JKT48 hingga Musisi Jepang Siap Meriahkan Sakura Matsuri 2026, Catat Tanggal dan Lokasinya!
- Instagram @jkt48
Jakarta, tvOnenews.com – Penggemar budaya pop Jepang bakal mendapat suguhan spesial pada akhir Juli 2026. Festival Sakura Matsuri 2026 dipastikan kembali digelar dengan menghadirkan sederet penampil dari Indonesia maupun Jepang, termasuk grup idola JKT48.
Festival budaya tahunan tersebut akan berlangsung pada 25-26 Juli 2026 di Hollywood Junction, Kota Jababeka, Cikarang, dengan mengusung konsep perpaduan hiburan, seni, kuliner, dan pertukaran budaya Indonesia-Jepang.
Tahun ini, JKT48 menjadi salah satu penampil yang paling dinantikan. Selain idol group tersebut, panggung Sakura Matsuri juga akan diramaikan oleh deretan musisi asal Jepang seperti RyuBand, Koki Ota, Shun, Hiro Umeda, Yeonine, YURIWA, Galaxy Big Band, YUM! TUK!, hingga grup Lemon.
Tak hanya itu, sejumlah musisi Tanah Air seperti DIA, Meutia Amanda, dan Cikarang Keion Club juga dijadwalkan tampil untuk menghibur pengunjung selama dua hari penyelenggaraan festival.
Ketua KAJI, Fuad A. Kadir, mengatakan penyelenggaraan tahun ini dikemas lebih beragam agar tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang interaksi bagi masyarakat yang menyukai budaya Jepang.
"Tahun ini kami menghadirkan rangkaian program yang lebih beragam, mulai dari pertunjukan budaya, cosplay competition, bazar kuliner, hingga penampilan spesial dari JKT48 dan guest performer dari Jepang," jelas Fuad saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Selain konser musik, Sakura Matsuri 2026 juga menghadirkan berbagai aktivitas khas festival Jepang. Pengunjung dapat menikmati kompetisi cosplay, bazar kuliner Indonesia dan Jepang, area komunitas, hingga berbagai pertunjukan seni tradisional.
Tak hanya berfokus pada hiburan, festival ini juga menghadirkan Japan Indonesia Culture Corner (JICC) sebagai ruang pertukaran budaya antara Indonesia dan Jepang. Di area tersebut, pengunjung dapat mengenal lebih dekat tradisi, seni, hingga kebiasaan masyarakat dari kedua negara.
Berbagai kompetisi turut disiapkan untuk memeriahkan acara, mulai dari lomba mewarnai, fashion show anak-anak, hingga lomba Shuuji atau kaligrafi Jepang.
Menjelang pelaksanaan festival, panitia juga menggelar sejumlah workshop dan talkshow yang membahas budaya, pendidikan, hingga peluang karier yang berkaitan dengan Indonesia dan Jepang.
Direktur PT Graha Buana Cikarang, Ivonne Anggraini, menilai keberadaan festival budaya seperti Sakura Matsuri menjadi bagian dari upaya membangun kawasan yang tidak hanya berkembang dari sisi industri, tetapi juga kehidupan sosial masyarakat.
"Sebagai kota mandiri yang menjadi rumah bagi lebih dari 2.000 perusahaan nasional dan multinasional dari berbagai negara, Kota Jababeka telah berkembang menjadi kawasan multikultural yang mempertemukan berbagai bangsa, budaya, dan talenta dalam satu ekosistem yang harmonis. Kehadiran komunitas internasional, termasuk komunitas Jepang yang menjadi salah satu yang terbesar di Jababeka, tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan industri, tetapi juga memperkaya kehidupan sosial dan budaya masyarakat," ungkapnya.
"Sakura Matsuri menjadi representasi semangat tersebut sekaligus wujud komitmen kami dalam membangun kota yang unggul sebagai pusat industri sekaligus pusat pengembangan sumber daya manusia berdaya saing global," lanjutnya.
Penyelenggara menargetkan Sakura Matsuri 2026 kembali menjadi ruang pertemuan komunitas budaya Jepang, pelaku industri kreatif, hingga masyarakat umum yang ingin menikmati suasana festival khas Negeri Sakura tanpa harus bepergian ke luar negeri. (cmi)
Load more