung.

"Pada saat salah satu pelaku sudah diamankan, tiba-tiba keluarga pelaku menyerang anggota menggunakan parang. Anggota di lapangan kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku meninggal dunia," ujar Dodik.

Dalam upaya menyelamatkan diri dari serangan massa, sejumlah personel terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan sambil menunggu bantuan personel tambahan.

Namun, dua anggota lainnya, yakni Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto, dinyatakan hilang setelah insiden tersebut.

Tim Gabungan Temukan Jenazah Aiptu Sumaryanto

Operasi pencarian langsung dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan personel Polri bersama unsur terkait.

Bripda Nopandri Ramadhana lebih dulu ditemukan pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 15.55 WIB.

Sementara itu, pencarian terhadap Aiptu Sumaryanto berlanjut hingga Minggu (5/7/2026). Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan bahwa jenazah korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB.

"Benar tim gabungan berhasil menemukan jenazah Aiptu Sumaryanto sekitar pukul 09.00 WIB," kata Dodik.

Berdasarkan informasi di lapangan, jasad korban pertama kali terlihat warga dalam kondisi mengapung dan tersangkut di batang kayu di Daerah Aliran Sungai Katingan, Desa Rantau Asem.

Lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar delapan kilometer dari titik awal terjadinya bentrokan saat operasi penangkapan.

Setelah dievakuasi, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso juga membenarkan proses evakuasi tersebut.

"Mayat tersebut dikirimkan dengan ambulans ke RS Bhayangkara Palangkaraya," ujarnya.

Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, jumlah anggota Polri yang gugur dalam operasi pemberantasan narkoba tersebut menjadi tiga orang, yakni Aipda Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Sumaryanto.

Menanggapi insiden tersebut, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban sekaligus menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika.

"Kita harus bersatu melawan narkoba. Jangan memberi ruang bagi para pelaku yang merusak masa depan anak-anak bangsa. Kami bersama pemerintah dan berbagai pihak terkait lainnya akan terus bersinergi dalam upaya pemberantasan narkotika," tegasnya.

Brigjen Eko Hadi Santoso menambahkan bahwa Polri akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola operasi pemberantasan narkotika agar setiap personel memiliki kesiapan lebih baik ketika menghadapi situasi berisiko tinggi di lapangan.

"Seluruh operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi agar seluruh personel memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan," pungkasnya.

Artikel ini telah dioptimalkan untuk SEO dengan fokus pada keyword utama "Kronologi 3 Polisi Tewas saat Gerebek Narkoba", tetap mempertahankan kutipan resmi dari kepolisian, serta menyajikan kronologi secara runtut dan informatif tanpa mengurangi akurasi fakta. (udn)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pertamina Buka Camping Ground, Bisa Jadi Alternatif Tempat Menginap saat Nonton Pertamina Grand Prix Of Indonesia

Pertamina Buka Camping Ground, Bisa Jadi Alternatif Tempat Menginap saat Nonton Pertamina Grand Prix Of Indonesia

Untuk pertama kalinya Pertamina menghadirkan camping ground di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Camping ground ini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk memberikan kenyamanan kepada para penghuni.
Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Joey Pelupessy Absen dalam Kemenangan Lommel SK, Mees Hilgers Tunda Debut

Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Joey Pelupessy Absen dalam Kemenangan Lommel SK, Mees Hilgers Tunda Debut

Para pemain Timnas Indonesia abroad kembali ke klubnya masing-masing. Walau demikian, skuad yang membawa juara Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 belum tampil di akhir pekan ini. 
Jadwal F1 GP Singapura 2026, Sabtu 10 Oktober: Ada Kualifikasi dan Sprint Race di Sirkuit Jalanan Marina Bay Hari Ini

Jadwal F1 GP Singapura 2026, Sabtu 10 Oktober: Ada Kualifikasi dan Sprint Race di Sirkuit Jalanan Marina Bay Hari Ini

Jadwal F1 GP Singapura 2026 hari ini Sabtu 10 Oktober akan menghadirkan dua agenda penting di Sirkuit Jalanan Marina Bay yakni Sprint Race dan juga kualifikasi.
Lama Tak Tersentuh, Polisi Temukan Barang Haram Ini di Eks Lokalisasi Prostitusi Saritem

Lama Tak Tersentuh, Polisi Temukan Barang Haram Ini di Eks Lokalisasi Prostitusi Saritem

Eks lokalisasi prostitusi Saritem, Kota Bandung, digerebek petugas Polrestabes Bandung, Jumat (9/10/2026) sore. Operasi ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Kapolri sekaligus mendukung pelaksanaan Operasi Antik yang digelar Polda Jawa Barat.
Gelar Juara FIFA ASEAN Cup Jadi Pelipur Lara Joey Pelupessy Atas Kegagalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia

Gelar Juara FIFA ASEAN Cup Jadi Pelipur Lara Joey Pelupessy Atas Kegagalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia

Timnas Indonesia berhasil meraih gelar juara edisi pertama FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti dramatis pada Senin (5/10/2026) lalu. 
Efek Domino Bunuh Diri, Kenapa Satu Kasus Bisa Bayangi Kondisi Psikologis 30 Orang di Sekitarnya?

Efek Domino Bunuh Diri, Kenapa Satu Kasus Bisa Bayangi Kondisi Psikologis 30 Orang di Sekitarnya?

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membahas besarnya efek domino kasus bunuh diri berdampak kondisi perasaan dan psikologis 30 orang di lingkungan sekitar korban.

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Selengkapnya

Viral